East Java Fashion Harmony 2024 Layak Jadi Event Skala International

author Riko Abdiono

- Pewarta

Selasa, 25 Jun 2024 18:43 WIB

East Java Fashion Harmony 2024 Layak Jadi Event Skala International

i

Sejumlah Model memperagakan busana hasil karya desainer terbaik dalam East Java Fashion Harmony 2024 di Tulungagung, Sabtu 22/6/2024.

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar Jatim) menggelar East Java Fashion Harmony (EJFH) ke VI Tahun 2024. PErhelatan spektakuler ini yang berlangsung di Pantai Midodaren, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (22/6) juga dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno dan Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono.

Baca Juga: Pemprov Jatim Raih Penghargaan Radar Surabaya Awards 2024

Menparekraf RI Sandiaga Uno, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno dan Pj Sekdaprov Jatim Boby Soemiarso membuka acara EFJH 2024.

 

Menparekraf Sandiaga Uno tak bisa menyembunyikan perasaan bangganya terhadap event besar ini. Sandiaga mengapresiasi pelaksanaan EJFH yang berlatar belakang pantai Midodaren, dan EJFH ini telah menjadi event yang ditunggu-tunggu dalam kurun waktu 3 tahun menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN).

Sandiaga menyampaikan, EJFH telah mendapat apresiasi nasional, maka Kemenparekraf akan meningkatkannya jadi internasional untuk kedepannya. "Apalagi, event ini menjadi kontributor utama ekonomi kreatif kita sebesar 62 persen," katanya didampingi Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono dan Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari.

Disampaikan Menparekraf Sandiaga, melalui EJFH Jawa Timur turut mengantarkan Indonesia kepada posisi tiga besar dunia dalam bidang ekonomi kreatif. Ia percaya kedepannya Jawa Timur akan dapat mendongkrak angka ini melalui industri fashion dan membuka lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif tersebut. 

Pj. Gubernur Adhy berharap event berskala nasional bisa mendunia, karena secara konsisten telah diselenggarakan enam tahun berturut-turut sejak tahun 2019. Bahkan selama empat tahun ini masuk ke dalam KEN yang merupakan program Kemenparekraf RI. 

"Dengan dukungan semua pihak, kami berharap event serta ini akan semakin dikenal dan bahkan masuk menjadi salah satu event  internasional," ujarnya.

Terkait tema EJFH 2024 yang mengangkat tentang 'Tenun', Pj. Gubernur Adhy menjelaskan bahwa terinspirasi dari tenun Jawa Timur yang berkembang pada masa kolonial di wilayah Kediri, serta temuan motif “Tuluh Watu” menjadi bukti kejayaan Airlangga dalam mengekspansi keberadaan kain tenun dari masa ke masa. 

Selain upaya pelestarian warisan budaya, Adhy menyebut EJFH dianggap sebagai gelaran yang dapat meningkatkan perekonomian Jawa Timur melalui industri seni, fashion, dan tekstil.  EFJH merupakan bentuk pemberdayaan bagi para pengrajin, pekerja seni, pelaku industri fashion serta budaya yang ada di Jatim. 

Bukan hanya mengantar mereka ke pasar lokal, EJFH akan membuka peluang ke pasar internasional,  dengan melahirkan  inovasi trend busana yang dapat menguntungkan serta dimanfaatkan masyarakat. 

Dalam EJFH 2024 ini, Pemprov Jatim meluncurkan satu motif batik khas Jawa Timur yaitu Batik Omah Budoyo Jawa Timur saat peragaan busana. Batik ini memiliki filosofi lingkungan dan sifat kehidupan masyarakat Jatim, yang diwakili Omah atau rumah tradisional Jatim dan Budoyo yang merupakan simbol karakter masyarakatnya. 

Selain batik, Fashion Busana Muslim juga menjadi unggulan dalam EFJH 2024.

 

Lebih lanjut, Pj. Gubernur Adhy menyampaikan, filosofi kental dari Batik ini merupakan hasil kurasi Disbudpar Jatim dan para ahli batik di Jatim. "Semoga karya wastra ini dapat mengangkat perekonomian Jatim. Karena EJFH dan lahirnya motif Batik baru ini merupakan salah satu prestasi Jawa Timur," harapnya.

Baca Juga: Ditemukan di Kolam Ikan, Warga Tulungagung Diduga Tewas Tersetrum

Pj. Gubernur Adhy  menyerahkan alat cap Batik Omah Budoyo kepada empat Kepala Perangkat Daerah Jawa Timur, yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. 

"Ini merupakan simbol bahwa nantinya para Kepala PD terkait akan membantu proses pelestarian dan produksi dari Batik Omah Budoyo Jawa Timur," jelasnya.

Ketika prosesi launching, Pj. Gubernur Adhy juga menyerahkan hadiah berupa uang pembinaan serta Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) kepada Pemenang Lomba Desain Motif Batik Khas Jawa Timur yaitu Fransiskus Fran Kenny Tamara dari Kabupaten Jember senilai Rp25.000.000.


Apresiasi Karya Desainer Anak SMA Jawa Timur

Selain itu, Pj. Gubernur Adhy Karyono bersama Pj. Ketua Dekranasda Adhy Karyono dan didampingi Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari memberikan piagam penghargaan 3 desainer SMK terpilih, yaitu Verrinza Jasmine Andinin dari SMKN 8 Surabaya, Sausan dari SMKN 3 Malang, dan Moch. Andika Ulum Wijaya dari SMK Terpadu Al-Islahiyah Malang. 

Penghargaan juga diberikan kepada para Desainer Professional yaitu Aldre dari Surabaya, Yussi Martha dari Sidoarjo, Listya Ayu dari Tulungagung, Alif P. Wijaya dari Surabaya, Lia Afif dari Surabaya, Elva Fauqo dari Sidoarjo, dan Voravaj Varazatiravatt dari Thailand. 

Setelah itu piagam penghargaan turut diberikan kepada Fajar Ramadhani selaku desainer disabilitas dan Alyssa Alta Sophia sebagai model disabilitas. Pj. Gubernur Adhy juga menerima penghargaan 110 event terpilih KEN dari Kemenparekraf yang diserahkan langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Uno. 

Baca Juga: KPK Usut Korupsi Dana Hibah Jilid 2, 4 Anggota DPRD Jatim Jadi Tersangka, Kusnadi Memprihatinkan

Pj Bupati Tulungagung, Ir Heru Suseno, MT mengaku sangat bangga ditunjuk menjadi lokasi pelaksanaan EJFH. "Terima kasih kepada Pak Pj Gubernur, telah dijadikan tempat. Ini kebanggaan bagi kami semua karena bisa berpartisipasi pada agenda seperti ini," ujar Pj Bupati Tulungagung.

Pj Bupati menambahkan, Pemkab Tulungagung juga memberikan semangat pada desainer-desainer lokal yang ikut berpartisipasi. Saat ini Pemkab Tulungagung juga tengah berbenah untuk melestarikan budaya lokal Tulungagung.

Dalam kesempatan ini Pj Bupati juga memperkenalkan Pantai Midodaren, salah satu destinasi wisata unggulan yang berkembang luar biasa. Investasi yang masuk ke Pantai Midodaren telah membawa dampak kemajuan pariwisata maupun ekonomi kreatif. 

Sedangkan Kadisbudpar Jatim, Evy Afianasari dalam laporannya menyampaikan, maksud dan tujuan diselenggarakannya event ini adalah untuk mengangkat, memajukan dan mempopulerkan Wastra Jawa Timur dan sebagai wujud pelestarian dan pengembangan kebudayaan serta menciptakan dan membuka peluang bisnis khususnya bisnis Wastra di Jawa Timur.

Dan sekaligus sebagai ajang promosi potensi budidaya pariwisata ekonomi kreatif di Jawa Timur serta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya di pantai Midodaren.

“Adapun tema yang diangkat pada East Java Fashion Harmoni tahun 2024 ini yaitu “Rise Of Reminiscence” yang dimaknai sebagai Kenangan dalam tenun yang dihidupkan kembali. Dan kali ini kami mengusung konsep busana kebaya dan sarung dari bahan tenun,” ucap Evy.

Dijelaskannya, berbagai rangkaian perlombaan digelar dalam event tersebut diantaranya adalah, pemilihan desainer motif batik khas Jawa Timur. Dalam event tersebut juga dilakukan pemilihan 3 desainer terbaik tingkat SMK se Jawa Timur, pemilihan desainer profesional, penampilan Fashion show karya 30 desainer Siswa SMK. Bukan itu saja dalam event ini juga menggelar panggung rakyat, pameran Wastra dan Industri kreatif. Rko

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU