Home / Peristiwa : Tanaman Tembakau di 2 Desa Terserang Penyakit Ker-ker

Dinas Pertanian Probolinggo Lakukan Pemantauan Langsung di Lokasi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 11 Jul 2024 19:26 WIB

Dinas Pertanian Probolinggo Lakukan Pemantauan Langsung di Lokasi

SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo langsung bergerak cepat untuk mengatasi penyakit ker-ker yang menyerang tanaman tembakau di dua desa yang berada di Kecamatan Krejengan.

"Kami sudah turun ke Desa Kedungcaluk dan Desa Gebangan, Kecamatan Krejengan untuk melakukan pemantauan tanaman tembakau yang terserang penyakit," kata Plt Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi dalam keterangan di kabupaten setempat, Kamis (11/7).

Baca Juga: Disnaker Probolinggo Latih Puluhan Napi Membatik

Ia mengatakan pihaknya sudah melihat dari dekat tanaman tembakau di lahan yang diserang oleh penyakit ker-ker sambil mengamati kondisi daun tembakau, sehingga dipastikan bahwa penyebabnya akibat pemilihan pembibitan yang kurang selektif.

"Kami sudah memperingatkan pada waktu sekolah lapang tahun lalu akan bahayanya penggunaan bibit yang asal-asalan, hanya saja petani kurang memperhatikan," tuturnya.

Menurutnya tidak ada langkah khusus untuk penanganan tembakau yang diserang penyakit ker-ker atau virus TMV, namun yang harus dilakukan yakni tembakau yang terkena penyakit harus dicabut agar tidak menular ke tanaman sehat.

Baca Juga: Warung Remang-remang di Probolinggo Dibongkar

"Hasil pengamatan secara umum, tembakau masih bagus karena yang terserang hanya sebagian saja karena sudah ada upaya dari petani untuk mencabut tanaman yang terserang dan menggantinya dengan yang baru," katanya.

Ia menjelaskan penyakit ker-ker yang menyerang tanaman tembakau di Kecamatan Krejengan tidak sistemik, sehingga petani tidak perlu terlalu cemas. Apabila tanaman masih belum besar, maka bisa dicabut dan diganti dengan yang lain.

Dari hasil pengamatan, penyakit ker-ker atau virus TMV tersebut menyerang di areal tembakau, namun hanya sebagian kecil yang estimasinya 2 hingga 3 persen dan hal itu sangat wajar.

Baca Juga: Diserang Wabah Ker-ker, Petani Tembakau di Probolinggo Takut Merugi

Untuk mengatasi serangan penyakit pada tanaman tembakau dalam satu tahun terakhir ini Diperta Kabupaten Probolinggo mengambil beberapa langkah pengendalian dengan rutin memantau lahan tembakau untuk mendeteksi gejala awal serangan virus. Deteksi dini memungkinkan tindakan cepat sebelum infeksi menyebar luas.

"Kami memastikan penggunaan benih tembakau yang bebas dari virus dan bersertifikat. Benih yang sehat dapat mengurangi risiko serangan virus dan dilakukan rotasi tanaman dengan jenis tanaman lain yang tidak rentan terhadap virus untuk mengurangi populasi virus di tanah," katanya. Pr-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU