SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Beredarnya kabar wabah penyakit ker-ker atau virus TMV yang menyerang tanaman tembakau milik petani di dua Desa Probolinggo, Jawa Timur, yakni Desa Kedungcaluk dan Desa Gebangan Kecamatan Krejengan membuat cemas.
Pasalnya, adanya serangan wabah tersebut dapat merusak masa tanam dan panen tembakau akibat pemilihan pembibitan kurang selektif. Tentu hal itu akan membuat sejumlah petani merugi.
"Sejatinya kami dari sudah memperingatkan akan bahayanya pengggunaan bibit yang asal-asalan. Hanya saja petani kurang memperhatikan. Tidak ada langkah untuk penanganan virus ini, tembakau yang terserang harus dicabut agar tidak menular ke tanaman sehat," ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnadi, Jumat (12/07/2024).
Memang ada penyakit ker-ker atau virus TMV tersebut di areal tembakau, namun hanya sebagian kecil dari areal tersebut yang estimasinya 2 hingga 3 persen dan petani secara umum menanggapi sangat wajar.
Namun, secara keseluruhan, tembakau milik petani di Kecamatan Krejengan masih terbilang bagus, sebab tembakau yang terserang virus TMV hanya sebagainya saja. Beruntungnya petani juga langsung cepat mencabut tanaman.
"Pada intinya itu penyakit ker-ker yang tidak sistemik, petani tidak perlu terlalu cemas. Apabila tanaman masih belum besar, maka bisa dicabut dan diganti dengan yang lain," ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, Diperta Kabupaten Probolinggo telah mengambil beberapa langkah strategis. Mereka rutin memantau lahan tembakau untuk mendeteksi gejala awal serangan virus guna memungkinkan tindakan cepat sebelum penyebaran lebih luas terjadi.
"Untuk mengatasi serangan virus ini, harus dilihat dari penggunaan benih tembakaunya. Benih yang sehat dapat mengurangi resiko serangan virus ini. Semoga harga tembakau tahun ini sebagus dengan tahun lalu," katanya.
Selain melakukan pemantauan, Diperta Kabupaten Probolinggo juga memberikan bantuan berupa pupuk ZA (Nitrogen) sebanyak 1 kuintal per hektare kepada petani melalui kelompok tani setempat. Total bantuan yang disalurkan mencapai 150 ton ZA dan 150 ton NPK untuk mendukung pemulihan lahan pertanian tembakau. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu