Haji Tahun 2025, Ujian Orang Serakah Berbisnis Jasa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latif mengatakan pelayanan yang diberikan oleh petugas haji, telaj dilakukan sampai tuntas yaitu sampai pemulangan ke tanah air, minggu yang lalu.

"Ini adalah sebuah perjuangan panjang yang tak kenal lelah. Kami mengucapkan beribu terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang tak kenal lelah, baik di Tanah Suci maupun di tanah air," kata Hilman, minggu lalu.

Selain kepada para petugas, apresiasi dari pemerintah dan mitra kerja di Arab Saudi juga disampaikan kepada para jemaah haji Indonesia.

"Mereka berterima kasih kepada jemaah haji Indonesia. Karena jemaah haji Indonesia adalah jemaah yang dianggap paling tertib dan disiplin dibanding jemaah lain. Mereka dengan senang hati melayani jemaah haji Indonesia," kata Hilman, saat dampingi

Menag RI Yaqut Cholil Qouma menyambut kepulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 63 Embarkasi Jakarta (JKG-63) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (21/7/2024).

 

***

 

Bagi saya yang pernah berhaji dan beberapa kali umroh, haji lebih saya rasakan ibadah yang ‘extraordinary’. Perjalanan ke tanah suci ini mendapat tempatnya sendiri di hati saya dan keluarga. Akal sehat saya, siapapun yang pernah datang ke sana juga selalu ingin kembali lagi.

Maklum, ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Jadi tak pelak, setiap Muslim di seluruh dunia memiliki tekad yang kuat agar dapat berkunjung ke tanah suci.

Bagi saya, ibadah haji menjadi salah satu format ibadah istimewa yang melibatkan seluruh dimensi kehidupan manusia dalam pelaksanaannya.

Saya maknai, ibadah haji tidak hanya dimensi material yang berkecukupan-ongkos naik haji. Biaya yang lumayan banyak. Selain saya sebagai pelaku harud memiliki kesehatan fisik, mental dan keteguhan spiritual.

Dalam pamahaman saya, tidak mengherankan jika Allah Swt mengganjar orang yang melakukan ibadah haji dengan ampunan dan pahala yang berlipat ganda.

Sayang, animo umat muslim yang tinggi untuk pergi ke Makkah tidak terakomodasi dengan baik. Hal itu tecermin pada daftar tunggu (waiting list) jamaah haji Indonesia yang kian tahun makin membengkak. Bahkan, waktu tunggu keberangkatan salah satu kabupaten di Sulawesi telah mencapai 32 tahun. Hal itu semakin diperparah dengan pengurangan kuota tambahan haji tahun 2024 yang bikin geger anggota DPR-RI.

 

***

 

Pengurangan kuota tambahan haji tahun 2024 ini menimpa jemaah haji reguler dan kenikmatan orang berduit.

Maklum, ibadah haji menjadi ritual yang selalu dikangeni oleh umat Islam. Di beberapa kabupaten di Jatim, hampir di setiap sudut kota sejumlah pelaku bisnis biro perjalanan haji-menjajakan berbagai macam kemudahan dan keistimewaan perjalanan haji demi memanjakan para jamaahnya. Tentu haji plus dan furoda.

Iklan ini meningkatnya volume calon jamaah haji yang tidak sabar antri mendaftar.

Menurut akal sehat saya, riuhnya kasus haji tahun 2024 sepertinya pemerintah kecolongan dengan adanya bisnis bodong dengan iming-iming haji yang cepat tanpa harus menunggu lama. Menurut catatan jurnalistik saya, kasus yang merugikan calon jamaah haji reguler seolah sudah menjadi langganan.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya menulis, tidak bisa dipungkiri bahwa bisnis yang bergerak di bidang usaha jasa perjalanan haji dan umrah merupakan bidang yang "basah".

Bisnis ini bukan saja menawarkan keuntungan besar, namun juga sangat gampang untuk kemungkinan terjadinya manipulasi. Ada kepasrahan jamaah calon haji dan umrah seringkali dimanfaatkan agen-agen perjalanan untuk mengeruk keuntungan finansial.

Kepasrahan jamaah seringkali dimanfaatkan oleh agen perjalanan haji dan umrah untuk meraup keuntungan dalam bisnis jasa tersebut.

Saya catat, perjalanan jamaah haji atau jamaah umrah dari berbagai daerah ke Tanah Suci yang difasilitasi oleh pihak swasta tidak selalu lebih baik dari pelayanan yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI.

Apalagi ada meningkatnya jumlah jamaah haji, maka komponen-komponen yang diperlukan untuk kepentingan penyelenggaraanibadah itu juga terus meningkat, seperti transportasi, pemondokan dan katering. Pengadaan komponen-komponen ini memiliki nilai ekonomi yang relatif besar sehingga dapat berubah menjadi lahan bisnis yang menggiurkan.

Problem haji tahunan yang saya catat terkait penyelenggaraan ibadah haji ada banyak masalah. Ada soal pemondokan dan transportasi. Juga masalah katering.

Praktik dugaan pengalihan kuota dari haji reguler ke haji plus dalam penyelenggaraan haji tahun 2024, menurut akal sehat saya pukulan telak buat Kementerian Agama. Mengingat lembaga ini adalah penyelenggara resmi ibadah haji.

Saya juga berharap Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024 oleh DPR RI bisa menjadi pintu masuk komersialisasi haji plus geser haji reguler.

Menurut akal sehat saya bila kecenderungan pengalihan kuota dari haji reguler ke haji plus tidak dikendalikan dengan efektif, maka arah penyelenggaraan ibadah haji bisa bergeser dari kegiatan yang mengutamakan nilai ibadah (dengan membantu memberi pelayanan kepada orang yang memenuhi panggilan Allah) menjadi kegiatan yang berorientasi mencari keuntungan semata oleh orang orang serakah. Yuk Istighfar pak pejabat di Kemenag. ([email protected])

Berita Terbaru

Eksepsi Gus Atho' dkk Ditolak, Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Lanjut ke Tahap Pembuktian

Eksepsi Gus Atho' dkk Ditolak, Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Lanjut ke Tahap Pembuktian

Kamis, 23 Apr 2026 16:33 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 16:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh tiga terdakwa d…

Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota

Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota

Kamis, 23 Apr 2026 15:33 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dua pelaku curanmor di Wilkum Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil di bekuk Sat.Reskrim Polres Blitar Kota, dua pelaku VA…

Cegah Pemasungan Berulang, Dinsos Probolinggo Ajukan Rehabilitasi ODGJ Leces

Cegah Pemasungan Berulang, Dinsos Probolinggo Ajukan Rehabilitasi ODGJ Leces

Kamis, 23 Apr 2026 15:07 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui program rehabilitasi sosial di UPT Bina Laras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos)…

Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Kamis, 23 Apr 2026 14:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti harga minyak goreng yang mengalami kenaikan rata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Madiun, Jawa…

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

Kamis, 23 Apr 2026 14:45 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar gerakan percepatan tanam serempak di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan. Kegiatan…

Ibu-ibu Jadi Garda Depan, Pemkot Mojokerto Gencarkan Gerakan Tanam Cabai

Ibu-ibu Jadi Garda Depan, Pemkot Mojokerto Gencarkan Gerakan Tanam Cabai

Kamis, 23 Apr 2026 14:40 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan tanam cabai di tingkat rumah tangga dengan melibatkan ibu-ibu sebagai garda…