SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal China memang gencar-gencarnya memproduksi kendaraan versi listrik (EV). Salah satunya yang sempat viral yakni Xiaomi SU7 mendapatkan sambutan yang luar biasa dari pecinta otomotif. Namun kali ini model tersebut ternyata tidak bisa dipasarkan hingga ke luar negeri.
Disitat dari Carnewschina pada Jumat (02/08/2024), Xiaomi sendiri belum berencana untuk ekspor SU7. Namun, Lei Jun, CEO Xiaomi akan berusaha untuk menjual mobilnya tersebut di Eropa sebelum 2030.
"Kami menargetkan lima besar di dunia, jadi kami akan mendunia ketika waktunya tepat," ujar Lei Jun, Jumat (02/08/2024).
Sementara itu, terkait isu terkait Xiaomi SU7 ini bisa dijual pasar luar negeri, khususnya di Eropa, karena mobil listrik ini ternyata sudah muncul di Prancis dan hanya sebatas diperkenalkan, bertepatan dengan ajang olahraga paling bergengsi, Olimpiade Paris.
Sedangkan keputusan Xiaomi belum mau menjual SU7 di luar negeri, ternyata memunculkan celah untuk meraup keuntungan di berbagai negara seluruh dunia. Pasalnya, jaringan penjualan bisa mendapatkan keuntungan lebih, karena menjual mobil listrik di luar negeri dengan status bekas tapi harganya melonjak tajam.
Sebagai informasi, mobil listrik dari raksasa teknologi tersebut terus mengalami peningkatan popularitas di dunia. Bahkan, pemesanan untuk roda empat bertenaga baterai asal Cina tersebut, mendapatkan banyak pemesanan.
Namun, kejadian tidak enak telah terjadi dengan Xiaomi SU7, yang mengalami kerusakan setelah menempuh jarak 39 km. Bahkan, masalah dari mobil listrik ini benar-benar tidak bisa diperbaiki.
Sang pemilik berkata, bahwa mobil listrik Xiaomi itu harus ditarik kembali ke pusat pengiriman. Kerusakan tersebut diyakini terjadi pada 5 Mei 2024. Pasalnya, tiba-tiba layar infotainment, muncul peringatan mobil akan berhenti, harap menepi dengan aman dan hubungi pusat layanan online. Kemudian pesan tersebut berubah menjadi sistem penggerak rusak dan tidak dapat digeser. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu