TAPD Pemprov Potong Anggaran OPD Mitra Komisi A Rp 106,4 Miliar

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi A DPRD Jatim Adam Rusydi (kiri) dan Fredy Poernomo. SP/ RIKO
Ketua Komisi A DPRD Jatim Adam Rusydi (kiri) dan Fredy Poernomo. SP/ RIKO

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Jawa Timur yang diketuai Pj Sekdaprov Bobby Soemiarso dianggap DPRD Jawa Timur melakukan pelanggaran kesepakatan dalam pembahasan Perubahan APBD 2024. Hal ini terjadi terhadap alokasi anggaran Mitra Komisi A DPRD Jatim yang anggarannya dipotong setelah disahkan dalam sidang Paripurna tanpa sepengetahuan Badan Anggaran maupun Fraksi-Fraksi. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pemotongan tanpa sepengetahuan DPRD Jawa Timur itu jumlahnya sandat besar. Total dari 12 Organisasi PErangkat Daerah (OPD) mitra Komisi A bidang Pemerintahan, anegaran yang di potong mencapai Rp 106,45 Miliar. Dari kesepakatan Rp138,65 Miliar untuk 12 OPD yang telah disahkan dalam sidang Paripurna DPRD Jawa Timur. 

Adam Rusydi Ketua Komisi A DPRD mengaku melaksanakan tahapan pembahasan P-APBD 2024 secara terbuka dan transparan.  Namun tiba-tiba nominal tambahan diubah TAPD Pemprov Jatim usai disahkan Hari Jumat 9 Agustus lalu melalui sidang Paripurna. Adam menduga Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah melanggar kesepakatan mengenai Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) yang telah disepakati dalam Sidang Paripurna. 

Secara prosedural, Komisi A DPRD Jatim melakukan rapat kerja dengan OPD terkait untuk membahas anggaran. Setelah disepakatani, selanjutnya pembahasan anggaran dilanjutkan bersama Badan Anggaran (Banggar). "Hasilnya dibahas dalam Rapat Paripurna, yang di mana kami semua sudah sepakat  baik dari Pemprov ataupun DPRD terkait besaran anggaran OPD yang bermitra dengan kami," jelasnya, Rabu (14/08/2024).

Namun, Politisi Partai Golkar tersebut mengungkapkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan adanya pemotongan anggaran yang dilakukan sepihak oleh Pemprov Jatim terhadap seluruh OPD yang bermitra dengan Komisi A untuk dikirim ke Kementrian Dalam Negeri untuk direalisasikan. 

"Pemerintah Provinsi Jatim dengan sepihak merubah kesepakatan antara Pemprov dan DPRD Jatim. Kami mempertanyakan kenapa dalam perubahan itu kami tidak diberitahu. Kenapa dirubah setelah rapat paripurna dan tidak saat rapat bersama Banggar," tegasnya.

Karenanya, Adam menekankan pentingnya klarifikasi dari Pemprov Jatim terkait perubahan tersebut. "Kami meminta agar pemerintah provinsi dalam satu dua hari ini memberikan klarifikasi kepada kami. Jangan sampai ada perubahan, yang sudah kita sepakati bersama ini harus dilakukan bersama-sama juga," ujarnya.

Untuk itu, Adam menghimbau jika dalam dua hari tidak ada itikad klarifikasi dan perbaikan dari Pemprov, Komisi A akan segera memanggil lembaga terkait untuk rapat bersama guna membahas hal ini. 

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jatim lainnya, Freddy Poernomo, juga menyuarakan kekhawatirannya terkait tindakan Pemprov yang dinilainya melanggar etika. Uniknya lagi, Khusus Anggaran di Biro Administrasi Pimpinan yang melayani kegiatan-kegiatan Pj Gubernur dan Plh Sekdaprov Jatim, tidak ada pemotongan. Pengajuan Rp 3 M direalisasikan Rp 3 M. 

"Menurut kami, tindakan ini menjadi pelanggaran etika. Dari tahapan mekanisme yang ditentukan, tetapi Pemprov merubah kesepakatan yang sudah disepakati dalam paripurna," terang Freddy. 

Lebih lanjut, Politisi Golkar tersebut juga menekankan bahwa seharusnya ada perbaikan, bukan perubahan, dan jika ada perubahan seharusnya disertai dengan komunikasi yang baik. Baginya, tindakan sepihak Pemprov Jatim ini tidak hanya merusak kepercayaan antara Pemprov dan DPRD, tetapi juga berdampak buruk terhadap kinerja OPD yang anggarannya dipotong. 

"Secara etika, kalau ada perubahan seharusnya ada komunikasi. Ini sangat penting untuk menjaga integritas dan kerjasama antara pemerintah provinsi dan DPRD," tegas Freddy. 

Alokasi Perubahan APBD 2024 OPD Mitra Komisi A :

1. SEKRETARIAT DPRD : Usulan 75M Terealisasi 15M

2. DINAS KOMINFO : Usulan 4M Terealisasi 1M

3. DINAS PMD : Usulan 150 Juta

4. BIRO ADPIMP : Usulan 3M Terealisasi 3M

5. BIRO Hukum : Usulan 1M Terealisasi 500 Juta

6. BAKESBANGPOL : Usulan 9M

7. BKD : Usulan 1M Terealisasi 1M

8. BPSDM : Usulan 16M Terealisasi 6M

9. BIRO Organisasi : Usulan 3M Terealisasi

10. BIRO Umum : Usulan 17M Terealisasi 3M

11. Satpol PP : Usulan 6M Terealisasi 2M. rko

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…