Dinilai Kreatif dan Inovatif, PKK Kota Mojokerto Jadi Jujugan Studi Tiru PKK Morowali Utara

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua TP PKK Kota Mojokerto Nia Wayanti Ali Kuncoro saat memnerikan cinderamata kepada Ketua TP PKK Kabupaten Morowali Utara
Ketua TP PKK Kota Mojokerto Nia Wayanti Ali Kuncoro saat memnerikan cinderamata kepada Ketua TP PKK Kabupaten Morowali Utara

i

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - PKK Kota Mojokerto yang kreatif dan inovatif dalam mengelola sentra UMKM menarik minat Tim Penggerak PKK Kabupaten Morowali Utara untuk melakukan studi tiru.

Rombongan PKK dari Daerah Otonom Baru (DOB) yang paling muda di Provinsi Sulawesi Tengah ini dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Morowali Utara, Febriyanthi Hongkoriwang DJ.

Rombongan sebanyak 120 orang tersebut diterima langsung oleh Ketua TP PKK Kota Mojokerto Nia Wayanti Ali Kuncoro di Gedung Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Selasa (20/8/2024).

"Selamat datang di Kota Mojokerto, kota terkecil se Jawa Timur yang merupakan episentrum Kerajaan Mojopahit. Semoga merasa betah dan nyaman,'' ujar Bunda Nia saat menyambut rombongan. 

Istri dari Pj Walikota Mojokerto Moh Ali Kuncoro ini mengatakan,  Pemerintah Kota Mojokerto telah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, seperti di kampung mandiri kelurahan Pulorejo yang telah berhasil mengembangkan kebun kelor.

"Disini kami tidak hanya menanam kelor, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat seperti dawet daun kelor, brownis dan lain sebagainya," ungkapnya.

Usaha ini menurutnya sejalan dengan misi PKK dalam memberdayakan masyarakat melalui peningkatan ketahanan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal.

Dekranasda Kota Mojokerto, lanjutnya, mengambil peran dalam upaya pembinaan terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi kreatif khususnya kegiatan yang mendukung program tersebut.

Antara lain fesyen dengan batik berciri khas corak majapahit seperti menara Tribuana Tunggadewi, tugu wiraraja, surya majapahit yang dapat diaplikasikan kedalam produk kerajinan turunan batik antara lain alas kaki, tas, topi dan aksesoris

"Selain itu kami juga ingin memperkenalkan sentra IKM batik sebagai salah satu wujud pemanfaatan potensi daerah dalam membangun dan mengembangkan industri kreatif. Disini kita dapat melihat bagaimana proses pengolahan dan pengelolaan batik dilakukan dengan memeperhatikan kualitas dan inovasi sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas," pungkansya.

Nia juga berharap, kunjungan studi tiru ini bisa memberi inspirasi dan manfaat yang besar bagi PKK Kabupaten Morowali Utara.

"Semoga apa yang kami sajikan dapat menjadi bahan kajian yang bermanfaat bagi pengembangan kelembagaan PKK dan Dekranasda disana," tukasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Morowali Utara, Febriyanthi Hongkoriwang DJ mengaku bangga dan terharu dengan penyambutan luar biasa dari Pemkot Mojokerto.

"Saya sangat terharu, karena sejak kami menginjakkan kaki di bumi majapahit ini selalu didampingi terus oleh Ibu Ketua PKK Kota Mojokerto," sebutnya.

Istri dari Bupati Delis Julkarson Hehi ini mengatakan pentingnya melakukan kaji tiru ke Kota Mojokerto. Pasalnya, bisa memotivasi seluruh anggotanya untuk mengadopsi dan memodifikasi sesuai kapasitas daerah hingga tercipta hal baru lagi.

"Kalau hanya bercerita saja pasti gak bakal didengar, tapi beda ketika melihat langsung Kota Mojokerto yang bersih, bagus dan inovatif, hingga  kelor saja bisa diubah jadi sentra wisata maka itu akan menggugah motivasi" ujarnya.

Selain takjub dengan wisata kebun kelor, Febri juga mengaku kagum dengan sentra IKM Kota Mojokerto. Sebab, di tempat ini terjadi hilirisasi dari mulai proses penanaman, pembuatan, pengolahan, packaging hingga pemasaran produk UMKM.

"Kalau gak datang kesini maka kita tidak akan tahu dan terinspirasi," pungkasnya. Dwi

 

Berita Terbaru

Jangan Hanya Retorika, Elemen  Masyarakat Tuntut Pemimpin Sidoarjo Peduli Kepetingan Rakyat

Jangan Hanya Retorika, Elemen  Masyarakat Tuntut Pemimpin Sidoarjo Peduli Kepetingan Rakyat

Jumat, 06 Feb 2026 11:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Gerah dengan semakin dalamnya keretakan hubungan Bupati Subandi dan wakil bupati Sidoarjo berbagai elemen masyarakat yang…

Pemkab Trenggalek Komitmen Siapkan Alih Fungsi Terminal Durenan Jadi Pusat Layanan Publik

Pemkab Trenggalek Komitmen Siapkan Alih Fungsi Terminal Durenan Jadi Pusat Layanan Publik

Jumat, 06 Feb 2026 11:00 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menyusul menurunnya aktivitas angkutan umum di Terminal Tipe C Durenan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah…

Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total

Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total

Jumat, 06 Feb 2026 10:51 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Diterjang hujan deras yang mengakibatkan aliran sungai juga ikut deras dan meluap mengakibatkan Jembatan Bailey Depok di Dukuh…

Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Jumat, 06 Feb 2026 10:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti viralnya masalah skizofrenia atau gangguan jiwa berat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo telah…

BBW Surabaya 2026 Dorong Pengunjung Berbagi Memori di Pekan Terakhir Acara

BBW Surabaya 2026 Dorong Pengunjung Berbagi Memori di Pekan Terakhir Acara

Jumat, 06 Feb 2026 10:36 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:36 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Big Bad Wolf Books (BBW) Surabaya 2026 memasuki pekan terakhir penyelenggaraannya. Digelar sejak 29 Januari 2026 di Convention Hall T…

Puluhan Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah, Didominasi Hamil Duluan

Puluhan Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah, Didominasi Hamil Duluan

Jumat, 06 Feb 2026 10:21 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama (PA) Kelas I-A Ponorogo mencatat sebanyak puluhan remaja di wilayahnya terpaksa menikah di…