Merangkai Warisan Budaya Desa Lumban Suhi-Suhi untuk Mendunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kolaborasi antara industri kreatif dan sektor pariwisata telah membuka peluang baru untuk memperkenalkan identitas budaya unik yang menggema baik di kalangan komunitas lokal maupun wisatawan internasional. Desa Lumban Suhi-Suhi, yang terletak di kawasan Danau Toba, memiliki potensi besar dalam menghasilkan kerajinan tenun tradisional.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa, Raja Simarmata, potensi ini belum sepenuhnya dioptimalkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Menanggapi tantangan ini, tim dari Universitas Ciputra, yang dipimpin oleh Dr. Astrid Kusumowidagdo bersama Enrico Ho dan Melania, telah memulai sebuah inisiatif untuk mengembangkan desa tersebut dengan memanfaatkan kekuatan lokal dalam industri kreatif dan pariwisata. Enrico Ho, seorang desainer fesyen, merancang produk fesyen berbasis tenun, sementara Astrid dan Melania fokus pada desain interior, display, dan produk lifestyle. 

"Kami mengeksplorasi desain arsitektur, interior, serta produk fashion dan lifestyle sebagai bagian dari industri kreatif yang dapat meningkatkan sense of place dari destinasi pariwisata," jelas Astrid, Ketua Penelitian dan Dekan School of Creative Industry Universitas Ciputra.

Langkah strategis ini berfokus pada integrasi ekspresi budaya lokal ke dalam sektor pariwisata, dengan tujuan tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya tetapi juga untuk mempromosikan praktik pariwisata yang berkelanjutan. Desa Lumban Suhi-Suhi, dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya, diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan produk-produk lifestyle kreatif berbasis motif ulos yang memiliki daya tarik global. 

"Kami ingin membantu produk-produk kerajinan desa, seperti souvenir kampung ulos, untuk dikenal lebih luas dan bahkan mendunia," tambah Astrid.

Eksplorasi langsung di Desa Lumban Suhi-Suhi dilakukan oleh tim Universitas Ciputra selama lima hari. Mereka bekerja sama dengan masyarakat dan para pengrajin setempat untuk memperkenalkan inovasi produk kreatif baru sambil tetap menjaga nilai-nilai budaya yang ada. Kepala Desa, Raja Simarmata, menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerjasama dengan Universitas Ciputra dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan industri tenun.

Sebagai bagian dari upaya ini, Enrico Ho mengangkat tema "TOBA: AESTHETIC LEGACY" dalam Surabaya Fashion Parade 2024. Tema ini terinspirasi dari keindahan Danau Toba dan kekayaan budaya Batak, seperti rumah adat Bolon dan motif gorga yang sarat makna filosofis. Desain koleksi ini mencakup aplikasi motif ukiran tradisional dalam tampilan kontemporer yang menggunakan perpaduan warna hitam, krem, emas, dan merah, dengan aksen tekstil ulos yang memberikan sentuhan khas pada busana. 

"Kami ingin memperkenalkan budaya Batak tidak hanya melalui ulos yang sudah dikenal luas, tetapi juga dalam bentuk produk fashion yang stylish dan marketable," kata Enrico. Dalam pameran ini, ia menampilkan sepuluh karya, dan sepuluh karya lainnya akan dipamerkan dalam festival Hitado Hutaraja pada November 2024.

Selain itu, Astrid dan Melania juga merancang berbagai produk inovatif seperti sepatu, tas tangan, aksesori, dan pakaian yang menggabungkan motif-motif budaya lokal. 

"Kami ingin mengembangkan beragam produk yang bisa dijadikan souvenir, yang terinspirasi dari budaya Desa Suhi-Suhi, seperti sepatu, tas tangan, aksesori, baju, dan sarung bantal," ungkap Astrid. Mereka juga berupaya membangkitkan kios-kios di desa sebagai pusat oleh-oleh yang menjual karya pengrajin lokal.

Dengan meningkatnya industri kreatif dan sektor pariwisata, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian desa. Raja Simarmata dan tim Universitas Ciputra memiliki harapan yang sama untuk melihat Desa Lumban Suhi-Suhi berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang dikenal dunia. Zis

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…