Terdakwa Heru Herlambang Mengaku Bersalah, Kuasa Hukum Korban Tidak Pernah Menerima Permintaan Maaf

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Heru Herlambang, terdakwa dalam perkara penyerangan terhadap Agustinus, mengakui kesalahannya di hadapan Majelis Hakim yang dipimin Yos Hartyoso pada Senin (09/09/2024).

Dalam persidangan, Heru mengaku menendang korban karena emosi, namun menegaskan bahwa sejak di Kepolisian, dirinya telah meminta maaf, meskipun pihak korban melalui kuasa hukumnya, Billy Handiwiyanto, menolak upaya damai tersebut.

“Saya mengakui menendang Agustinus saat itu karena sedang emosi. Namun, sejak di kepolisian saya sudah meminta maaf, tetapi kuasa hukum Agustinus menolak,” ungkap Heru di hadapan hakim. Terdakwa juga menyatakan bahwa ketika perkaranya masuk tahap P21 di Kejaksaan, ia kembali mengajukan upaya damai melalui mekanisme Restorative Justice, namun ditolak oleh pihak korban.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis mengajukan pertanyaan terkait insiden penendangan tersebut. Heru mengakui bahwa ia sempat mengeluarkan kata-kata kasar kepada korban, “Kamu banyak alasan,” saat meminta pemasangan CCTV di apartemen One Icon Residence.

Heru menjelaskan, bahwa tindakannya bermula dari ketidaksabaran terhadap Agustinus yang menjanjikan pemasangan CCTV di area parkir yang ditunda-tunda. Ia meminta CCTV dipasang segera karena mobilnya mengalami penyok. Ketika korban tidak memberikan respons yang diinginkan, Heru mengaku melampiaskan kekesalannya dengan menendang kaki korban dan kemudian berusaha menendang wajah Agustinus, meskipun tidak mengenai sasaran.


Terpisah, Billy Handiwiyanto, kuasa hukum Agustinus, memberikan pernyataan bahwa kliennya tidak pernah menerima permintaan maaf secara resmi. “Saat gelar perkara di kepolisian, terdakwa menolak untuk meminta maaf. Bahkan, surat permintaan maaf yang diajukan oleh kuasa hukum terdakwa tidak diterima karena seharusnya korban yang meminta maaf,” ujar Billy saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Perkara ini bermula dari sengketa terkait akses parkir di apartemen One Icon Residence. Berdasarkan dakwaan JPU, insiden tersebut terjadi ketika Heru mendesak manajemen apartemen untuk segera membuka akses parkir di area P13/P3. Ketika permintaannya tidak dipenuhi, terdakwa meminta jaminan agar mobilnya tidak mengalami kerusakan selama diparkir di area lain, namun pihak manajemen, yang diwakili oleh Agustinus, tidak dapat memberikan surat jaminan tersebut.

Setelah serangkaian percakapan yang memanas, terdakwa akhirnya menendang Agustinus. Perbuatan tersebut dilaporkan oleh korban hingga berujung pada proses hukum. Akibat tindakan kekerasan yang dilakukannya, Heru Herlambang didakwa melanggar Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP, yang mengatur tentang tindak kekerasan dan pengancaman.

Persidangan akan berlanjut dalam waktu dekat untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi tambahan. bd

Berita Terbaru

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…