SURABAYAPAGI.com, Madiun - Ditengah gempuran harga sembako yang kadang naik dan turun terkadang membuat masyarakat resah. Menindaklanjuti itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun, Jawa Timur mulai menggunakan kode batang atau "barcode".
Adanya barcode tersebut nantinya akan memudahkan masyarakat untuk memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional yang akan disosialisasikan melalui media sosial Pemkot Madiun dan Dinas Perdagangan.
"Dengan penyediaan barcode tersebut, masyarakat bisa memantau harga sembako di Kota Madiun secara 'real-time' dari mana saja," ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Anshar Rasidi, Minggu (20/10/2024).
Sementara itu, untuk pemasangan barcode tersebut nantinya akan di tempel di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko yang menjadi titik pantau Pemprov Jatim. Selain itu, juga akan disosialisasikan melalui media sosial Pemkot Madiun dan Dinas Perdagangan.
Dengan begitu, Anshar berharap inovasi ini bisa lebih memudahkan masyarakat yang ingin memantau harga bahan kebutuhan pokok di pasaran kapan saja.
"Selain barcode, kami juga sediakan 'running text' harga bahan pokok di Pasar Besar Madiun dan Sleko. Hal itu lebih efektif dan Dinas Perdagangan juga akan menarik televisi yang selama ini ada di pasar untuk menunjukkan harga karena telah digantikan dengan barcode," katanya.
Selain itu, pihaknya juga terus mendorong penggunaan "Quick Response Code Indonesian Standar" atau QRIS bagi pedagang pasar untuk bertransaksi. "Sehingga, kalau ada pembeli yang ingin membayar non-tunai, bisa dilayani," kata dia. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu