11 Peretas Muda Pegawai Komdigi Terlibat Judol, Meutya Terisak, Budi Nyesal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, merasa sedih luar biasa setelah dia baru menjabat di Kemkomdigi, beberapa oknum pegawai ternyata pelaku judi online beromset miliaran rupiah.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, merasa sedih luar biasa setelah dia baru menjabat di Kemkomdigi, beberapa oknum pegawai ternyata pelaku judi online beromset miliaran rupiah.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Buntut perbuatan pegawai komdigi yang diduga terlibat judi online, membuat dua menteri salah tingkah. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta maaf sambil sedikit terisak atas perbuatan oknum pegawai Komdigi yang terlibat judi online.

Hal tersebut ia sampaikan saat acara literasi digital di RPTRA Intiland Teduh Semperbarat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (12/11/2024).

Sehari sebelumnya mantan Nenteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, menyesal merekrut AK dan T.

"Saya justru menjadi korban pengkhianatan yang dilakukan (oknum) pegawai Komdigi. T pun ternyata "bermain" tanpa sepengetahuan Direktur, Dirjen Aptika apalagi Menteri. Perintah untuk menumpas judol tidak dilaksanakan, malah mereka tergoda bersekongkol dengan bandar judol," kata Budi Arie Setiadi, yang dikenal Ketua Projo.

 

Meutya Sedih Luar Biasa

Menurut Meutya, wilayah Cilincing dipilih karena merupakan salah satu daerah yang transaksi judi onlinenya tertinggi di DKI Jakarta.

"Kita harus melihat data. Ini data PPATK ya. Karena itu saya ingin mengajak Ibu-Ibu semua [ikut cegah judi online], Kalau di Kemkomdigi saja alatnya terbatas," ujar Meutya.

"Seperti yang mungkin Ibu Bapak lihat kemarin. Saya juga minta maaf Ibu Bapak bahwa dari kantor kami kemudian ada yang terlibat. Sedihnya luar biasa," kata Meutya. Setelah mengatakan itu, ia berhenti sejenak sambil terisak.

"Karena saya seperti ibunya di kantor itu. Sama kayak kalau Ibu ada anak-anak yang terlibat pasti segini," imbuhnya.

Salah seorang perempuan yang bercerita ke Meutya adalah Nur. Ia mengungkapkan kelakuan suaminya yang terjerat judi online.

"Suami saya sendiri sampai dia ditahan gara-gara judi online. Handphone semua TV habis, sampai saya di tagih-tagih utang. Bank keliling itu semua pakai nama saya," ujar Nur.

Menurut Meutya, alat secanggih apapun dan dibersihkan dengan cara apapun oleh pihak Komdigi, tidak akan cukup. Karena pihaknya tidak bisa menjangkau rumah-rumah tangga. Sehingga diminta kerja sama orang tua untuk mengawasi anak-anaknya.

"Karena sekarang, tadi kalau datanya di bawah 19 tahun 200 ribu. Di bawah 10 tahun ada kurang lebih 80 ribu. Dia pakai akun-akun orang tuanya. Bisa mengakses biasanya lewat games." pungkasnya.

 

Rekrut Peretas Muda

Budi menjelaskan proses rekrutmen oknum pegawai Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang diduga terlibat melindungi situs judi online (judol). Menurutnya, perekrutan dimulai saat Kemenkominfo yang sekarang Komdigi kekurangan sumber daya untuk memberantas situs judi online di Indonesia pada Juli 2023.

Budi megatakan kekurangan sumber daya manusia (SDM) di Kominfo itu bisa terjadi lantaran pihaknya memiliki keterbatasan alokasi anggaran untuk menambah sumber daya di Kominfo. Maka itu, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya melalui Direktorat Pengendalian Ditjen Aptika melakukan proses rekrutmen.

"Untuk mengatasi kekurangan SDM dilakukanlah rekrutmen petugas-petugas di bawah Direktur Pengendalian. Mereka diambil dari non pegawai Kominfo," kata Budi saat dikonfirmasi, Senin (11/11).

Budi menyebut tim tersebut awalnya hanya mampu melakukan takedown 10.000 situs per hari. Namun, jumlah tersebut belum bisa memenuhi target pemberantasan judi online.

Dalam masa rekrutmen itu, terdapat sejumlah pihak yang mengajukan diri, salah satunya sosok berinisial T. Budi mengatakan T mengajukan sejumlah nama peretas muda yang ingin mengabdikan diri untuk memberantas situs perjudian online. Dari nama yang diajukan T itu ada inisial AK.

"Munculah AK melalui T sebagai salah satu tenaga muda anti judol. Saudara AK memperlihatkan kemampuan sistem dan mesinnya bisa men take down 50.000 sampai 100.000 per hari," imbuh Budi.

 

Klaim Punya Keahlian IT

Atas kepiawaian AK, Budi menyetujui AK diterima dalam tenaga pengawasan dan penindakan atau tim pemberantasan situs judi online di bawah Direktorat Pengendalian. Terlebih, AK mengeklaim punya keahlian IT yang mumpuni.

"Di mana dalam dunia IT, sudah umum bahwa ijazah terkadang bukan menjadi hal yang utama," ucap Menteri Koperasi itu.

Kemudian, AK muncul menjadi tersangka dalam kasus judi online yang diduga melibatkan pegawai oknum Komdigi pada awal November 2024. Polisi menyebut AK sempat melamar menjadi tenaga pendukung teknis sistem pemblokiran konten negara yang bersifat terbatas di Komdigi pada 2023, namun tidak lolos.

Meski demikian, AK tetap bisa bergabung di Komdigi dengan wewenang melakukan pemblokiran terhadap situs judi online. Bahkan, kepolisian menyebut AK sebagai pengendali kantor satelit di Bekasi. Kantor itu mempekerjakan 12 orang, delapan orang menjadi operator dan empat orang bertugas sebagai admin.

Selain itu, 12 orang ini juga bertugas mengumpulkan daftar web judi online. Sindikat ini diduga menjaga situs judi online dari pemblokiran.

Namun perihal pegawai Komdigi ini, Budi mengaku merasa dirugikan karena namanya kerap terseret. Padahal, dia menekankan Kominfo dibawah kepemimpinannya dulu selalu ditugaskan untuk memberantas situs judi online, bukan sebaliknya.

Saya) justru menjadi korban pengkhianatan yang dilakukan (oknum) pegawai Komdigi. T pun ternyata "bermain" tanpa sepengetahuan Direktur, Dirjen Aptika apalagi Menteri. Perintah untuk menumpas judol tidak dilaksanakan, malah mereka tergoda bersekongkol dengan bandar judol," pungkasnya.

 

11 dari 18 Tersangka

Polda Metro Jaya menyebutkan jumlah tersangka kasus judi online (judol) yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). "Sampai saat ini terhadap 18 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Ade Ary Syam, dalam keterangannya, hari Senin (11/11/24).

Ditambahkan, dari 18 tersangka itu, 11 di antara mereka adalah pegawai Komdigi. Sementara, delapan lainnya adalah masyarakat sipil.

Ia menambahkan, saat ini penyidik juga masih melakukan pengejaran terhadap satu orang tersangka berinisial A. Namun, belum dijelaskan apakah status A tersebut pegawai Komdigi. n jk/erc/cr4/rmc

Berita Terbaru

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempererat sinergi antar-BUMN untuk menyokong program Koperasi D…

Rupiah Terus Tertekan Fundamental Ekonomi

Rupiah Terus Tertekan Fundamental Ekonomi

Rabu, 28 Okt 2026 01:52 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan hingga menembus level Rp 18.100 per dollar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini…

Pra Rekonstruksi Kasus Mutilasi Madiun, Polisi Ungkap Cara Tersangka Habisi Dua Korban Hingga Upaya Hilangkan Jejak

Pra Rekonstruksi Kasus Mutilasi Madiun, Polisi Ungkap Cara Tersangka Habisi Dua Korban Hingga Upaya Hilangkan Jejak

Selasa, 27 Okt 2026 22:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 22:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur lakukan pendalaman cara tersangka menghabisi Dini Har…

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan di Perumahan Pondok Mutiara, Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo, memicu sorotan tajam publik. P…

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Pagerwojo, Buduran antusias mengikuti program pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Dinas Koperasi dan…