SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya mencegah kanker serviks di dunia perempuan, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur, melakukan antisipasi dini dengan menyelenggarakan vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi pelajar putri.
Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun dr. Denik Wuryani mengungkap, jika kegiatan imunisasi tersebut dilakukan menindaklanjuti surat edaran resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Penyelenggaraan tersebut juga sekaligus sebagai bagian dari program nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI yang mencanangkan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia.
Pasalnya, kanker serviks seringkali disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam bagi perempuan. Hal ini disebabkan tidak adanya gejala penyakit pada stadium awal kanker. Penderita baru merasakan sakit setelah kondisi semakin parah. Akibatnya, penanganan terlambat dan sulit disembuhkan. Pada stadium lanjut, biasanya penderita mengalami keputihan, perdarahan, atau nyeri di bagian perut bawah.
"Imunisasi HPV ini bertujuan untuk mencegah infeksi virus HPV yang bisa menyebabkan berbagai jenis kanker pada wanita, utamanya kanker serviks. Program ini sangat penting, terutama bagi anak perempuan usia remaja yang masuk kelompok rentan," ujarnya, Jumat (17/01/2025).
Berhubung sangat penting, ia meminta para pelajar putri yang telah terdata untuk tidak melewatkan program imunisasi HPV tersebut yang telah disiapkan oleh pemerintah. Adapun kegiatan imunisasi berlangsung mulai Januari hingga Februari 2025.
"Program imunisasi HPV telah berjalan di Kota Madiun secara bertahap. Sasarannya sebanyak 1.911 siswi SMP/sederajat yang telah berusia 15 tahun," imbuhnya..
Tak perlu khawatir, pasalnya imunisasi sesuai jumlah sasaran, sehingga jumlah vaksin sangat cukup. Sedangkan untuk masyarakat dewasa, pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, baik melalui skrining IVA, pap smear, maupun HPV DNA. Sehingga adanya upaya tersebut diharapkan penyakit kanker serviks bisa dicegah lebih dini. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu