Mendemo Menteri Diktisaintek, Demokrasi ala ASN

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menteri Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Satryo Soemantri Brodjonegoro, didemo ASNnya.

Aksi demo ratusan ASN di depan kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin pagi (20/1) itu berakhir damai, tanpa tindakan anarkis.

Ada yang membawa spanduk yang bertulisan 'institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!', tulisan lainnya 'kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga, #lawan #menterizalim #paguyubanPegawaiDikti'.

Massa aksi juga pembentangan spanduk bernarasi pedas. Selain memasang sejumlah karangan bunga. Ini  dipicu adanya pemberhentian secara mendadak terhadap salah seorang pegawai Kemdiktisaintek bernama Neni Herlina.

Massa aksi menduga ada kesalahpahaman dibalik pemberhentian pegawai tersebut.

Ratusan ASN berpakaian serba hitam yang menggelar demo di pelataran Gedung D kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) itu

tergabung dalam anggota Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti. Aksi itu digelar atas pemecatan salah satu pegawai Kemendiktisaintek, Neni Herlina, oleh Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Pemecatan itu disinyalir dilakukan tanpa prosedur dan alasan yang jelas. Sebelum dipecat, diketahui Neni menduduki posisi Prahum Ahli Muda & Pj. Rumah Tangga. Para pegawai berteriak “Lawan! Lawan!”. Dua spanduk dibentangkan bertuliskan “Kami ASN, Dibayar oleh  Negara, Bekerja untuk Negara, Bukan Babu Keluarga” dan “Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri". Di seberang spanduk itu, berjejer karangan bunga bertuliskan ungkapan kecewa atas keputusan Satryo memecat Neni.

"Mungkin ada kesalahpahaman di dalam pelaksanaan tugas dan itu menjadi fitnah atau suuzon bahwa Ibu Neni menerima sesuatu, padahal dia tidak melakukannya," kata Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno.

Selain itu, Suwitno menyampaikan terdapat perlakuan tidak adil yang sebelumnya dianggap dibebankan kepada pegawai lain yang enggan disebutkan namanya.

Aksi yang diikuti sekitar 235 pegawai ini ditujukan untuk menyampaikan kepada masyarakat dan Presiden RI Prabowo Subianto terkait apa yang terjadi.

"Kami lebih kepada menyampaikan saja, terutama adalah kepada pejabat atau kepada Bapak Presiden yang sebenarnya mengangkat dan menunjuk beliau (Satryo Soemantri Brodjonegoro) sebagai Menteri," ujarnya.

Neni yang juga hadir dalam aksi itu menyatakan pemecatan atas dirinya terjadi pada Jumat sore, 17 Januari 2025. Saat itu, ia sedang berada di ruangan kerjanya. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro masuk ke ruangan Neni dan langsung memintanya angkat kaki dari ruangan.

Ini demokrasi ala ASN Kemendiktisaintek. Nyanyi, bikin yel yel, bawa spanduk dan pesan karangan bunga. Pasti ada biaya yang tidak sedikit.

 

***

 

Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI Togar M Simatupang, turun ke lapangan mengklarifikasi.

Togar M Simatupang menyebut tidak ada pemecatan ASN secara mendadak. Togar mengatakan penyelesaian konflik dengan pegawai bisa diselesaikan lewat dialog.

Pernyataan Togar merespons adanya aksi ASN Kemdiktisaintek di kantor yang diduga dipicu pemecatan mendadak terhadap pegawai bernama Neni Herlina.

"Tidak sejauh itu, dalam penataan ada tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin oleh bagian atau individu. Ada perbedaan dan tentu aplikasi penghargaan dan pembinaan," kata Togar saat dihubungi, dikutip Antara, Senin (20/1/2025).

Togar juga mengatakan pihaknya membuka ruang dialog untuk menyelesaikan permasalahan pegawai. Dialog itu agar ada solusi terbaik bagi pegawai.

"Sebenarnya masih tersedia ruang dialog yang lebih baik dan ini tetap dengan tangan yang terbuka, pemikiran yang terbuka, dan pencapaian resolusi yang terbaik," lanjutnya.

Di sisi lain, Togar menyebut pemberhentian bukan opsi pertama dalam kasus ini. Namun pihaknya masih memproses masalah yang dihadapi oleh Neni.

"Sedang proses, dan tentu terbuka untuk opsi lain, bukan hitam putih. Tidak baik terlalu reaktif dan tidak ada dialog," ucap Togar.

Versi Sekjen, bukan pemecetan, tapi rotasi. Sayang, hingga demo diakhiri, Sekjen tak membuka sesi dialog yang dijanjikan.

 

***

 

Ini demo pertama kepada pembantu presiden Prabowo. Aksi ini menyuarakan aspirasi ASN ke Menteri sebelum 100 hari kerja.

Dari video yang dilihat melalui Kanal YouTube Kompas TV, ada mobil berkelir hitam  berada di lobi basement. Saat hendak turun untuk keluar dari area basement, laju mobil yang dikawal sejumlah petugas keamanan bersafari hitam itu melambat.

Hal ini dikarenakan ratusan pegawai Kemendikti Saintek yang berunjuk rasa, menahan laju mobil yang diduga dinaiki oleh Mendikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro, itu.

Mereka terlihat membentangkan sepanduk berwarna hitam, bertuliskan "Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri", sembari berteriak meminta Satryo untuk mundur dan turun.

Beberapa petugas keamanan yang mendapati hal itu berupaya menggeser keberadaan mereka untuk membuka jalan agar mobil bisa meninggalkan lokasi. Ketika mendapat celah, mobil itu kemudian tancap gas, tanpa ada respons dari orang yang berada di dalamnya kepada para pengunjuk rasa.

Selain menghadang mobil menteri, para pendemo  juga mengirimkan karangan bunga sebagai reaksi atas tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Satryo.

Paguyuban Kemendikti  melakukan aksi tersebut sebagai ajang berdemokrasi untuk memperlihatkan kepada Presiden Prabowo Subianto jika menteri yang dilantiknya telah bertindak sewenang-wenang.

Protes damai melibatkan ASN ini masuk pembangkangan sipil tanpa kekerasan. Ada tujuan mewujudkan perubahan politik di sebuah kementerian pendidikan tinggi.

Meskipun kita sering menganggap demonstrasi sebagai sesuatu yang negatif, melawan "atasan," demonstrasi ini tampak bersifat positif, yaitu untuk memengaruhi presiden agar menegur pembantunya agar tidak bertindak sewenang-wenang. ([email protected])

Berita Terbaru

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, mengungkap adanya perintah dari Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, untuk memberikan p…

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Komisi A DPRD Jawa Timur meminta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita dengan anggaran Rp4,5 miliar tidak c…

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas bermain, bergerak, dan …

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih fleksibel agar dapat…

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…