Tekan Wabah PMK, Pemkab Sumenep Salurkan 7.000 Dosis Vaksin ke Ternak Sapi Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pemberian dosis vaksin PMK ke sapi ternak warga yang terdampak di Kabupaten Sumenep. SP/ SMP
Ilustrasi. Pemberian dosis vaksin PMK ke sapi ternak warga yang terdampak di Kabupaten Sumenep. SP/ SMP

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di lingkup Kabupaten Sumenep mulai meresahkan peternak sapi. Saat ini, sebanyak 3.743 ekor sapi milik warga Sumenep positif terjangkit wabah tersebut.

Menindaklanjuti wabah tersebut agar tidak meluas dan dapat ditekan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, menyalurkan sebanyak 7.000 dosis vaksin melalui puskeswan setempat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Sumenep Chainur Rasyid, menjelaskan, saat ini Pemkab memiliki tiga puskeswan, tersebar di tiga kecamatan, meliputi dua puskeswan di kecamatan yang ada di daratan, yakni di Kecamatan Ganding, dan Kecamatan Kota. Satu puskeswan lainnya berada di kecamatan kepulauan, yakni di Kecamatan Gayam.

"Penyaluran 7.000 dosis vaksin ini melalui pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang ada di Sunenep dan petugas inseminator yang tersebar berbagai kecamatan daratan dan kepulauan," ujarnya, Rabu (29/01/2025).

Sehingga diharapkan dengan adanya fasilitas vaksin PMK di setiap puskeswan tersebut, dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan hewan ternak sapi dalam menekan wabah yang meresahkan warga sekitar.

Selain melalui puskesmas, pendistribusian vaksin PMK juga dilakukan melalui penyuluh dan petugas inseminator yang tersebar di 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

Sebagai informasi, selain PMK, jenis penyakit sapi lainnya yang juga ditemukan di Kabupaten Sumenep adalah Bovine Ephemeral Fever (BEF) yang ditandai dengan demam tiga hari. Biasanya, hewan ternak kehilangan nafsu makan dan minum (anorexia), serta mengalami demam di atas 39 derajat selsius, gemetar (hipertermia), dan keluar leleran cairan (serous) dari hidung (leleran nasal).

Selain itu, mengalami pembengkakan pada sendi yang dapat mengakibatkan pincang hingga ambruk dan diiringi dengan kembung. Penyakit ini disebabkan virus dengan penghantar nyamuk.

”BEF ini menular dari satu sapi ke sapi yang lain. Bisa disertai dengan timpani atau perut kembung karena konsumsi rumput muda yang langsung diberikan pada sapi,” katanya.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan kandang dengan menyemprotkan disinfektan untuk mencegah persebaran penyakit. sm-01/dsy

Berita Terbaru

Cegah Kanker Serviks, Pemkot Mojokerto Libatkan Organisasi Wanita dalam Gerakan Skrining IVA

Cegah Kanker Serviks, Pemkot Mojokerto Libatkan Organisasi Wanita dalam Gerakan Skrining IVA

Rabu, 03 Jun 2026 15:27 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggandeng berbagai organisasi Perempuan di Kota Mojokerto untuk memperkuat upaya deteksi dini kanker l…

Dari Pelatihan hingga Modal Usaha, Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran di Kota Mojokerto

Dari Pelatihan hingga Modal Usaha, Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran di Kota Mojokerto

Rabu, 03 Jun 2026 14:28 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025 g…

Ukur Ulang Batas Lahan TPA Randegan, BPN Pastikan Tidak Ada Penyerobotan Lahan

Ukur Ulang Batas Lahan TPA Randegan, BPN Pastikan Tidak Ada Penyerobotan Lahan

Rabu, 03 Jun 2026 14:16 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 14:16 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojokerto dan warga sekitar melakukan pengukuran ulang …

Evaluasi Total BGN, SATRIA Jatim Sebut Prabowo Tak Main-Main Soal Program Gizi Nasional

Evaluasi Total BGN, SATRIA Jatim Sebut Prabowo Tak Main-Main Soal Program Gizi Nasional

Rabu, 03 Jun 2026 14:02 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 14:02 WIB

SATRIA Jatim Pasang Badan untuk Kebijakan Prabowo Copot Kepala BGN. “Kami mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo dalam melakukan pergantian pimpinan BGN. In…

Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau

Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau

Rabu, 03 Jun 2026 13:36 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat fenomena cuaca yang tidak menentu melanda Kabupaten Jombang sepanjang awal musim kemarau 2026. Hal itu tentu juga membuat…

Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha

Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha

Rabu, 03 Jun 2026 13:22 WIB

Rabu, 03 Jun 2026 13:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasca Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah harga bahan pokok (bapok), khususnya cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten…