SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dalam rangka mewujudkan kinerja perangkat daerah yang langsung berdampak pada masyarakat, Pemkot Mojokerto melalui Bapperida kembali menggelar Lomba Inovasi Daerah tahun 2025, bertemakan “Inovasi Tumbuh, Berkembang dan Berdampak”.
“Ini sebagai ajang kreatifitas perangkat daerah maupun masyarakat, inovasi tak boleh berhenti, harus terus tumbuh, berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkap Sekdakot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo kepada Surabaya Pagi.
Menurut Sekda, harapan dari diadakannya lomba Mojo Indah 2025 ini tak bukan hanya untuk menggali inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lomba Mojo Indah 2025 diikuti 65 inovasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Unit Perangkat Terpadu (UPT), serta kelurahan dan terdapat 14 inovasi dari masyarakat.
“Nanti akan kita pilih 5 terbaik kategori OPD, dan 5 terbaik kategori masyarakat, dengan total hadiah 40 juta rupiah, tropi, serta piagam penghargaan," tegasnya.
Melalui Mojo Indah juga diharapkan bisa menumbuhkembangkan budaya inovatif sehingga setiap OPD mampu melahirkan inovasi - inovasi baru di daerah secara lebih efektif dan efisien.
Apalagi, Kota Mojokerto sudah dua tahun berturut-turut dinobatkan sebagai kota terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Semoga ini bisa menambah semangat untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru di Kota Mojokerto,” ujar Sekda.
Dijelaskan, inovasi menjadi salah satu instrumen penting dalam proses birokrasi, di era digital saat ini inovasi menjadi kata kunci untuk menjawab harapan dan tuntutan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kota Mojokerto, Agung MS mengatakan Lomba Mojo Indah (Mojokerto Inovasi Daerah} sebagai sarana pembinaan terhadap inovasi daerah dan evaluasi awal untuk IID 2025.
"Lomba ini sebagai upaya untuk meningkatkan minat perangkat daerah dan masyarakat dalam melakukan kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi yang menghasilkan sebuah inovasi kreatif yang bisa berdampak positif bagi peningkatan kualitas layanan pada masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan dalam sektor non ekonomi," jelasnya. Dwi
Editor : Desy Ayu