SURABAYAPAGI.com, Batu - Melihat fenomena disparitas (kesenjangan) antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan di Kota Batu, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat akan merealisasikan program 1.000 sarjana mulai tahun 2025.
Sedangkan lebih lanjutnya, terkait program ini nanti akan diupayakan dengan cara mengandalkan dana dari tanggung jawab sosial perusahaan atau (CSR). Sehingga APBD tidak terlalu terbebani.
"Sumber pembiayaan (1.000 Sarjana) tidak hanya mengandalkan APBD karena kebutuhan biayanya lumayan besar. Maka dari sumber pembiayaan tidak harus melalui APBD saja tapi CSR," jelas Wali Kota Batu Nurochman, Selasa (11/03/2025).
Meski dalam programnya memberikan kuota 1.000 sarjana, namun dalam pelaksanaan program tahun 2025 ini tidak langsung menyasar 1.000 orang. Tapi akan dimulai secara bertahap karena harus melakukan banyak persiapan dan penyesuaian anggaran.
"Mana yang mampu kami tunaikan di 100 hari masa kerja itu dilakukan, misalnya lebih dulu 50 mahasiswa itu alhamdulillah dan ini sebagai langkah awal kesungguhan dan keseriusan kami melaksanakan visi-misi," terangnya.
Terkait dengan detail mekanisme pemanfaatan dana CSR kini masih dilakukan pembahasan, termasuk mengenai surat keputusan (SK) yang menyangkut forum tanggung jawab sosial perusahaan.
"Kami sudah punya Perda CSR, kemudian forum CSR sudah di SK-kan tetapi akan kami evaluasi personalianya sebagai pengelola sebagai dana CSR di Kota Batu," ucap dia.
Pasalnya, program 1.000 sarjana tersebut juga merupakan salah satu visi-misi Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, sebagai langkah dalam mewujudkan Indonesia Emas di 2045.
"“Salah satu program kami adalah 1.000 sarjana, insya Allah sudah ada konsepnya dan siap dilaksanakan. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat. Target Indonesia Emas tidak akan mudah jika kualitas sumber daya manusianya tidak bagus," tandasnya. bt-01/dsy
Editor : Desy Ayu