SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Firman Tuhan menegaskan dalam Kolose 3:13, “Tolonglah satu sama lain dan ampunilah satu sama lain, jika ada alasan untuk mengeluhkan orang lain. Seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu juga harus berbuat demikian.” Mengampuni atau memaafkan adalah refleksi dari kasih dan pengampunan yang kita terima dari Tuhan."
Dalam Injil Matius 18:21-22 Petrus bertanya kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuhkali? Yesus berkata kepadanya: Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”.
Ya maklum, setiap manusia di dunia ini tentu tidak lepas dari perbuatan salah yang dilakukannya, termasuk kepada sesamanya sekali pun. Entah itu besar atau kecil, kita pasti pernah menerima kesalahan yang dilakukan oleh orang lain.
Terkadang, kesalahan besar yang dibuat oleh orang lain, bisa membuat kita menjadi sakit hati. Perasaan tersebut tentu menimbulkan suatu kondisi di mana kita menjadi kesulitan untuk memaafkan orang lain.
Saya kadang bertanya dalam diri saya, seberapa besar kesalahan yang dilakukan orang lain pada saya?, memaafkan adalah hal yang sangat penting untuk kita lakukan. Bahkan melalui firman-Nya di dalam Alkitab, Tuhan juga berpesan kepada kita untuk melakukan hal tersebut.
Sebagai pengingat dan pegangan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.
Meski kelihatannya tidak mudah, memaafkan tetap menjadi salah satu hal yang wajib untuk dilakukan oleh siapa saja, tak terbatas pada kalangan tertentu.
Seperti kata firman Tuhan di dalam Alkitab, hendaknya suatu kejahatan yang kita terima dibalas hendaknya dengan kebaikan. Hal ini berarti, ketika kita menerima suatu kesalahan yang amat berat sekali pun dari orang lain, kita tetap harus memaafkannya.
Saya menyimpan beberapa kutipan ayat Alkitab yang berisi tentang pesan untuk memaafkan orang lain, antara lain:
Matius 6:14
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.
Kolose 3:13
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
Kolose 1:13-14
Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Efesus 4:31-32
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Lukas 17:3-4
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.
Mengampuni, memang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.
Mungkin mudah buat kita mengampuni seseorang yang hanya melakukan kesalahan kecil. Tapi gimana kalau orang lain melakukan sesuatu yang sangat buruk dan bahkan merusak masa depan kita, seperti dilecehkan, ditolak sejak kecil dan sebagainya.
Waktu kita bilang kita sudah mengampuni seseorang yang sudah merusak hidup kita, tapi saat bertemu dengan dia hati kita kembali membara. Apakah itu dinamakan mengampuni? Menurut saya belum.
Pengampunan adalah suatu kewajiban dalam hidup orang percaya. Tuhan memanggil kita untuk itu. Pengampunan harusnya jadi gaya hidup yang kita jalani sepanjang hidup kita dan hal itu dituliskan dalam Alkitab. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham