Viral, Tas Branded Hampir Semuanya Dibuat di China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkap layar video seorang WN China dengan berbahasa mandarin, yang menunjukkan berbagai tas branded dibuat di China.
Tangkap layar video seorang WN China dengan berbahasa mandarin, yang menunjukkan berbagai tas branded dibuat di China.

i

Hermès, Saint Laurent, Gucci, Dior dan Prada, Punya Standar Produksi Khusus

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral video di media sosial yang mengklaim sederet tas branded hampir semuanya dibuat di China. Klaim tersebut muncul dari sebuah video di TikTok yang telah ditonton lebih dari 10 juga kali di dunia. Video itu berisi klaim bahwa 80% tas mewah dibuat di China.

"Mereka mengambil tas yang hampir jadi dari pabrik-pabrik di China dan hanya melakukan pengemasan ulang dan pemasangan logo. Kira-kira seperti itu," klaim pengguna media sosial tersebut dalam video yang beredar.

Nyatanya, klaim tersebut dinilai tidak sepenuhnya benar. Dikutip dari Newsweek, Rabu (16/4/2025), beberapa merek besar di dunia justru memiliki fasilitas produksinya sendiri di negara masing-masing.

Meskipun video TikTok mengklaim bahwa tas-tas branded dibuat di China, hal ini juga sangat tidak mungkin berdasarkan peraturan pelabelan di AS maupun Uni Eropa. Agar suatu produk diberi label 'made in USA,' produk tersebut harus memenuhi standar aturan Komisi Perdagangan Federal AS (US Federal Trade Commission/FTC).

Hal ini berarti bahwa semua komponen penting, pemrosesan, dan tenaga kerja suatu produk harus berasal dari AS. Perakitan akhir pun harus dilakukan di AS, produk tidak boleh diubah secara substansial di luar negeri.

Sementara itu, pelabelan di Uni Eropa diatur berdasarkan Peraturan UE 952/2013. Namun, Prancis dan Italia memiliki pedoman yang lebih ketat untuk melindungi industri mewah dan kerajinan mereka. Suatu produk dapat diberi label 'made in Italy' jika transformasi substansial terakhir dari produk tersebut terjadi di Italia, yang berarti bagian utama dari proses pembuatannya terjadi di Italia.

Sama halnya dengan label 'made in France,' suatu produk harus mengalami transformasi substansial terakhirnya di Prancis. Artinya, semua langkah pembuatan utama terakhirnya harus terjadi di Prancis.

Merek fesyen Prancis, termasuk Hermès sering kali akan melakukan lebih dari standar tersebut untuk memastikan desain, sumber material, pemotongan, perakitan, dan penyelesaian semuanya dilakukan di Prancis. Banyak merek yang mematuhi Origine France Garantie (OFG), yang merupakan sertifikasi nasional yang lebih ketat, yang mensyaratkan bahwa karakteristik penting suatu produk dibuat di Prancis dan 50�ri harga pokok per unit berasal dari operasi Prancis.

 

Hermès Dibuat Langsung di Prancis

Merek Hermès misalnya, tas-tasnya dibuat langsung di Prancis. Mereka memiliki tempat produksi di berbagai wilayah termasuk Pantin, tepat di luar Paris, Ardennes, Lyon, dan Normandy, dan lain-lain.

Diperlukan waktu antara 1-40 jam untuk membuat satu tas Hermès. Untuk model seperti Birkin, Kelly, atau Constance. Perajin dapat berlatih hingga 5 tahun sebelum mereka dapat membuat tas branded tersebut. Hermès menggunakan penyamakan kulitnya sendiri untuk memastikan kontrol kualitas mulai dari kulit hingga tas tangan.

Tas Hermès pun perlu diautentikasi dengan kode perajin yang biasanya berada di bawah penutup atau di bagian dalam tas. Kode ini menunjukkan tahun dan tempat produksi.

Lebih lanjut, ada juga Prada Group asal Italia yang miliki merek dagang besar Prada hingga Miu Miu. Kedua merek tersebut memproduksi tas tangan mereka di Italia. Tepatnya, di Kompleks Valvigna milik perusahaan tersebut yang berlokasi di Tuscany, Italia.

Sementara itu, merek Saint Laurent memproduksi tas mewahnya di Prancis dan Italia. Merek yang satu ini juga memiliki fasilitas produksi barang-barang dari kulit di distrik tas tangan kulit Tuscany, tempat merek-merek mewah populer seperti Gucci dan Dior juga memiliki pabrik produksi. n nwk/ap/rmc

Berita Terbaru

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Kebut Proyek Rumah Pompa dan Pengerukan Sungai

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Antisipasi banjir dilakukan Pemkab Sidoarjo sejak dini menjelang musim hujan. Untuk itu, Wakil Bupati Mimik Idayana memastikan p…

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Jadi Penyaring Belerang, Raih Paten Inovasi Silika

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Produk samping industri yang selama ini membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan justru berhasil disulap PT Petrokimia Gresik m…

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

PDIP Minta Restrukturisasi OPD Tak Bebani APBD, Bupati Madiun Sebut  Lebih Efisien

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun memberikan perhatian terhadap rencana perubahan ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 6 T…

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Jelang Akhir Tahun Pemkab Ponorogo Kebut Proyek Fisik, DPRD Ingatkan Soal Kualitas

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

Senin, 21 Sep 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mulai menggenjot pelaksanaan sejumlah pekerjaan fisik di tengah waktu pelaksanaan anggaran 2026 …

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Peringatan HUT ke-81 PMI, Pemkot Mojokerto Apresiasi 23 Pendonor Darah Sukarela 75 Kali

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

Senin, 21 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Semangat kemanusiaan terus mengalir di Kota Mojokerto. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), sebanyak …

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Bambang Haryo Terima Penghargaan Pembina Olahraga 2026, Target Prestasi Jatim di PON Jadi Sorotan

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

Senin, 21 Sep 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Pembina Olahraga Perorangan B…