Dugaan Drama, Ibu Tannur Maki-maki Pengacaranya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Meirizka Widjaja, ibu Ronald Tannur, dalam persidangan Senin (19/5/2025) kesal dengan Lisa Rachmat, pengacara anaknya.
Meirizka Widjaja, ibu Ronald Tannur, dalam persidangan Senin (19/5/2025) kesal dengan Lisa Rachmat, pengacara anaknya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kesaksian Ibunda Gregorius Ronald Tannur, Meirizka Widjaja, yang memaki maki Lisa Rachmat sebagai pengacara anaknya, diucapkan sambil menangis.

Tangisnya, jadi pembicaraan beberapa panitera PN Tipikor Jakarta.

"Kayaknya keterangan ibu Gregorius Ronald Tannur, drama di sidang," kata seorang panitera perempuan kepada Surabaya Pagi, Selasa (20/5).

Dalam sidang hari Senin (19/5) Meirizka Widjaja, menyesal memakai jasa Lisa Rachmat sebagai pengacara anaknya dalam kasus kematian Dini Sera Afrianti.

Saat diperiksa sebagai terdakwa kasus dugaan vonis bebas Ronald Tannur di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/5/2025), Meirizka mengungkapkan sesal itu dengan tangis air mata.

Ibu Gregorius Ronald Tannur, Meirizka Widjaja, dihadirkan sebagai terdakwa di kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa 3 hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

 

Protes Lisa soal Sumber Uang

Ibunda Gregorius Ronald Tannur, Meirizka Widjaja mengaku pernah protes ke pengacara putranya, Lisa Rachmat. Meirizka memprotes keterangan Lisa soal sumber duit yang diberikan ke hakim pembebas anaknya di kasus kematian Dini Sera. Juga saat dihadirkan sebagai saksi terdakwa 3 hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo, Meirizka protes mengapa Lisa melibatkan dirinya.

"Saudara Saksi, ini ada kalimat di dakwaan klien kami, Pak Heru, 'pada sewaktu-waktu yang tidak dapat diingat lagi dalam tahun 2024, Meirizka Widjaja menyerahkan uang tunai sebesar Rp 2 miliar kepada Lisa Rachmat di kantor Lisa Associates yang beralamat di Kendalsari Raya No 51,52'. Apakah Saudara mengetahui hal ini?" tanya kuasa hukum Heru Hanindyo di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa .

"Ya itu, saya sempat protes ke Lisa. Waktu kemarin sidang pertama saya kan saya ketemu dia, saya tanyakan itu, uang itu, saya bilang 'kenapa ada dakwaan seperti itu?' saya bilang 'kapan saya kasih kamu uang Rp 2 miliar' terus dia jawab saya begini, 'ya soalnya saya kalau nggak bilang dari kamu uangnya, nanti saya dikejar sama jaksa. Katanya uangnya itu dari mana asal-usulnya, jadi ya saya bilang aja dari kamu'. Waduh. Saya kan bingung saya bilang, 'itu urusan kamu lah, kok saya dilibatkan'. Jadi saya nggak tahu sama sekali itu uang Rp 2 miliar," jawab Meirizka.

 

Uang Suap dari Meirizka Widjaja

Meirizka mengaku tak tahu soal pemberian Rp 2 miliar oleh Lisa ke Heru. Dia menyayangkan jawaban Lisa yang menyebut namanya, dengan alasan tak mau dikejar-kejar jaksa soal sumber duit tersebut.

"Artinya Saudara tidak tahu ya uang ini dari Saudara kemudian peruntukannya untuk apa Saudara tidak mengetahui?" tanya kuasa hukum Heru.

"Saya tidak pernah kasih Pak," jawab Meirizka.

Lisa Rahmat selaku pengacara dari Gregorius Ronald Tannur, dua kali memberi uang suap dari Meirizka Widjaja, Ibu Ronald Tannur ke hakim PN (Pengadilan Negeri) Surabaya di Dunkin Donuts Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Penyerahan uang pertama kali dilakukan Lisa Rahmat pada awal bulan Juni 2024 lalu.

Hal tersebut diungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Harli Siregar.

"Kalau bukan dari keluarga Tannur, pengacara Lisa, wakili siapa? Masak dari uang pribadinya," kata seorang panitera Tipikor Jakarta bernada tanya, Selasa (20/5).

 

Meirizka Tuding Lisa Sangat Jahat

Ibunda Gregorius Ronald Tannur, Meirizka Widjaja, menyesal memakai jasa Lisa Rachmat sebagai pengacara anaknya dalam kasus kematian Dini Sera Afrianti.

Meirizka mengungkapkan sesal itu dengan tangis air mata.

Meirizka menilai apa yang dilakukan Lisa sangat jahat. Dia menyebut bahwa Ronald sebenarnya tak berpikir bahwa akan divonis bebas.

"Apakah saudara terdakwa punya salah sama Lisa Rachmat sehingga Lisa Rachmat menarik-narik saudara dalam perkara ini?" tanya kuasa hukum Meirizka.

"Sama sekali tidak, justru saya kecewa kenapa Lisa membawa saya, menyeret saya ke dalam perkara ini. Jahat sekali dia. Saya tidak pernah bersalah apa-apa sama dia, kenapa dia begitu jahat kepada saya sehingga saya bisa terseret ke dalam lingkaran setan ini," jawab Meirizka sambil menangis.

"Saya betul-betul menyesal memakai Lisa sebagai pengacara untuk anak saya," tambahnya.

"Setelah putusan bebas tadi, sempat ketemu dengan Ronald ya. Apakah Ronald pernah menyampaikan ke saudara bahwa kenapa dia bisa bebas? Apakah karena dia berterima kasih kepada saudara, misalkan, terima kasih sudah dibantu sehingga bebas, atau bagaimana? Apa yang disampaikan Ronald saat itu?" tanya kuasa hukum Meirizka lagi.

"Tidak, Ronald justru tidak tahu juga kalau dia akan dibebaskan," jawab Meirizka.

"Saudara pernah tanya ke Ronald? Kenapa kamu kok bisa bebas? Atau menurut apa yang disampaikan oleh Ronald?" tanya kuasa hukum Meirizka.

"Dia juga nggak berpikir dia akan bebas," jawab Meirizka. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan kunjungan Kapolres Gresik Ramadhan Nasution di SLB Kemala Bhayangkari 2 G…

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai terkuak setelah b…

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Satu unit handphone dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi dari hasil penggeledahan di rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman d…

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya baru-baru ini mencatat terjadi lonjakan kasus terhadap suspek penyakit campak yang mana…

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Perihal rencana dua koridor baru Bus Trans Jatim Malang Raya, saat ini masih menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan…