SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Melalui keberadaan industri tembakau yang melimpah ruah dan banyak menghasilkan membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disprinaker) mampu meningkatkan perekonomian daerah.
Hal itu diungkap Kepala Disprinaker Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, jika sumber pendapatan dan lapangan kerja industri tembakau menjadi tumpuan hidup bagi ribuan warga Bojonegoro, terutama bagi petani tembakau dan buruh pabrik rokok.
"Industri tembakau dan rokok memiliki peran yang signifikan dalam perekonomian Kabupaten Bojonegoro," ujar Kepala Disprinaker Amir Syahid, Senin (02/06/2025).
Data tersebut berdasarkan jumlah tenaga kerja pada sektor tersebut pada 2023 tercatat sebanyak 64.286 orang dan meningkat menjadi 69.052 orang pada 2024, dan kembali naik menjadi 75.602 pekerja pada 2025.
"Jumlah perusahaan rokok dan tembakau di Bojonegoro sekarang ini 36 perusahaan," jelasnya.
Selain itu, Pemkab melalui Disprinaker Bojonegoro juga turut memberikan sejumlah fasilitas pelatihan, seperti Menurut dia, mengadakan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya peningkatan produksi dan luas tanam tembakau di Bojonegoro dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sehingga dapat membuka potensi lain seperti masuknya investasi termasuk pengembangan industri di wilayah setempat seperti pendirian pabrik dan gudang pengolahan tembakau. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu