SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Volvo kembali menunjukkan komitmennya dalam sisi keselamatan berkendara dengan memperkenalkan peningkatan pada sistem sabuk pengaman "Multi-Adaptive Safety Belt" yang diklaim sebagai teknologi pertama di dunia.
Pabrikan otomotif dari Swedia kali ini ingin lebih meningkatkan keselamatan bagi semua orang dalam situasi lalu lintas secara real-time yang juga memang dirancang untuk lebih melindungi orang dengan beradaptasi terhadap variasi lalu lintas dan orang yang memakainya, berkat data waktu nyata dari sensor canggih mobil.
“Multi-Adaptive Safety Belt pertama di dunia ini adalah tonggak sejarah lain dalam keselamatan otomotif dan contoh hebat tentang bagaimana kami memanfaatkan data waktu nyata dengan ambisi untuk membantu menyelamatkan jutaan nyawa lagi,” kata Head of Volvo Cars Safety Centre, Åsa Haglund, Senin (09/06/2025).
Sistem ini dapat menggunakan input data dari sensor interior dan eksterior untuk menyesuaikan perlindungan, menyesuaikan pengaturan berdasarkan situasi dan profil penggunanya, seperti tinggi, berat, bentuk tubuh, dan posisi duduk.
Sebagai contoh, penumpang berpostur lebih besar dalam kecelakaan serius akan menerima pengaturan beban sabuk yang lebih tinggi yang berkontribusi dalam mengurangi risiko cedera kepala. Sedangkan penumpang berpostur lebih kecil akan menerima pengaturan beban sabuk yang lebih rendah untuk mengurangi risiko patah tulang rusuk.
Sistem tersebut akan debut pada salah satu lini kendaraan listrik terbaru dari Volvo, yaitu EX60 yang akan meluncur tahun depan. Inovasi ini melanjutkan langkah Volvo sebagai pionir dalam keselamatan berkendara setelah pertama kali memperkenalkan sabuk pengaman tiga titik pertama di dunia pada tahun 1959 silam yang diklaim menyelamatkan jutaan nyawa di dunia. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu