Konten Psikolog, Bisa Bikin Risau Politisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Psikolog Lita Gading, bikin konten yang diunggah di Instagramnya. Dalam unggahannya, Lita menyoroti sikap Ahmad Dhani yang membahas Maia Estianty.

Sebagai psikolog, Lita Gading mengingatkan Ahmad Dhani seharusnya tidak menyerang Maia Estianty.

"Kalau menurut saya seharusnya nggak usah kayak begitu, masa lalu biarlah berlalu. Mau kalian bersihkan seperti apa pun kondisi kalian itu sudah tercatat di seluruh jejak digital," tulis Lita dalam Instagram miliknya, Jumat (11/7/2025).

Psikolog Lita Gading memberikan tanggapan tegas terhadap laporan polisi yang dilayangkan musisi Ahmad Dhani.

Laporan tersebut terkait dugaan eksploitasi anak dan pelanggaran UU ITE terhadap anak Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, SF, melalui sebuah video yang diunggah Lita Gading di media sosial.

Melalui kuasa hukum Lita Gading, Syamsul Jahidin, membantah keras tuduhan tersebut dan enggan meminta maaf usai dilaporkan.

Video yang diunggah Lita Gading bertujuan untuk edukasi dan tidak mengandung unsur merendahkan martabat anak. Ia menilai anggapan pihak Ahmad Dhani berbeda dari maksud sebenarnya dari konten tersebut.

"Disampaikan dalam video sendiri bahwa ini katanya video edukasi, tapi mereka menganggap itu bukan video edukasi, itu kan anggapan mereka, bukan secara undang-undang," tutur Syamsul Jahidin.

Menanggapi klaim soal terganggunya kondisi psikologis anak, ia menekankan pentingnya pembuktian ilmiah, bukan hanya dugaan sepihak.

"Kalau katanya terganggu psikisnya, itu harus dibuktikan dengan pemeriksaan psikologi. Bukan ujug-ujug laporan," jelasnya.

Ia juga menambahkan Lita Gading adalah seorang psikolog profesional yang aktif dan memiliki sumpah profesi. Oleh karena itu, apa yang disampaikan kliennya di media sosial dinilai berada dalam koridor edukatif, bukan perundungan.

"Kalau kami melihat videonya, tidak ada sama sekali perundungan atau menjatuhkan martabat anak, dalam laporan pun, tidak disampaikan juga bentuk perundungannya ini seperti apa," pungkasnya.

Ahmad Dhani, tak terima. Suami Mulan ini melaporkan akun Lita Gading ke Polda Metro Jaya pada Kamis (10/7/2025). Laporan tersebut terkait dugaan eksploitasi anak dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menjelaskan laporan ini diajukan karena konten yang dibuat oleh Lita Gading dianggap memicu bullying terhadap anak Dhani, SF, serta melakukan eksploitasi anak di bawah umur.

"Kita melaporkan inisial LG karena ini dianggap kejahatan serius. Kejahatan terhadap eksploitasi anak, kekerasan psikis. Itu tidak hanya diatur oleh hukum positif kita, tapi juga menjadi konvensi internasional," ujar Aldwin saat di Polda Metro Jaya pada Kamis (10/7/2025).

"Anak punya hak privasi untuk tidak dipublikasikan melalui media. Tidak boleh fotonya dipotong-potong, namanya diangkat ke media, dan di stigmatisasi atas perilaku orang tuanya. Itu diatur oleh Undang-Undang Perlindungan Anak," sambungnya.

Beda dengan kuasa hukum psikolog Lita Gading, Syamsul Jahidin. Ia, menyampaikan kliennya akan mengikuti proses hukum dengan itikad baik terkait laporan polisi yang diajukan Ahmad Dhani.

Laporan tersebut berkaitan dengan video yang diduga, memuat eksploitasi dan pelanggaran UU ITE terhadap anak Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, yakni SF.

"Kami juga sangat beritikad baik jika nanti ada pemanggilan klarifikasi kami akan datang, kami akan lalui proses hukum yg berjalan kami hormati semua," kata Syamsul Jahidin dalam konferensi pers di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2025).

Ia menegaskan niat awal dari video yang dipersoalkan adalah untuk memberi edukasi kepada masyarakat, bukan untuk menyerang siapa pun.

"Kita memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Kita berikan contoh yg baik untuk masyarakat, untuk apa sih diributin," tuturnya.

 

***

 

Menjadi seorang content creator atau YouTuber, saat ini tidak terlalu sulit. Utamanya punya channel YouTube. Seperti  video merupakan salah satu bentuk konten yang banyak diminati oleh banyak orang pada saat ini. Ini dengan mudah ditemukan di YouTube. Namun, untuk membuat konten dalam bentuk video tidaklah mudah. Dibutuhkan tahapan yang cukup banyak, seperti pra-produksi, produksi, hingga post-produksi. Bagi  yang masih pemula perlu mentukan strategi konten.  Pada dasarnya,  membuatnya  bebas berbagai macam konten yang diinginkan, mulai dari, vlog, video lucu, tips & tutorial, reaction, talkshow, dan yang lainnya. Namun, yang menjadi pertanyaan dasar adalah siapa yang akan menonton ?

Secara umum, tidak ada batasan dalam berkarya di YouTube. Kita mesti tahu peranan audience terhadap channel.

Salah satu cara untuk dapat menemukan ide yang cocok adalah dengan menggunakan mind mapping. Antara lain membuat sketsa sederhana dari berbagai ide. Kemudian, mulai tentukan topik dari yang paling umum hingga mencari ide yang lebih spesifik dan menarik.

Setelah konten video telah jadi, lalu meng-upload video ke channel YouTube. Dan untuk dapat membuat konten mudah ditemukan, jangan lupa juga untuk menggunakan fitur-fitur yang ada di YouTube, seperti menulis judul yang menarik, penggunaan gambar cover (thumbnail) yang unik, dan menuliskan penjelasan singkat di kolom deskripsi.

Nah Unggahan psikolog Lita Gading yang menyebut nama Safeea Ahmad, telah memicu kemarahan Ahmad Dhani hingga berujung laporan ke polisi dan KPAI.

Dalam video yang diunggah ke akun TikTok @litagading5 pada 20 Juni 2025, Lita membahas soal jejak digital sambil menampilkan nama dan foto Safeea Ahmad bersama sang ibu, Mulan.

Dalam tayangan itu, tampak kutipan pernyataan Safeea Ahmad yang membela ibunya, menyatakan bahwa Mulan bukanlah pelakor.

Namun, Lita justru menyoroti dampak psikologis yang mungkin dialami Safeea Ahmad akibat masa lalu kedua orang tuanya.

"Dia beban mental sampai kapan pun karena ulah dari orang tuanya, walaupun katanya ibunya bukan pelakor. Namun, sudah stigma orang bahwa hal itu sudah tertanam di diri Mulan," ujar Lita.

Ia menambahkan bahwa jejak digital tentang isu masa lalu keluarga Ahmad Dhani tidak bisa dihapus begitu saja.

"Jejak digital itu makanya serem banget," lanjutnya.

Meski begitu, Lita menyarankan agar Safeea Ahmad tetap menjaga pikirannya agar tetap positif.

"Untuk Safeea, kamu sekarang harus berpikir positif aja karena bagaimana pun buruknya orang tua kamu, adalah orang tuamu. Jadi tidak bisa kamu lihat dari pandangan orang lain," saran Lita.

Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar Safeea bersekolah di luar negeri demi menjaga kesehatan mentalnya.

 

***

 

Literasi bacaan saya, sebuah konten selain dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan mental, emosional,  ujaran kebencian, juga konflik sosial.

Kini muncul keributan di media sosial antara Ahmad Dani dan Lita Gading, seorang psikolog Jakarta.

Dari akun liputan6.com,  Lita Gading ditulis sebagai psikolog yang kerap memberikan komentar soal topik panas yang tengah diperbincangkan publik. Lita Gading adalah psikolog klinis dan artis multitalenta. Pendidikan Lita mencakup gelar S1 dan Master di bidang psikologi. Kontroversi terbarunya,  melibatkan laporan oleh Ahmad Dhani.

Kini Lita dikenal lewat bidang grafolog, atau menganalisis karakter melalui tulisan/coretan tangan. Dalam profil Instagram, ia menulis dirinya menangani psikoterapi hingga asesmen karyawan.

Tak hanya dunia psikologi, Lita Gading juga pernah terjun  sebagai model iklan, bintang sinetron dan film.

Dengan backgroundnya, menurut akal sehat saya, posisi Lita Gading, setanding dengan Ahmad Dani. Nyatanya, konten Psikolog ini telah membikin risau politisi Ahmad Dani. Kita lihat hasil akhirnya damai atau berlanjut di Pengadilan. ([email protected])

Berita Terbaru

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Satlantas Polres Madiun Perketat Patroli di Jalur Rawan Macet dan Kecelakaan

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun memperketat pengawasan lalu lintas dengan menggelar patroli strong point di sejumlah jalur …

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…