SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya nilai pernyataan Presiden Prabowo mengibaratkan hubungan Gerinda dan PDIP seperti adik kakak, isyaratnya pemerintah Prabowo membutuhkan stabilitas dan dukungan politik kuat.
Pernyataan Prabowo itu saya kutip usai ia berbicara mengenai hubungan partainya dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri .
Mengingat, pemerintahan Prabowo sedang menggencarkan banyak program besar yang menyedot banyak APBN mulai dari makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, itu membutuhkan stabilitas dan dukungan politik.
Menurut saya, dukungan politik itu penting agar anggaran bisa disetujui DPR.
Saya mengamati Prabowo belum mendapatkan dukungan sepenuhnya dari PDIP.
Jujur, saat ini meskipun sudah mendapatkan dukungan besar dari fraksi lain, PDIP sebenarnya masih belum sepenuhnya dapat 'dikontrol' oleh Prabowo. Saya lihat karena masih ada grup di internal PDIP yang menolak bergabung pemerintah. Ini sewaktu-waktu PDIP bisa berbalik arah mengkritik pemerintah, sehingga kalau itu terjadi akan berisiko dan mengganggu stabilitas politik dan ekonomi.
Saya menilai Prabowo terus berupaya menjaga hubungan baik dengan PDIP. Hal itu, ditujukan untuk menjamin stabilitas politik.
Menurut saya, ada target kedua menjaga hubungan baik dengan PDIP adalah memastikan stabilitas politik, yang ditandai dengan dukungan politik yang tinggi, tidak ada kritik, protes, dan kepercayaan publik yang tinggi pada pemerintah.
Saya menilai Prabowo membutuhkan stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Menurut saya stabilitas ekonomi dapat dipengaruhi oleh stabilitas politik di dalam negeri.
Saya memastikan politik domestik yang stabil saya kira menjadi keinginan pemerintah Prabowo, terutama menjaga hubungan baik dengan PDIP. Karena bila politik tidak stabil akan mengganggu kinerja ekonomi.
Pantauan saya, Prabowo sudah lama ingin mengajak PDIP masuk ke dalam pemerintahan. Namun, menurut saya, ada beberapa faktor yang membuat PDIP belum bergabung dalam koalisi pemerintah.
Tampak dalam pandangan saya, Prabowo memang sejak awal sudah berkeinginan sekali untuk mengajak PDIP masuk ke kabinet. Dan usaha Prabowo untuk terus melobi PDIP sepertinya nggak surut. Saya kira ada aspek-aspek lain atau faktor X yang membuat PDIP masih enggan masuk sepenuhnya, meskipun misalnya Puan sangat berkeinginan PDIP menjadi bagian dari koalisi. n rmc
*) Disampaikan Arya kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).
Editor : Moch Ilham