Bendera Merah Putih Sepi Pembeli, Tersaingi Tren Bendera Hitam One Piece

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang bendera di Kampung Bendera, Jalan Darmo, Wonokromo, Surabaya, mengeluhkan sepinya pembeli. Tahun ini, antusiasme masyarakat dinilai menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rahmat, seorang pedagang asal Surabaya yang telah bertahun-tahun berjualan bendera, mengungkapkan bahwa penurunan penjualan tahun ini mencapai sekitar 10 persen dibanding tahun lalu. “Biasanya awal Agustus sudah ramai. Tapi sekarang terasa sekali sepinya. Penjualan turun sekitar sepuluh persen,” keluhnya, minggu (3/8/2025).

Ia mengatakan bahwa kondisi ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana lapaknya selalu ramai dikunjungi warga yang ingin membeli bendera merah putih maupun umbul-umbul untuk merayakan Hari Kemerdekaan.

Salah satu faktor majunya era digitalisasi juga turut memengaruhi perilaku konsumen. Banyak masyarakat kini lebih memilih berbelanja secara online ketimbang membeli langsung ke lapak pedagang musiman di pinggir jalan.

“Kalau dulu orang datang langsung, bisa lihat barangnya dan langsung tawar. Sekarang banyak yang beli lewat marketplace. Kita yang jualan langsung makin sulit,” tambah Rahmat.

Tak hanya itu, munculnya tren budaya populer turut menyumbang turunnya penjualan bendera merah putih. Salah satu yang paling mencolok adalah tingginya minat masyarakat terhadap bendera bertema anime Jepang, terutama One Piece.

Bendera One Piece bergambar tengkorak bertopi jerami lambang kelompok bajak laut Topi Jerami dalam serial anime tersebut menjadi buruan banyak kalangan, khususnya sopir truk. “Kalau dulu sopir-sopir truk sering beli bendera merah putih ke sini. Sekarang lebih suka bendera One Piece, katanya lebih keren dan biar ikut tren dan banyak yang memakai bendar itu untuk saat ini,” ujar Rahmat.

Menurutnya, tren ini muncul karena pengaruh media sosial dan internet, di mana budaya luar cepat sekali menyebar dan memengaruhi gaya hidup masyarakat. Alhasil, simbol-simbol nasional perlahan tersisih oleh identitas visual yang lebih personal dan kekinian.

Fenomena ini menjadi potret tantangan baru dalam merayakan kemerdekaan. Di tengah kemeriahan HUT RI, para pedagang bendera tradisional kini dihadapkan pada perubahan zaman yang menuntut mereka untuk lebih adaptif dan kreatif agar tetap bertahan. Ad

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…