Kasih Karunia

Immanuel Ebenezer, Seperti tak Takut Tuhan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Immanuel Ebenezer alias Noel, minggu lalu, dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Noel dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka pemerasan usai terjaring OTT yang dilakukan KPK. Noel diduga mendapat jatah Rp 3 miliar dan motor Ducati. Ya Tuhan, ya ampun.

Tiba-tiba saya tergelitik menelusuri  nama "Imanuel" dalam Al Kitab .

Dalam bahasa Ibrani, Immanuel berarti "Allah beserta kita" atau "Tuhan beserta kita".

Nama ini memiliki makna simbolis yang mendalam dan sering dikaitkan dengan kehadiran dan perlindungan Allah.

Dalam Alkitab, nama Imanuel disebutkan dalam kitab Yesaya (Yesaya 7:14 dan Yesaya 8:8) dan juga dalam Injil Matius (Matius 1:23). Matius mengaitkan nama Imanuel dengan Yesus Kristus. Ia menafsirkan kelahiran Yesus sebagai penggenapan nubuat Yesaya. Jadi, nama Imanuel secara khusus merujuk pada Yesus sebagai wujud Allah yang hadir di tengah manusia.

Nama Imanuel juga memiliki varian dalam berbagai bahasa, seperti Emmanuel, Amanuel, dan lain-lain.

Juga dalam Alkitab, nama Ebenezer (atau Eben-Haezer) berarti "batu pertolongan". Istilah ini berasal dari bahasa Ibrani ʾeben (batu) dan ʿezer (pertolongan). Nabi Samuel mendirikan batu ini sebagai tanda peringatan atas pertolongan Allah dalam kemenangan atas orang Filistin, seperti yang tertulis dalam 1 Samuel 7:12.

Setelah kemenangan besar bangsa Israel atas orang Filistin, Samuel mendirikan sebuah batu dan menamainya Eben-Haezer.

Secara hurufiah istilah korupsi tidak ada di dalam Perjanjian Lama. Tetapi ada beberapa istilah lain yang memiliki hubungan dengan korupsi yakni kata shochad artinya: suap, atau hadiah.

Dalam Kel. 23:8 istilah suap dipakai dalam hubungan dengan aturan mengenai hak-hak manusia. Dalam aturan itu Musa, melarang orang Israel agar jangan menerima suap karena akan membutakan mata.

“Suap janganlah kau terima sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang- orang yang benar” .

Dalam Korupsi telah menjadi suatu kejahatan yang sering digambarkan sebagai ”gurita” yang melilit banyak orang sehingga sulit melepaskan diri dari pada lilitannya.  Jadi ternyata korupsi tidak hanya terjadi pada masa kini. Korupsi juga sudah terjadi pada zaman dahulu. Dalam masyarakat Israel pada masa lampau, korupsi telah menjadi praktek dalam masyarakat itu.

Maka demi mencegah tindakan korupsi itu, dibuatlah larangan-larangan yang dituangkan berbagai peraturan yang diberlakukan sebagai norma di tengah masyarakat Israel, yang tercermin dalam Alkitab. Sungguh pun demikian, korupsi terus terjadi hingga pada masa kini. Dalam Alkitab, tindakan itu tidak hanya di antara masyarakat kecil tetapi terutama dilakukan di kalangan para penguasa dan mereka yang memegang jabatan publik.

Bangsa Israel anggap suap membawa pengaruh yang buruk bagi mereka yang mengadili suatu perkara. Suap bisa membuat mata mereka menjadi buta dan memutar balikkan perkara orang yang benar sehingga mereka menghukum orang yang tidak bersalah dan membebaskan orang yang bersalah.

Oleh sebab itu, larangan memberikan suap itu dibuat dengan maksud agar keadilan dapat ditegakkan. Demi penegakan keadilan itu maka Musa menegaskan agar penyelenggaraan pengadilan terhadap umat harus dilakukan dengan adil. Musa mengatakan: “Jangan memutar-belikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutar-balikkan perkataan orang-orang yang benar” (Ul. 16:19).

Kata “memutar-balikkan” dapat kita jumpai juga dalam Kel. 23:2 dan Kel. 23:6, artinya: membelokkan, membengkokkan, membuat miring, membuatnya serong . Hakim yang melakukan tindakan yang demikian tidak menyangkali hak orang benar tetapi meniadakannya secara halus dengan cara membengkokkan keadilan. Ini karena ia telah dibutakan dengan suap yang ia terima.

Karena suap itu membengkokan keadilan maka ketika Jitro menasihati Musa untuk mengangkat orang-orang yang cakap di antara bangsa Israel untuk menjadi hakim yang membantu Musa mengadili perkara-perkara yang timbul di kalangan orang Israel itu maka ada tiga syarat yang ditekankan yakni:

Pertama, orang yang cakap dan takut akan Allah. Kedua, orang yang dapat dipercaya, dan ketiga, orang yang benci kepada pengejaran suap (Kel. 18: 21).  Ketiga syarat ini lebih menekankan kualitas moral dari pada intelektual. Sebab jika seseorang memiliki kualitas intelektual tetapi tanpa kualitas moral maka ia bisa terjerumus dalam godaan suap. Akibatnya keadilan diabaikan.

Lebih jauh, dalam persyaratan ini, salah satu aspek yang ditegaskan oleh Musa adalah orang yang takut akan Tuhan. Sebab orang yang takut akan Tuhan akan menghindarkan dirinya dari menerima suap.

Karena di manapun ia menerima suap, entah di tempat yang gelap ataupun tersembunyi Tuhan melihatnya, sebab Tuhan itu Mahatahu. Oleh sebab itu, orang yang takut akan Tuhan mestinya menolak menerima suap dan melakukan pemerasan dari siapapun juga. (Maria Sari)

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…