SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Budi Santoso membeberkan tengah melakukan efisiensi anggaran sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya perawatan payung hidrolis atau yang biasa disebut Payung Madinah di kawasan Alun-Alun setempat.
Sekretaris Disparpora Kota Pasuruan, Budi Santoso mengungkap, dalam efisiensi anggaran tersebut, dana perawatan payung yang sudah menjadi ikon Kota Pasuruan akan dipangkas hingga 50 persen.
Diketahui, Disparpora awalnya telah menganggarkan pemeliharaan tiap unit payung sebesar Rp 30 juta dengan anggaran total Rp 360 juta di Tahun 2025 ini. Namun, karena munculnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, mengharuskan pemerintah daerah melakukan efisiensi.
Sehingga, di Tahun ini, Pemkot memangkas 50 persen anggaran menjadi Rp 180 juta untuk 12 unit payung yang ada di kawasan alun-alun. Dengan kata lain Rp 15 juta per unit selama setahun.
"Ada efisiensi sehingga anggaran Payung Madinah tersisa separuh," kata Budi, Rabu (27/08/2025).
Lebih lanjut, Budi menjelaskan pemeliharaan tersebut meliputi seluruh infrastruktur payung selama satu tahun. Jika ada kerusakan atau potensi kerusakan, maka anggaran ini yang dipakai.
"Tidak termasuk biaya listrik dan kebersihan," jelasnya.
Pihaknya juga berharap tidak terjadi kerusakan berat. Mengingat sejak dibangun pada tahun 2022, Payung Madinah beberapa kali mengalami kerusakan. "Kalau hanya untuk pemeliharaan rutin,seperti dilakukan selama ini, anggaran yang ada sekarang mencukupi," pungkas Budi. ps-01/dsy
Editor : Desy Ayu