SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ternyata ditemukan jejak digital, massa demo di depan Gedung DPR pada 29 Agustus 2025, ada yang mencari-cari keberadaan anggota DPR yang berjoget pada saat Sidang Tahunan MPR 2025. Selain bikin pernyataan melukai rakyat.
Massa demo itu juga meneriakkan nama sejumlah anggota DPR melalui pengeras suara, mulai dari Ahmad Sahroni, Uya Kuya, hingga Eko Patrio.
Setelah tak ketemu di gedung Senayan, rumah Sekretaris Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa. Mereka menjarah isi rumah Sahroni.
Salah seorang orator mengatakan mereka meminta Partai NasDem mencopot Ahmad Sahroni dari keanggotaan partai.
Netizen juga bertanya ke kreator konten mainan Medy Renaldy terkait harga statue Iron Man dan Spider-Man yang diambil serta rusak dari rumah Sahroni. Medy menjawab rasa penasaran mereka dengan membuat konten terkait hal itu.
Medy menunjukkan kaki statue Iron Man Mark II yang dalam foto terlihat dijarah massa. Dia kemudian memberi jawaban.
"Statue life size rata-rata harganya ratusan juta," tulisnya sambil menunjukkan harga di toko online Rp 235 juta, yang dilihat pada Minggu (31/8/2025).
Tak cuma itu, dalam jarahan di rumah Ahmad Sahroni juga terdapat Iron Man Mark 85 life size. Statue itu ditulis Medy Renaldy harganya kisaran Rp 168 juta.
Juga ada statue Spider-Man seharga Rp 127 juta. Dilihat dari video penjarahan yang beredar di media sosial, statue manusia laba-laba tampak rusak dan hancur.
Ahmad Sahroni, dikenal Pencinta Iron Man.
Ahmad Sahroni mengaku sangat menyukai Iron Man. Ia baru bisa kesampaian membeli statue-nya setelah punya banyak uang.
Sahroni mengatakan punya lima statue Iron Man.
Pada hari yang sama, di depan NasDem Tower, Jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat, juga terjadi demo. Massa aksi tampak sudah memblokade jalan. Tepatnya sekitar pukul 18.00 WIB, kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat lewat jalan tersebut.
Massa aksi juga membakar ban di depan gerbang masuk NasDem Tower. Tampak sejumlah Babinsa berjaga di sekitar lokasi.
Salah seorang orator mengatakan mereka meminta Partai NasDem mencopot Ahmad Sahroni dari keanggotaan partai.
"Kalau Ahmad Sahroni tidak di pecat Partai NasDem, maka bubarkan Partai NasDem. Karena dia telah mengacak-acak republik ini," seru orator.
"Kalau Ahmad Sahroni tidak di pecat Partai NasDem, maka bubarkan Partai NasDem. Karena dia telah mengacak-acak republik ini," seru orator
Massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memblokade jalan di depan NasDem Tower, Jakarta Pusat. Mereka meminta untuk memecat kader Partai NasDem Ahmad Sahroni dari kader partai.
Pada Sabtu (30/8/2025), pukul 17.30 WIB, massa masih memenuhi rumah Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka menjarah isi rumah Sahroni.
Perabotan rumah seperti lemari, kursi, kulkas, meja, ijazah, pakaian hingga barang lainnya dijarah massa. Mereka melemparkan pakaian dari rumah Sahroni ke warga yang berada di bawah.
Kaca rumah Sahroni juga tampak pecah dan dirusak. Massa dengan leluasa menguasai dan menjarah rumah tersebut.
"Ambil, ambil," teriak massa.
Massa juga merusak mobil Lexus yang terparkir di garasi rumah Sahroni. Mereka mengeluarkan semua barang dari rumah tersebut.
Sebelumnya diberitakan kejadian ini viral di media sosial. Tampak ada warga membawa patung Ironman, memasuki rumah tersebut, hingga menghancurkan mobil
Warga juga terlihat memenuhi area jalanan rumah Sahroni. Lurah Kebon Bawang Suratno Widodo membenarkan kejadian itu.
"Saya di lokasi, benar (warga geruduk rumah Sahroni). Ini saya lagi crowded," kata Suratno
Massa aksi mulai menjarah.
Anggota Marinir bersiaga di rumah Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Marinir itu datang setelah insiden penjarahan di rumah Sahroni.
Rumah Uya Kuya
Rumah politikus PAN, Surya Utama alias Uya Kuya, juga menjadi sasaran penjarahan. Polisi menangkap 7 orang pelaku.
"Ada 7 orang kami amankan beserta barang bukti," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, saat dimintai konfirmasi, Minggu (31/8/2025).
Penjarahan atas rumah Uya Kuyayang berlokasi di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu terjadi pada Sabtu (30/8) malam. Polisi masih mendalami kasus ini untuk mencari keterlibatan pelaku lainnya.
"Nanti akan kami kembangkan ke pelaku lainnya," katanya.
Sebelumnya, Uya Kuya mengonfirmasi kabar rumahnya dijarah massa. Anggota DPR RI mengaku ikhlas atas apa yang terjadi.
"Iya, intinya aku ikhlas saja," kata Uya Kuya saat dikonfirmasi terkait penjarahan rumahnya, Minggu (30/8).
Uya Kuya mengatakan kucing peliharaannya juga kena jarah. Uya mengatakan dia dan keluarganya dalam kondisi aman.
"Nggak apa-apa aku ikhlas, cuma kalau kalian lihat kerjaku selama ini seperti apa, cuma yang sedih kucing-kucing makhluk hidup juga dijarah, gitu saja," ucap Uya Kuya.
Rumah Eko Patrio
Sebelumnya, Rumah Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio di Jalan Karang Asem 1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025) malam, pascademonstrasi yang berlangsung di kawasan pusat ibu kota. Melansir Antara, sejumlah perabotan rumah tangga, pakaian, hingga barang elektronik tampak berserakan, lantai rumah itu penuh serpihan kaca pintu dan jendela yang pecah dilempar benda keras. Beberapa orang terlihat membawa kursi, lampu, kursi, koper, speaker studio dan kasur keluar dari rumah yang disebut milik Eko, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut sekaligus Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. Bahkan, sejumlah kucing peliharaan ikut dibawa oleh massa yang masuk ke dalam rumah. "Kucing mau saya adopsi," kata salah satu warga sambil menggendong seekor kucing anggora yang diambilnya dari dalam kandang di basement rumah. Petugas keamanan dan aparat berpakaian loreng lengkap yang bersiaga di luar dan dalam rumah tampak tak bisa berbuat banyak ketika orang-orang terus berdatangan. Mereka tidak hanya demonstran yang mukanya cemong pasta gigi, tetapi juga ada kalangan pria berpakaian modis membawa mobil, ibu-ibu dan para remaja putri berpakaian tidur sibuk bolak- balik mengangkuti setiap barang berharga dari dalam rumah mewah berlantai tiga itu hingga kosong. "Kapan lagi punya baju, sepatu milik orang kaya. Mas Eko... pak dewan yang baik... terima kasih yaa," pekik mereka bersahut-sahutan.
Anggota TNI Biarkan Massa Menjarah
Sebagian besar dari warga itu mengaku tahu lokasi dan adanya aktivitas penjarahan di rumah tersebut dari sebaran video siaran langsung dan juga video cuplikan yang diunggah di sejumlah kanal media sosial. Aktivitas orang-orang yang sibuk mengangkuti barang menjadi tontonan banyak warga yang memenuhi jalan sekitar kompleks perumahan megah itu. "Baru samperib, masih ada gak barang di dalem? adalah masih cari aja," celotehan dari dalam kerumunan massa.
Tampak barang-barang yang ada di dalam rumah Eko Patrio di Jalan Karang Asem Raya, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025) pukul 21.54 WIB.
Awalnya, salah satu provokator berdebat dengan salah satu keamanan dari komplek tersebut karena tak terima difoto-foto.
Tak lama ia meminta agar massa aksi untuk masuk ke dalam komplek dan menuju ke rumah Eko.
Saat sampai di depan rumah Eko, anggota TNI keluar dari basement dan menghadang massa aksi agar tak anarki.
Di sana terjadi negosiasi antara TNI dan massa dan tak lama massa dibiarkan masuk untuk menjarah barang-barang.
Selama 30 menit massa membawa barang berharga seperti sepeda, tv, pakaian, dispenser, microwave dan lainnya.
Massa meminta selama proses penjarahan tak ada yang menyalakan video atau mengambil foto.
Massa aksi mulai menjarah barang-barang yang ada di dalam rumah Eko Patrio.
Selama 30 menit massa membawa barang berharga seperti sepeda, tv, pakaian, dispenser, microwave dan lainnya.
Massa meminta selama proses penjarahan tak ada yang menyalakan video atau mengambil foto.
Dijaga Sejumlah Sekuriti
Menurut saksi mata, kediaman Eko Patrio di Setiwabudi Jaksel dapat pengawalan ketat sekuriti
Sebelumnya, rumah Eko Patrio di Jalan Karang Asem Raya, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan dijaga oleh sejumlah sekuriti, Sabtu (30/8/2025) malam.
pihak keamanan terlihat menyortir setiap kendaraan yang masuk ke dalam komplek mewah tersebut.
Di depan rumah mewah yang dikabarkan seharga Rp 150 miliar itu juga dijaga oleh sejumlah orang.
Setiap sepeda motor Ojol yang masuk diperiksa dan ditanya oleh pihak security komplek. n ec/jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham