Harga Jual Turun Rp79 Ribu per Kuintal, Petani Tebu Jombang Merugi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Panen tebu serentak di Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG
Ilustrasi. Panen tebu serentak di Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Para petani tebu di Kabupaten Jombang mengeluhkan turunnya harga jual hasil panen. Hal itu karena mereka mengaku kapok dengan sistem bagi hasil dengan pabrik gula, sehingga memilih menjual langsung tebu ke pabrik (beli putus). 

Salah satunya Halim Perdana Kusuma, petani asal Kecamatan Ngoro, mengaku adanya sistem tersebut membuatnya kapok, lantaran pola tersebut membuat petani tidak memiliki kepastian.

“Saya memilih jual langsung ke pabrik. Meski harganya turun, setidaknya uangnya bisa langsung diterima untuk menyambung kebutuhan sehari-hari. Kalau bagi hasil, hasilnya bisa tidak jelas kapan turunnya,” ujarnya, Senin (01/09/2025).

Sayangnya, meningkatnya tren petani menjual tebu dengan sistem beli putus ke pabrik justru berdampak pada harga di tingkat petani. Diketahui, jika sebelumnya harga tebu mencapai Rp89.000 per kuintal, kini hanya dihargai sekitar Rp79.000. Kondisi ini membuat petani semakin tertekan di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura, Budi Santoso, menjelaskan bahwa penyerapan gula saat ini sebenarnya sudah berjalan.

“Di Jawa Timur, gula produksi tahun ini sudah terserap sekitar 20 ribu ton. Tinggal menunggu proses pembayaran,” terangnya.

Lebih lanjut, Budi tidak menampik bahwa persoalan penyerapan yang sempat tersendat tahun lalu membuat petani khawatir. Alhasil, ketika musim giling tahun ini tiba, banyak yang enggan mengambil resiko dengan sistem bagi hasil. 

”Memang kemarin gula tidak laku, sehingga banyak petani yang memilih menjual tebunya langsung. Harga tebu sendiri saat ini mengalami penurunan dan variatif, tergantung kualitas tebu dan pabrik penerima,” pungkasnya. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…

Luhut Promosikan Family Office

Luhut Promosikan Family Office

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal pentingnya pembentukan family office. Menurutnya,…