SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Maraknya aksi massa yang menjurus anarkis di Jakarta maupun di beberapa daerah di Indonesia menjadi keprihatinan semua pihak.
Dalam upaya menjaga kondusifitas daerah dari imbas aksi massa tersebut, pemerintah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pasuruan dan pihak terkait menandatangani Deklarasi Merajut Persatuan di Kota Pasuruan (Jogo Kota Pasuruan), di rumah dinas Wali Kota Pasuruan, Senin (01/09/25).
Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.TP., M.Si., mengatakan, menjaga kondusifitas daerah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja tapi semua pihak harus terlibat, memiliki tanggung jawab bersama menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat Kota Pasuruan.
"Untuk mewujudkannya dibutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, Forkopimda, Kampus, lembaga pendidikan, FKUB, MUI, dan ormas keagamaan,, serta masyarakat,"ucapnya.
Dia menerangkan, bahwa merajut persatuan adalah proses membangun dan memperkuat hubungan antara individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
"Lebih lanjut, Adi Wibowo menerangkan bahwa ada lima cara untuk merajut persatuan, yaitu:
1. Komunikasi efektif, yang berarti berbagi informasi, mendengarkan, dan memahami perspektif orang lain.
2. Kerja sama, yang berarti kolaborasi dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
3. Menghargai Perbedaan, yang berarti mengakui dan menghargai keunikan dan kontribusi masing-masing individu.
4. Membangun Kepercayaan, yang berarti menjadi dapat diandalkan, jujur, dan transparan dalam berinteraksi.
5. Mengembangkan Empati, yang berarti memahami dan merasakan perasaan orang lain.
"Dengan merajut persatuan, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, produktif dan mendukung pertumbuhan bersama. Persatuan juga dapat membantu meningkatkan solidaritas, toleransi dan kesadaran kolektif," terang Adi Wibowo.
"Berikut adalah daftar pejabat dan tokoh penting di Kota Pasuruan yang menandatangani Deklarasi Merajut Persatuan Di Kota Pasuruan (Jogo Kota Pasuruan). ps-01
Editor : Moch Ilham