SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Memasuki musim hujan yang terjadi hampir merata di Kabupaten Banyuwangi sejak Selasa (09/09/2025), membuat debit air di bendungan peninggalan Belanda itu naik, sejak (10/09/2025) kemarin.
Bahkan, saat ini petugas pintu air di Bendung Setail Teknik, Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tengah siaga. Hal itu karena, saat ini debit air di pintu air mencapai 136.823 liter per detik.
“Debit air mulai naik sejak pagi kemarin,” jelas Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Genteng, Sarwadi, Kamis (11/09/2025).
Padahal saat kemarau berkepanjangan, terang dia, debit air di pintu air Bendung Setail Teknik ini hanya sekitar 1.500 liter per detik. Dan naiknya debit air akhir-akhir ini setelah di wilayah Banyuwangi selatan, termasuk di Kecamatan Genteng, beberapa hari terakhir turun hujan deras.
“Ini naik drastis, sebelumnya sempat mengecil (debit air). Tapi karena hujan lagi, debitnya kerap naik. Dua hari ini turun hujan deras, debit air naik, ketinggiannya mencapai 1,2 meter,” katanya.
Diketahui, air di bendungan akan dialirkan ke sejumlah wilayah termasuk Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, dan pintu air di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Petugas juga mulai menutup pintu air sekunder dan tersier yang mengarah ke persawahan.
Debit air ini, juga berasal dari aliran Sungai Setail di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, dan melintasi Desa Sempu/Kecamatan Sempu hingga ke Kecamatan Genteng.
Sehingga, meski ketinggian air sungai mencapai 1,2 meter, Sarwadi menilai masih dianggap aman. Baru kalau debit air itu naik hingga enam meter, itu sudah masuk bahaya. Meski demikian, dirinya menginstruksikan penjaga pintu air di Bendung Setail Teknik untuk stand-by penuh. Ini untuk mengantisipasi bila ada kenaikan debit air secara mendadak.
“Kalau ketinggian air mencapai enam meter sudah meluap dan masuk ke permukiman penduduk. Bila debit air naik mendadak, penjaga pintu air akan langsung menutup, airnya akan dialirkan ke saluran sekunder,” ujarnya. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu