SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Audi baru-baru ini mengabarkan telah membatalkan pengembangan model RS e-tron listrik sepenuhnya, seperti RS 6 e-tron dan RS Q6 e-tron. Namun, sebagai gantinya, pihaknya akan mengoptimalkan varian S6 e-tron yang sudah ada dengan versi yang lebih bertenaga dan agresif.
Tentu saja keputusan tersebut menimbulkan banyak pertanyaan. Sementara itu, prototype Audi RS 5 dan RS 6 Avant dengan mesin plug-in hybrid (PHEV) terus terlihat menjalani pengujian intensif, Selasa (16/09/2025).
Analisis dari para ahli industri menunjukkan beberapa alasan di balik langkah strategis Audi ini salah satunya biaya pengembangan yang tinggi. Diketahui, Model RS, terutama varian Avant, dikenal memiliki bodi khusus yang membutuhkan biaya pengembangan dan produksi sangat mahal.
Selain itu, model RS e-tron akan menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi dari konsumen terkait performa, jarak tempuh, dan dinamika berkendara. Memenuhi standar ini membutuhkan investasi yang masif. Audi sendiri juga mengakui bahwa pasar kendaraan listrik berperforma tinggi masih terlalu kecil untuk menopang berbagai model.
Oleh karenanya, Audi kini berencana untuk menciptakan varian baru yang disebut S6 e-tron Performance (atau nama serupa). Model ini diharapkan tetap mampu menyajikan performa tinggi yang diharapkan dari sebuah mobil eksekutif, namun tanpa beban biaya pengembangan yang memecahkan rekor.
Keputusan ini memungkinkan Audi untuk menurunkan risiko finansial dan menghindari tekanan besar yang menyertai pengembangan model RS murni. Meskipun demikian, para penggemar Audi yang menantikan RS 6 e-tron mungkin akan kecewa.
Sebagai gantinya, Audi akan memprioritaskan peluncuran model plug-in hybrid, seperti RS 5 di akhir tahun ini dan RS 6 pada tahun 2026. Model-model ini dianggap lebih menjanjikan dalam hal volume penjualan, yang menjadi alasan kuat di balik keputusan bisnis Audi. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu