SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pernah dengar manusia serigala" ? Konon itu makhluk mitologis yang bisa berubah wujud, kadang berwajah manusia, kadang serigala.
Manusia "serigala" adalah simbol untuk orang-orang yang jahat, licik, ganas, dan menipu.
Alkitab menggunakan serigala sebagai simbol untuk menggambarkan bahaya dan penganiayaan yang dihadapi umat percaya. Kata"serigala" diartikan oleh Alkitab secara kiasan untuk merujuk pada nabi-nabi palsu atau orang-orang yang berniat jahat yang menyamar sebagai domba. Selain orang-orang yang memiliki watak ganas dan buas, seperti dalam Matius 7:15 dan Matius 10:16.
Konsep Manusia Serigala dalam Alkitab (Bukan Literal)
Simbolisme Binatang Buas.
Serigala dalam Alkitab sering kali digambarkan sebagai binatang yang ganas, rakus, dan suka mengembara sendiri, yang mampu membinasakan lebih banyak daripada yang bisa dimakan.
Dalam Matius 7:15, Yesus memperingatkan tentang nabi-nabi palsu yang datang dalam "kulit domba" tetapi sebenarnya adalah serigala yang buas. Ini berarti mereka menyembunyikan niat jahat di balik penampilan yang ramah.
Yesus mengutus para murid-Nya untuk "seperti domba ke tengah-tengah serigala" (Matius 10:16). Ini mengibaratkan dunia sebagai tempat yang penuh dengan bahaya dan kesulitan yang akan dihadapi oleh umat percaya.
Beberapa ayat menggunakan "serigala" untuk merujuk pada orang-orang yang memiliki sifat ganas dan kejam, seperti dalam Yeremia 5:6 dan Yehezkiel 22:27.
Kesimpulan
Jadi, ketika membahas "manusia serigala" dalam konteks Alkitab, kita harus memahami bahwa itu adalah sebuah kiasan, bukan penjelasan tentang fenomena supranatural manusia yang bisa berubah menjadi serigala secara fisik. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang penuh dengan niat buruk dan berbahaya, yang menyembunyikan jati diri mereka yang sebenarnya dari umat Tuhan.
Yesus menggambarkan musuh-musuh kerajaan-Nya dari tiga sudut pandang: (1) berkenaan dengan jabatan atau fungsi keagamaan mereka, mereka adalah nabi-nabi palsu ; (2) berkenaan dengan sifat batin mereka, mereka adalah serigala yang rakus ; dan (3) berkenaan dengan penampilan luar mereka, mereka mengenakan bulu domba.
Dalam Perjanjian Lama, serigala muncul bersama singa sebagai predator puncak yang berbahaya (Yesaya 11:6; 65:25; Yeremia 5:6; Yehezkiel 22:25-27; Zef 3:3). Metafora serigala digunakan untuk menggambarkan manusia yang bengis, kejam, garang, dan destruktif (Yeremia 5:6; Yeh. 22:27; Habakuk 1:8; Zef 3:3).
Ada dua bagian dalam Perjanjian Lama yang secara khusus berkaitan dengan Matius 7:15. Dalam Yehezkiel 22:25-28 dan Zef 3:3-4, para pemimpin di Israel tidak hanya digambarkan sebagai serigala yang menindas dan bahkan membunuh rakyat, tetapi mereka juga turut serta dalam kejahatan mereka bersama para imam dan nabi. .
Dalam perikop-perikop Perjanjian Lama, serigala dan nabi, meskipun berbeda karakter, bersatu dalam penindasan dan tipu daya mereka terhadap kawanan domba. Konspirasi yang bersatu antara serigala dan nabi dalam perikop-perikop ini, saya yakin, merupakan latar belakang kunci bagi karakter gabungan nabi-serigala yang digambarkan oleh Yesus. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham