SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan insiden aneh dan unik, mobil listrik Xiaomi SU7 di Shandong, Tiongkok, China yang terparkir rapi di depan rumah tiba-tiba saja bergerak maju tanpa ada pengemudi di balik kemudi.
Insiden tersebut tentu saja memicu perdebatan panas soal keamanan fitur kendali jarak jauh pada kendaraan pintar. Di medsos, lewat tagar “Xiaomi car suddenly drives off”, Senin (06/10/2025).
Dalam rekaman CCTV yang dibagikan, terlihat pemilik mobil sedang berada di dalam rumah bersama seorang wanita ketika kendaraannya mendadak aktif dan maju ke depan. Suasana panik pun terjadi di mana wanita itu berteriak kaget, sementara sang pemilik buru-buru keluar rumah untuk menghentikan mobilnya.
Pemilik mengaku langsung menghubungi layanan pelanggan Xiaomi. Dugaan awal dari pihak support menyebutkan ponsel miliknya mungkin secara tidak sengaja mengaktifkan fungsi remote start.
Namun, klaim itu dibantah sang pemilik. Ia menegaskan ponselnya tidak sedang digunakan dan bahkan merilis rekaman CCTV lengkap untuk memperkuat pernyataannya.
Informasi lanjutan yang beredar di kalangan industri menyebutkan data backend mobil menunjukkan adanya perintah Remote Parking Assist (RPA) yang dikirim dari perangkat Apple yang terhubung dengan akun sang pemilik.
Fitur RPA ini memang dirancang agar mobil bisa otomatis masuk atau keluar dari tempat parkir melalui aplikasi smartphone. Meski praktis, sejumlah pengamat menilai sistem semacam ini harus dilengkapi dengan pengaman ekstra untuk mencegah kendaraan bergerak tanpa pengemudi di kursi depan.
Meski tidak menimbulkan korban atau kerusakan, insiden ini menyalakan kembali diskusi serius soal keandalan fitur kendali jarak jauh. Pemilik SU7 pun mendesak Xiaomi membuka log operasi asli secara lengkap, bukan sekadar potongan data parsial. Dan hingga saat ini, pihak Xiaomi belum merilis laporan investigasi resmi terkait kasus ini. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu