Optimalkan Pajak Daerah Tanpa Membebani Warga

Dewan Dorong Pemkot Lakukan Pendataan Ulang Rumah Warga

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya  untuk melakukan pendataan ulang atau verifikasi faktual kondisi rumah dan bangunan warga.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) benar-benar sesuai dengan kondisi terkini di lapangan, sekaligus meningkatkan akurasi potensi pajak tanpa harus menaikkan tarif secara pukul rata.

Menurut Bahtiyar  pendataan ini bukan bentuk kenaikan pajak massal, melainkan penyesuaian berbasis fakta lapangan. Menurutnya, banyak data bangunan yang tercatat masih sesuai dengan kondisi lama saat izin pendirian dikeluarkan, padahal kini sudah mengalami perubahan signifikan.

“Ini bukan menaikkan pajak untuk seluruh warga masyarakat, tetapi ini verifikasi faktual di lapangan terkait kondisi rumah-rumah yang ada perubahan tentang izin yang awal keluar itu,” terang Bahtiyar.

Ia mencontohkan, ada banyak rumah yang dulunya hanya satu lantai, namun kini sudah berubah menjadi dua atau tiga lantai, bahkan sebagian beralih fungsi menjadi rumah kos atau tempat usaha. Kondisi semacam ini, kata Bahtiyar, secara logika tentu mempengaruhi nilai objek pajak.

“Mungkin dalam izin yang dikeluarkan tahun 2020 rumah ini masih tingkat satu. Ketika didata lagi tahun 2025, sudah berubah, mungkin sudah dua kapling, terus setingkat. Ini kan sudah mempengaruhi objek pajak yang ada,” ujarnya.

Politisi partai Gerindra itu menegaskan, mekanisme verifikasi faktual akan membuat kebijakan pajak lebih adil karena didasarkan pada data yang riil dan terukur, bukan sekadar penetapan umum.

“Kenaikan itu bukan untuk semua orang, tapi di kawasan tertentu saja. Kalau kenaikanmu itu adalah dasar verifikasi kita terhadap data yang ada di lapangan. Riil. Tidak pukul rata naik 20 persen, enggak bisa kayak gitu, kasihan warga,” tegas kader partai besutan Prabowo Subianto itu.

Selain untuk menjaga keadilan fiskal, Bahtiyar menjelaskan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi nasional, termasuk pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD).

“Ini bisa menjadi penguatan di tengah TKD yang saat ini dilakukan efisiensi sedini tingkat nasional,” katanya.

Bahtiyar menambahkan, proses pendataan sebaiknya dilakukan secara berkala minimal satu tahun sekali, bahkan bila memungkinkan setiap enam bulan untuk wilayah dengan dinamika pembangunan tinggi. Dengan demikian, Pemkot Surabaya dapat selalu memiliki data terkini yang akurat sebagai dasar pengenaan PBB.

“Pendataan itu harus setiap tahun ya, atau setiap enam bulan tertentu. Ini biar pendapatan semakin meningkat. Bukan kita mencekik masyarakat, tapi ini faktor di lapangan bahwa sesuai dengan fakta jalan yang terbaru,” paparnya.

Ia juga menyinggung bahwa pembangunan infrastruktur yang terus digenjot Pemkot Surabaya di periode 2025–2027, seperti pelebaran jalan dan pembukaan akses baru, akan berdampak langsung pada nilai objek pajak di sekitarnya.

“Apalagi nanti ketika infrastruktur yang sekarang ini digalakkan Wali Kota di tahun 2025 sampai dengan tahun 2027, otomatis banyak kawasan yang tercatat kenaikannya. Ketika jalannya semakin lebar, otomatis juga akan menaikkan objek pajak di situ,” terang Bahtiyar.

Dengan pendekatan berbasis data ini, ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa kebijakan pajak daerah dilakukan dengan alasan yang rasional, bukan semata-mata untuk menambah beban warga.

“Ketika masyarakat nanti mohon maaf ada yang protes, pemerintah punya alasan. Naiknya karena verifikasi terhadap data riil di lapangan. Itu rasional,” ujarnya.

Bahtiyar optimistis, verifikasi faktual dan digitalisasi data PBB akan menjadi langkah efisien untuk memperkuat PAD tanpa menimbulkan resistensi publik. Pendataan yang akurat juga akan memberi dasar kuat bagi Pemkot untuk menata kawasan permukiman secara lebih terarah dan berkeadilan. Alq

Berita Terbaru

Kapolri, Akui Banyak Pihak Ingin Pecah Belah TNI-Polri

Kapolri, Akui Banyak Pihak Ingin Pecah Belah TNI-Polri

Selasa, 14 Jul 2026 00:15 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 00:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - "Tentunya menyambung apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden, bahwa TNI-Polri sebagai pilar utama penjaga kedaulatan bangsa.…

Istana Gak Ngreken Febrie, Pengunduran Diri Febrie Tidak Perlu Keppres

Istana Gak Ngreken Febrie, Pengunduran Diri Febrie Tidak Perlu Keppres

Selasa, 14 Jul 2026 00:12 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 00:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pengunduran diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus tidak perlu…

Inggris Koleksi 13 Gol, Panas dan Kelembapan Buat Situasinya Sulit

Inggris Koleksi 13 Gol, Panas dan Kelembapan Buat Situasinya Sulit

Selasa, 14 Jul 2026 00:09 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 00:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Semifinal Inggris vs Argentina bakal berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Ini menjadi pertemuan…

Spanyol Unggul di Lini Belakang, Mbappe Jadi Ujian Pertahanan Spanyol

Spanyol Unggul di Lini Belakang, Mbappe Jadi Ujian Pertahanan Spanyol

Selasa, 14 Jul 2026 00:05 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 00:05 WIB

SURABAYAPAGI.com - Spanyol memiliki pertahanan terbaik, sedangkan Prancis kombinasi keduanya karena rajin bikin gol dan jarang bobol sehingga punya selisih gol…

Argentina Lebih Matang Jadi Juara Bertahan

Argentina Lebih Matang Jadi Juara Bertahan

Selasa, 14 Jul 2026 00:02 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 00:02 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pengalaman menjadi juara empat tahun lalu membuat Argentina saat ini lebih matang. Argentina menembus semifinal Piala Dunia 2026 usai…

Prancis Hanya Dua Kali Kebobolan Sadar Kualitas Spanyol

Prancis Hanya Dua Kali Kebobolan Sadar Kualitas Spanyol

Senin, 13 Jul 2026 23:58 WIB

Senin, 13 Jul 2026 23:58 WIB

SURABAYAPAGI.com - Prancis juga tampil sangat konsisten. Les Bleus melewati enam pertandingan dengan mencetak 16 gol dan hanya dua kali kebobolan. Seluruh…