Guru Madrasah Demo di Jakarta, Semoga Dapat Keberkahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejumlah guru dari berbagai organisasi madrasah di Indonesia menggelar demo di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025). Aksi ini digelar untuk menuntut pengangkatan guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu perwakilan, Muhammad Zein, menjelaskan tuntutan para guru madrasah yang meminta untuk diangkat melalui afirmasi PPPK. Ia mengungkit guru honorer di sekolah umum yang sudah diangkat PPPK. Menurutnya, guru madrasah memiliki hak yang sama dengan guru lain.

"Itu satu-satunya tuntutan kami. Harapannya Pak Presiden bisa menerima kami ke depan dan sekaligus memberikan afirmasi agar guru-guru madrasah swasta bisa diangkat menjadi PPPK, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, PPPK. Itu saja tuntutan kami karena itu salah satu poin tertinggi dari keinginan kami yang sudah usianya di atas 30, 40 tahun, 50 tahun. Tanpa PPPK, berarti negeri ini masih terjadi diskriminasi antara sekolah dengan madrasah," kata Zein kepada wartawan usai diterima.

Diangkat menjadi PPPK, menurutnya, menjadi salah satu upaya untuk memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah. Ia berharap ada solusi dari pemerintah terkait tuntutannya tersebut.

"Ingat ya, tidak boleh ada dikotomi, tidak boleh ada disparitas kebijakan afirmasi anggaran dari negara. Ketika sekolah PPPK, madrasah swasta juga berhak untuk mendapatkan PPPK karena anggarannya ada," ujarnya.

"Sekali lagi, Pak Presiden, harapannya, beliau tadi Pak Wamen juga sudah sampaikan, akan disampaikan Pak Presiden. Makanya kita akan mendengarkan dalam waktu beberapa saat ini bagaimana komitmen beliau karena saya yakin beliau punya komitmen untuk pendidikan, khususnya madrasah swasta di negeri ini," lanjut Zein. Ini suara guru madrasah swasta.

 

***

 

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengakui ada ketimpangan antara gaji guru di sekolah negeri dan madrasah. Pengakuan  Menag diungkapkan saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025). Nasaruddin menyebutkan, guru yang mengajar di sekolah negeri digaji Rp 4,5 juta per bulan dan mendapatkan beragam fasilitas, sedangkan gaji guru madrasah hanya Rp 100.000 per bulan.

Masya Allah, gaji guru madrasah memang kecil.

Gaji guru madrasah bervariasi tergantung statusnya; guru honorer rata-rata menerima Rp300.000 hingga Rp1.500.000 per bulan dengan tunjangan insentif yang berbeda-beda di setiap daerah. Untuk guru honorer non-PNS di madrasah, insentif profesinya saat ini adalah Rp2.000.000 per bulan. Sementara itu, gaji guru PNS di madrasah sama dengan guru sekolah negeri, yaitu berkisar antara Rp1.560.800 hingga Rp5.901.200 per bulan untuk golongan I hingga IV (tergantung golongan dan masa kerja).

Sementara gaji guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di madrasah memiliki rentang gaji yang sama dengan guru PNS, yaitu antara Rp1.560.800 hingga Rp5.901.200. ini sesuai dengan golongan dan masa kerja.

Beberapa daerah bahkan melakukan pembayaran insentif guru honorer dua kali dalam setahun, dengan jumlah total insentif yang dibagi dua tahap. Contohnya, Rp250.000 per bulan bisa dibayarkan Rp1.500.000 per tahap dalam enam bulan.

 Kasihan gajinya sedikit sekali. Itulah yang  diperjuangkan dalam aksi demo di Jakarta, Kamis.

Jeritan hati guru madrasah honorer memang sangat menyayat hati. Kita harus mempunyai rasa empati.

Aksi kali ini digelar untuk menuntut pengangkatan guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ada suara dari Menag Nasaruddin saat di berkunjung ke Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025) yang perlu kita dengar semua.

"Meski gajinya kecil, guru-guru di madrasah tidak pernah meminta tunjangan kepada negara," katanya.

Menag menyebut bahwa guru-guru madrasah mendapat keberkahan yang luar biasa walau hidup sederhana.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga membandingkan kondisi sekolah negeri yang dibiayai penuh oleh negara dengan madrasah yang masih bergantung pada dana swadaya masyarakat. Semoga aspirasi demo di Jakarta, guru guru madrasah mendapat keberkahan.

Guru madrasah mendapat penambahan kebaikan dan manfaat yang melimpah dari Allah Swt dalam berbagai aspek kehidupan. Tentu, tidak hanya materi tetapi juga spiritual seperti ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan. Aamiin. ([email protected])

Berita Terbaru

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mad…

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rak-rak di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy Surabaya tidak hanya berisi makanan ringan, sambal, kerupuk, minuman, atau kerajinan tangan. Di b…

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com,Blitar - Kebakaran terjadi lagi, kali ini  rumah milik Alm. Bapak Abdul Rochim yang dihuni oleh anak cucunya di Jalan Semeru Kota Blitar yang …

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mencegah peredaran minuman beralkohol (mihol) secara ilegal sekaligus membatasi akses anak-anak dan remaja terhadap minuman…

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sepanjang Januari hingga September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mendisiplinkan dengan memberikan sanksi kepada…