Catatan Raditya M Khadaffi, Terkait PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Cabang Surabaya (8)

Notaris Ali Wahudi, SH Bongkar Akte Cassienya Winarta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Notaris Mochammad Ali Wahyudi, SH., secara fisikal, ia seperti seorang ulama. Dengan usia sekitar 60 tahunan, pria berperawakan sedang berisi, memelihara jenggot yang sudah mulai beruban. Sekelebat, ia  berpenampilan fisik kesalehanya.

Saat saya mulai temui dan mulai wawancara di ruangan kerjanya berukuran sekitar 3x4 meter, yang dipenuhi tumpukan berkas-berkas dan perangkat komputer dan printer, Notaris Mochammad Ali Wahyudi, SH, kooperatif. Mungkin saya tidak berpenampilan umumnya wartawan, dan saya juga sedang melakukan undercover. Saya menggunakan rekaman saku, yang bisa langsung saya transkrip.

Penjelasannya yang hampir 1 Jam, diluar ekspektasi saya, pelit bicara. Notaris Mochammad Ali Wahyudi, SH., malah bicara blak blakan, terkesan ia menjlentrehkan aksi-aksi pejabat PT Bank Artha Graha Internasional (Tbk) cabang Surabaya dan Winarta. Pernyataannya ia seperti membongkar pemesanan pembuatan akte cassie ke Winarta. Ia bahkan bongkar kebohongan Winarta yang ngaku saat saya mau dikompensasi Rp 500 juta.  Astaghfirullahaladzim.

Notaris Mochammad Ali Wahyudi, SH., kaget tak percaya.

Kemudian saya tanya rincian tagihan piutang saya yang ia buat, Notaris Ali Wahyudi, SH membacakan rincian total tunggakan piutang saya, denda dan bunga untuk dicassie sebesar Rp 2,1 miliar. Astaghfirullahaladzim.

Dalam ilmu jiwa orang yang suka berbohong disebut mythomania atau mitomania. Ada gangguan mental bagi seseorang yang memiliki kebiasaan berbohong. Bila rincian piutang saya waktu itu diberitahu, sebagai debitur saya akan minta keringanan restrukturisasi kredit. Mengingat kredit saya bermasalah terjadi saat pandemi covid-19, bukan dalam situasi normal.

Cara bank membuat rincian tunggakan piutang saya saat pandemi covid 19 saya nilai melanggar hukum dan telah merusak nama saya, makanya akibat hukum cassie tak saya akui, saya mengajukan sengketa ke Pengadilan gugatan terhadap PT Bank Artha Graha Internasional (Tbk) sebagai kreditor.

 

***

 

Saat saya bertanya terkait misteri Surat Pemberitahuan Piutang (Cessie) dari Bank Artha Graha Internasional Tbk yang tanggalnya sama dengan pembuatan akta notaris cessie, serta diterimanya surat cessie ke saya. Notaris Ali Wahyudi membeberkan hal yang diluar dugaan saya.

“Ohh mungkin sama bank sudah direncanakan sebelumnya mungkin. Malah bank meminta saya untuk ngerjakan cepet. Minta dua hari selesai. Cuma saya gak mau kalau saya gak dapat bahannya,” cerita blak-blakan notaris Ali Wahyudi, Kamis siang itu.

Ia menegaskan, dirinya diuber-uber oleh bank untuk minta cepet, tetapi kami harus meminta berkas-berkas sejak perjanjian awal hingga langkah terakhir seperti Surat Peringatan.

“Saya harus minta berkas lengkap. Kalau tidak, saya gak mau,” ucapnya.

Dari cerita notaris Ali Wahyudi, SH, permintaan bank itu dilakukan awal Februari 2025. Namun data-data baru diserahkan ke dirinya, pertengahan Februari 2025. “Kalau gak salah, 1-2 hari sebelum tanggal seperti akta pembuatan cessie itu,” seloroh Ali Wahyudi, kepada saya.

Kemudian saat disinggung soal tanggal pembuatan akta cessie dan surat pemberitahuan cessie dari bank, di hari yang sama. Notaris Ali Wahyudi menjawab santai, karena kondisi kantornya lagi sepi Klien seperti pada situasi Kamis (30/10/2025) siang itu.

“Itu saya buat pagi, karena sepi, sehari akta bisa keluar. Terus siang saya ke bank. Karena saat itu bu Selvy minta saya suruh ke bank. Tetapi yang tandatangan David Ariyanto, penggantinya bu Selvy. Pak Wen baru tanda tangan menyusul, kalo gak salah dua hari setelahnya,” ceritanya.

“Yah itu, mungkin semuanya Sudah disiapkan (sama bank), mas,” lanjutnya sembari tersenyum.

Notaris Ali Wahyudi pun sempat bertanya ke saya, apakah sebelumnya pernah diberitahu sama bank terkait cessie ini? Dan berapa total piutangnya?

Saya pun menjelaskan, sejak Januari 2025 hingga Februari 2025, tak pernah bank melakukan kewajibannya. Bahkan, untuk memberi rinciannya pun bank tidak pernah memberikan informasi kepada nasabahnya, yang merupakan kewajibannya.

Sontak saja, Ali Wahyudi sempat terkejut. Bahkan, saat saya tunjukkan surat pemberitahuan Cessie dari Bank, tak ada nilai rincian piutang. Ali Wahyudi menunjukkan ekspresi kaget. “Harusnya dijelaskan yah. Karena itu kewajiban bank,” seloroh Ali Wahyudi.

Ia pun kembali bertanya, apakah pernah dikasih salinan dari akta cessie ini?

Saya pun berkelakar, Jangankan akta cessie, salinan akta perjanjian kredit yang harusnya saya sebagai nasabah, debitor, sejak awal kredit, tahun 2018, tidak pernah dikasih. Diminta-minta gak pernah dikasih. Makanya ini misterius. Makanya saya gugat ke pengadilan.

Notaris Ali Wahyudi pun akhirnya membacakan nilai yang dialihkan dari bank ke Winarta, dengan total sebesar Rp 2,1 Miliar. Mendengar tersebut, saya sontak kaget. Sebab Winarta mengaku kepada saya, pada saat itu, dari bank sebesar Rp 2,5 Miliar. Ini ada mark up.

Mendengar nilai Rp 2,5 Miliar, Notaris Ali Wahyudi, kembali terkejut. “Lho segitu yah..”

“Mungkin bunga yang ditetapkan Pak Wen, mas,” lanjut notaris Ali Wahyudi.

Saya pun kembali meluruskan, sejak awal dengan Winarta, saya tidak pernah mengakui cessie. Bagaimana bisa kalau itu disebut bunga dari Winarta kepada saya. Makanya ini saya akan fight di pengadilan.

Notaris Ali Wahyudi, hanya terdiam dan mangut-mangut kepalanya, sembari sesekali dirinya bermain ponselnya.

 

***

 

Dengan penjelasan notaris Ali Wahyudi, SH, tersebut saya makin diterangankan ada dugaan kecurangan dalam cassie ini.

Saya makin dibukakan mata hati, mengapa pemberitahuan cassie terjadi pada hari yang sama, antara pembuatan akte cassie dan pemberitahuan cassie. Lebih-lebih saat pemberitahuan cassie tanggal 21 Februari 2025, Winarta, belum menandatangani akte cassie.

Dalam bahasa kenotarisan, akta notaris yang belum ditandatangani salah satu pihak tidak memiliki kekuatan hukum sebagai akta autentik.

Akta tersebut kehilangan kekuatan pembuktiannya yang sempurna sebagai akta otentik.

Dalam hukum, akta cassie semacam itu tidak mengikat secara otentik sampai seluruh proses penandatanganan selesai. Ini alat bukti saksi Notaris Ali Wahyudi, SH.

Kekuatan pembuktiannya diserahkan pada pertimbangan hakim saat saya ajukan dalam sengketa,  notaris saya ajukan turut tergugat.

Notaris dapat dikenakan sanksi karena dianggap lalai. Pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan ganti rugi kepada notaris.

Sebagai pihak yang dirugikan saya merasa ada kerugian materiil, makanya kini saya menempuh jalur hukum untuk menuntut ganti rugi kepada notaris. Dan akan memidanakan notaris, diduga turut serta melakukan serangkaian permufakatan jahat. ([email protected], bersambung)

Berita Terbaru

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Usai Dinas Kominfo, Kini Giliran Kantor Dinas Perdagangan Kota Madiun Yang Digeledah KPK

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:28 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mad…

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Menyambung Hidup Ratusan UMKM: Cerita di Balik Rak Oleh-Oleh Bu Rudy

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rak-rak di Pusat Oleh-Oleh Bu Rudy Surabaya tidak hanya berisi makanan ringan, sambal, kerupuk, minuman, atau kerajinan tangan. Di b…

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Akibat Konsleting Listrik, Rumah di Jalan Semeru Kota Blitar Ludes Terbakar

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com,Blitar - Kebakaran terjadi lagi, kali ini  rumah milik Alm. Bapak Abdul Rochim yang dihuni oleh anak cucunya di Jalan Semeru Kota Blitar yang …

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Cegah Anak dan Remaja Terpapar Mihol, Satpol PP Surabaya Segel Toko di Wonokromo

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mencegah peredaran minuman beralkohol (mihol) secara ilegal sekaligus membatasi akses anak-anak dan remaja terhadap minuman…

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Tegaskan Tak Ada Toleransi, Pemkot Surabaya Sanksi 58 ASN hingga September 2026

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sepanjang Januari hingga September 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mendisiplinkan dengan memberikan sanksi kepada…