Catatan Raditya M Khadaffi, Terkait PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Cabang Surabaya (10)

Winarta alias Kho Wen, bak Orang Tamak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Winarta, yang sering dipanggil komunitas Tionghoa dengan sebutan Kho Wen, usianya saya taksir di atas 80 tahun. Salah satu ciri yang melekat Winarta, suka gunakan bahasa campuran China, Belanda dan Suroboyoan.

Winarta, bicara dengan saya seperti upaya meniru bahasa Belanda atau bermain-main dengan bahasa itu sendiri. Teman saya dari Belanda menyebutnya, Chinese to Dutch Dutch.

Juga soal agama yang dianutnya, saya tak tahu. Alamatnya saja masih jadi misteri. PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Cabang Surabaya, menulis di sebuah rumah Jl. Kertajaya Indah, kawasan rumah orang elit.

Menurut pandangan beberapa teman Tionghoa, orang China yang usianya sekarang sudah diatas 80 tahun, umumnya masih menganut kepercayaan Kong Hu Chu. Tapi ada yang sudah beradaptasi dengan agama yang dipeluk anak, cucu dan cicitnya yaitu Kristen, Protestan atau Katolik.

Menurut Alkitab, ciri-ciri orang tamak adalah hasrat tak terpuaskan untuk kekayaan, mencintai harta secara berlebihan, tidak mensyukuri berkat, enggan berbagi untuk kebaikan, dan merasa puas dengan diri sendiri bukan pada Tuhan.

Ciri-ciri orang tamak, menurut Alkitab, terus-menerus menginginkan lebih banyak, baik itu kekayaan, jabatan, atau harta benda.

Alkitab menyebut harta benda dicintai secara berlebihan dan menjadi prioritas utama dalam hidup.

Bahkan Alkitab menyebut orang tamak cenderung egois dan pelit: Isyarat umumnya, meraka rela menimbun kekayaan untuk diri sendiri dan enggan berbagi dengan orang lain yang membutuhkan, bahkan merasa berat untuk memberi dalam kebaikan atau sedekah.

 

***

 

Widjajanti Darmowijono, doktor dari Universitas Amsterdam Belanda yang meneliti karya sastra Belanda Kolonial mengatakan, stereotip negatif sifat-sifat orang Tionghoa dan diskripsinya. "Orang China selalu digambarkan suka menipu, mencuri, tamak, dan licik," katanya dalam diskusi bertema Pecinan dalam Sastra Belanda Kolonial 1880 1950: Produksi-Reproduksi Imaji Benci tapi Rindu , Rabu (14/5/2008), di Universitas Katolik Soegijapranata, Kota Semarang.

Dalam Islam, tamak adalah akhlak tercela. Orang yang tamak atau serakah gemar menumpuk harta namun bakhil terhadap yang mereka punya.

Nabi Muhammad SAW sendiri melarang umatnya untuk tamak. Dari Ka'ab bin Malik Al-Anshari RA, ayahnya berkata Rasulullah bersabda:

"Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dikirimkan pada seekor kambing itu lebih berbahaya daripada tamaknya seseorang pada harta dan kedudukan dalam membahayakan agamanya," (HR Tirmidzi)

Orang yang tamak selalu merasa bahwa harta kekayaan yang dimilikinya selalu kurang dan berat untuk bersyukur kepada Allah SwT.

Rakus atau tamak (al-hirshu) atau (ath-thama'u) yaitu suatu sikap yang tidak pernah merasa cukup, sehingga selalu ingin menambah apa yang seharusnya ia miliki, tanpa memperhatikan hak-hak orang.

Gambaran yang diajarkan Agama Islam, saya serap dari Winarta, yang dalam menilai gedung Surabaya Pagi, tidak memperhatikan hak-hak orang yaitu saya dan keluarga.

Saya ajak ia berpikir manusiawi dan Cingli, dalam menilai gedung Surabaya Pagi. Apalagi anaknya kongsi bisnis dengan saya tangani harian Surabaya Pagi. Winarta, saya ajak menggunakan logika, untuk menghindari kesan pria tamak.

Ajakan Winarta, mau menggunakan logika, saya usulkan berbisnis gunakan cengli, cincai, dan cuan, yang poluler di kalangan pedagang China di Kembang Jepun Surabaya.

Hitungan yang saya tawarkan;

1. Apprasial atas gedung harian Surabaya Pagi, senilai Rp 10,5 miliar pada bulan Januari 2023;

2. Bila apprasial  pada bulan Januari 2023 itu gak dipercaya kita apprasial lagi oleh penilai yang kita tunjuk bersama dan biaya ditanggung bareng. Ini menurut saya opsi cengli, dan cincai;

3. Agar sampean tetap dapat cuan, buka transparan akte cassie dari notaris Ali Wahyudi, ini penting bagi saya untuk mengetahui rincian piutang saya (saya dibisiki eks pegawainya, Kho Wen, suka mark up);

4. Tawaran itu saya bilang cara Kho Wen, cara cengli, cincai, dalam mencari cuan?

5. Tawaran  cengli, cincai, agar Kho Wen tetap dapat cuan, saya minta kompensasi Rp 3,5 miliar;

6. Permintaan kompensasi Rp 3,5 miliar itu saya gunakan rumus cengli dan cincai, dimana ada penawar yang kenalan Ko Win, bulan Mei-Juni 2025, sebesar Rp 6 miliar;

7. Hitungan saya dengan baki debet perhitungan sisa piutang saya tinggal Rp 1,4 miliar/per Januari 2023, saya kallikan bunga 2 tahun, yang tiap tahunnya disepakati 13,5%, total piutang saya per Januari 2025, sekitar Rp 1,8 miliar;

8. Menggunakan hitungan cingli, permintaan kompensasi saya Rp 3,5 miliar, masih logis, fair dan adil;

9. Saya bahkan menurunkan nilai kompenasi jadi Rp 3 miliar;

10. Saya menghitung dari penawar terakhir Rp 6 m, dikurangi Rp 1,8 miliar, saldo Rp 4,2 miliar;

11. Dibayar ke pemilik gedung Rp 3 miliar, Kho Wen, dalam hitungan 7 bulan sudah dapat cuan sebesar Rp 1,2 miliar atau perbulan ambil cuan Rp 150-175 juta, dan uang kreditur dikembalikan. Bank tidak dirugikan. Dengan peristiwa ini siapa yang pantas disebut tamak.?

12. Nyatanya, Kho Wen, ngotot hanya mau kasih kompensasi Rp 500 juta. Kata teman saya, tawaran Winarta itu Bo ceng li yaitu nggak adil dan nggak fair.

Dengan deadlock semacam itu saya disomasi gak punya itikad baik. Rumus apa yang dipakai Kho Wen, tuding saya gak beritikad baik? ([email protected], bersambung)

Berita Terbaru

Fotografer Wedding di Ponorogo Diduga Intip Perias di Kamar Mandi, Ponselnya Simpan 700 Rekaman Perempuan

Fotografer Wedding di Ponorogo Diduga Intip Perias di Kamar Mandi, Ponselnya Simpan 700 Rekaman Perempuan

Sabtu, 08 Agu 2026 18:44 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 18:44 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang fotografer berinisial AL (27), asal Slahung, Ponorogo, diduga mengintip dan merekam seorang perias pengantin saat berada di…

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Warga Desa Tanjung, Kec. Udanawu, Kab. Blitar, kemarin sore (Jumat, 7 Agustus 2026) sekitar pukul 16.00 dikejutkan dengan adanya s…

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Warga di sekitar kawasan industri Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dibuat panik oleh suara dentuman keras yang terjadi berulang k…

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Kabupaten Sidoarjo, m…

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…