Pelaku Alex Iskandar, Sempat ikut Pasang Poster di Jalan-jalan Cari Anak Tirinya
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tampang Alex Iskandar, mulai beredar di media sosial . Dari foto yang diterima dari polisi, terlihat Alex sedang duduk menggunakan jaket berwarna putih bergaris dan berkaus biru muda.
Alex diketahui berusia 49 tahun. Sehari-hari, Alex bekerja sebagai distributor produk teh di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Kedekatan Alex dan Arum (Ibunda Alvaro) terjadi pada 2022.
Saat itu, Arum sering mengajak Alex ke kediaman orang tuanya yang berada di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Melihat hal itu, orang tua dari Arum lalu memutuskan untuk menikahkan anaknya dengan Alex dengan syarat Alex berpindah agama terlebih dahulu ke Islam.
Setelah Alex menjadi mualaf, mereka menikah pada tanggal 23 Desember 2023.
Selama menikah, Arum dan Alex belum dikaruniai anak. Hubungan di antara mereka lalu memburuk memasuki tahun 2024. Arum yang bekerja di Malaysia acap kali dituduh selingkuh dengan pria lain oleh Alex yang membuat Alex kesal.
Kecemburuan dan amarah itulah yang menjadi motif di balik penculikan dan pembunuhan terhadap Alvaro. Soal motif itu dikuatkan oleh keterangan dari Kakek Alvaro, Tugimin.
"Awalnya kita gak tahu, setelah ada berita penangkapan, interogasi akhirnya saya ada bocoran. Dari bocoran itu ada yang memberitahukan bahwa ada motif intisarinya dendam sama ibunya," kata Tugimin, saat ditemui pada Jumat (28/11).
Hal serupa juga diungkapkan Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin sebelumnya (24/11).
“Adapun motifnya, yaitu dari komunikasi yang ada, ada motif dendam pribadi dengan istrinya. Jadi, istri tersangka ini bekerja di luar negeri. Nah, akibat bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu, muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya,” ujar Ardian.
Alvaro Tinggal Kerangka
Alvaro Kiano Nugroho, bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan tewas tinggal kerangka setelah 8 bulan usai dilaporkan hilang. Belakangan terungkap, bocah berusia 6 tahun itu dibunuh ayah tirinya, Alex Iskandar dan jasadnya dibuang di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Begini tampang Alex Iskandar.
Hubungan Alvaro dengan ayah sambungnya itu dipandang Tugimin baik. Alvaro memanggil Apak kepada Alex, panggilan om dalam bahasa China. Diketahui, memang Alex berdarah China dan mualaf pada 2023.
Tugimin melanjutkan Alvaro juga sering menginap seminggu sekali di kediaman Alex dan ibunya Alex di Tangerang. Ketika Alvaro libur sekolah TK, keluarga Alex datang menjemput untuk mengajak jalan-jalan dan makan hingga menginap.
Namun, Alvaro suka tidak betah tidur di Tangerang dan minta pulang ke Pesanggrahan pada malam harinya. Sebab, Alvaro memang sangat dekat dengan Tugimin dan lebih nyaman tidur dengan sang kakek. Bahkan, panggilan Alvaro ke kakek adalah ayah.
"Karena malam itu kan mau cari ayah, cari bapak, bapak, gitu. Tapi ibunya (Alex) telepon, video call kita untuk memberitahunya, ini Pak, Alvaro menangis terus, dia minta pulang, minta pulang, gitu. Itu pun dalam kondisi tengah malam. Terus ayah bilang, besok pagi pulang, baru pulang, gitu," tutur Tugimin.
Keduanya Saling Menyukai
Tugimin menyebut anaknya Arumi mengenal Alex saat bekerja di Tangerang. Kala itu, Arumi bersama temannya menyewa indekos di lantai 1 rumah Alex. Seiring perkenalan, keduanya saling menyukai dan menikah di KUA Kecamatan Pesanggrahan yang disaksikan langsung oleh Tugimin pada 23 Desember 2023.
Tidak lama setelah menikah, Arumi mendapat pekerjaan di Malaysia. Oleh karena faktor ekonomi, Arumi memilih berangkat meninggalkan anak dan suaminya, dan menitipkan dengan ayahnya Tugimin.
Arumi tidak menyangka, suaminya ternyata orang yang membunuh anaknya Alvaro. Tugimin menyebut sejak menerima kabar Alvaro ditemukan dalam keadaan meninggal dan pelakunya adalah suaminya, Arumi langsung lemas tidak berdaya.
Bahkan, penempelan foto ini dibantu Alex bersama warga menyusuri lampung merah. Dalam pamflet foto itu berisi informasi anak hilang dan nomor telepon yang bisa dihubungi bila melihat keberadaannya. Tak hanya di Jakarta, penempelan foto Alvaro dilakukan Alex di Depok, Cibinong, Parung hingga Bogor.
Sebelum Alex Bunuh diri
Dari foto yang diterima Jumat (28/11/2025) Alex tampak mengenakan baju biru dan jaket berwarna putih. Foto itu diambil sebelum Alex Iskandar bunuh diri. Sebagai informasi, Alex bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (23/11).
"Pada saat di ruangan konseling, lebih kurang berkisar dari pukul 06.30 WIB sampai dengan 08.00 WIB atau jam 09.00 WIB pagi, ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G, melalui saksi kunci dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Senin (24/11).
Alvaro diculik pada 7 Maret 2025 yang lalu di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat diculik, Alvaro disebut menangis tidak berhenti hingga akhirnya pelaku membekap Alvaro hingga meninggal dunia.
Setelah Alvaro meninggal, pelaku lalu membungkus korban dengan plastik. Korban pun kemudian dibuang pelaku tiga hari kemudian tepatnya pada 9 Maret 2025
Polisi mengungkap pengelabuan yang dilakukan oleh Alex Iskandar usai membunuh anak tirinya, Alvaro Kiano Nugroho (6). Alex mengelabui saksi hingga pura-pura datang ke kantor polisi supaya tidak ada yang mencurigainya.
Hal ini terungkap dalam pemeriksaan maupun pra rekonstruksi yang digelar polisi sebelum akhirnya Alex tewas karena bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Alex sendiri ditangkap pada Jumat, 21 November 2025.
Alvaro dilaporkan hilang usai belajar mengaji di sebuah masjid di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 6 Maret 2025. Delapan bulan kemudian, dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan sudah menjadi kerangka.
Alex membunuh Alvaro karena merasa cemburu terhadap istri dan sekaligus ibu kandung korban. Rasa dendamnya yang berkecamuk membuatnya nekat menculik dan membunuh Alvaro. n jk/erc/cr10/rmc
Editor : Moch Ilham