Sejak 24 hingga 30 November, 316 Orang Meninggal Dunia dan 28.427 Orang Mengungsi, 32 luka berat, 722 orang luka ringan. 174 Orang Dinyatakan masih dalam pencarian. Presiden Prabowo Subianto, Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Menangani Banjir di Tiga Provinsi itu
SURABAYAPAGI.COM, Medan - Bencana banjir hingga longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra yakni Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah bergerak cepat dalam mengirimkan bantuan sejak awal bencana terjadi.
Presiden Prabowo Subianto, memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk menangani banjir di tiga provinsi itu.
"Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, fokus untuk penanganan tanggap darurat secepat-cepatnya. Mengerahkan evakuasi, mengerahkan logistik, perlindungan pengungsi, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, transportasi, komunikasi, juga kawal di lapangan," ujar Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatra Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (30/11/2025).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengungkap peluang banjir hingga longsor yang terjadi di wilayah Pulau Sumatra mendapat status bencana nasional.
Juga Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mendorong pemerintah menetapkan banjir dan longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi status darurat bencana nasional. Marwan menilai skala bencana Aceh, Sumut dan Sumbar sudah jauh melampaui penanganan pemerintah daerah.
Marwan mengakui kemampuan pemerintah menjadi terbatas lantaran peristiwa bencana ini terjadi secara serentak. Namun, dia berharap pemerintah dapat mempercepat pembukaan akses jalan yang tertutup, khususnya di Sibolga.
"Kita berharap, hari ini jalan menuju Sibolga sudah bisa diakses supaya dukungan bisa segera menangani berbagai hal yang dibutuhkan warga," ujarnya.
Meski begitu, Marwan mengapresiasi langkah pemerintah yang berupaya mengirim bantuan lewat udara. Namun, dia mengatakan pengiriman lewat udara masih belum bisa cukup maksimal.
Korban Meninggal Dunia
Total korban tewas akibat banjir di tiga provinsi itu hingga Minggu berjumlah 316 orang.
Polda Sumatera Utara (Sumut) merilis data terbaru 28.427 orang mengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, jumlah korban meninggal meningkat 316 jiwa.
"Setidaknya 279 orang masih hilang, sementara sekitar 80.000 orang telah dievakuasi dan ratusan lainnya masih terlantar di tiga provinsi di Pulau Sumatra," ujar Kepala BNPB Suharyanto, seperti dikutip Reuters, Sabtu (29/11/2025).
Polda Sumut merincikan data korban luka-luka, yakni 32 luka berat, serta 722 orang luka ringan. Sementara itu, 174 orang dinyatakan masih dalam pencarian.
Kombes Pol Ferry menyebutkan beberapa wilayah terdampak bencana, yakni Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Nias, Padangsidimpuan.
Daerah yang juga terdampak, yakni Langkat, Nias Selatan, Serdangbedagai, Medan, Deliserdang, Tanah Karo, Tebingtinggi, Batubara, Binjai, dan Asahan
Polda Sumut menyatakan terus memaksimalkan personelnya dengan mengerahkan 3.553 anggota. Kepolisian bersama tim SAR Gabungan di lapangan terus melakukan evakuasi korban pembukaan akses jalan, distribusi logistik, pendirian dapur lapangan, hingga pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Prioritas kami adalah penyelamatan jiwa, percepatan pencarian korban hilang, serta pemulihan masyarakat terdampak. Seluruh personel tetap siaga penuh karena cuaca masih berpotensi hujan di banyak wilayah," ia memaparkan.
Tim SAR hingga kini masih berupaya mempercepat pencarian di wilayah yang aksesnya masih sangat terbatas.
Ribuan Warga telah Dievakuasi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution memimpin langsung jalur evaluasi dan pembukaan jalan darurat, paska banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Bobby meminta seluruh unsur pemerintah provinsi bersama TNI, Polri, dan Basarnas, terus mempercepat penanganan bencana.
"Kami berkomitmen memperkuat upaya penanganan bencana dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di posko pengungsian," ujar Bobby usai memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Tapteng, Minggu (30/11/2025).
Bobby menyampaikan bahwa saat ini ribuan warga telah dievakuasi ke Posko Pengungsian di GOR Pandan. Ia memastikan untuk kebutuhan dasar para pengungsi sudah terpenuhi.
Selain logistik makanan dan obat-obatan, Bobby menyebut pihaknya juga menambah fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, akses listrik, wifi, serta kebutuhan khusus ibu dan anak.
"Kami ingin seluruh pengungsi merasa aman dan tetap nyaman selama berada di posko," katanya.
"Pemulihan layanan jaringan telekomunikasi terus diupayakan. Telkomsel ingin sinyal internet dapat digunakan kembali di wilayah bencana dan mempercepat pemulihan jaringan, sekaligus memperluas bantuan kemanusiaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, untuk dapat meringankan beban mereka yang terdampak," ujar Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki Hamsat Bramono dikutip dari keterangan resmi yang diterima Minggu (29/11/2025).
Pangkalan TNI AU Halim Posko
"Pemerintah bergerak cepat. Kami dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan dan reaksi melalui jalur darat dan udara," kata Presiden dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta, Jumat (28/11) kemarin
Pada tanggal yang sama, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma secara resmi menjadi lokasi posko penerimaan dan pengiriman bantuan untuk korban bencana di Pulau Sumatera.
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan pemerintah telah mengirimkan sebanyak 11 unit helikopter ke daerah terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.
Seluruh helikopter itu difokuskan untuk operasi distribusi logistik secara terus-menerus, khususnya menuju daerah terdalam dan kawasan yang akses daratnya terputus.
"Helikopter-helikopter ini terbang di lokasi sekitar bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus," ujar Teddy dalam keterangan terpisah.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengungkap peluang banjir hingga longsor yang terjadi di wilayah Pulau Sumatra mendapat status bencana nasional.
"Kita tunggu. Nanti yang menentukan adalah kementerian/lembaga semacam BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan kementerian-kementerian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK)," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin di Jakarta, Sabtu (29/11), seperti dikutip Antara.
Cak Imin tak menutup kemungkinan rentetan bencana itu mendapat status bencana nasional.
"Ya, mungkin. Mungkin saja," ujarnya. n erc/jk/md/rmc
Editor : Moch Ilham