Bupati yang tak Punya Sense of Crisis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, bikin geger Indonesia. Ia pergi umrah tanpa izin kala wilayahnya terdampak bencana banjir dan longsor.

Presiden Prabowo, kaget. Mantan menantu Presiden Soeharto ini meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memproses pencopotan Mirwan.

"Kalau yang mau lari, lari aja nggak apa-apa. Dicopot Mendagri bisa ya, diproses," kata Prabowo saat rapat percepatan penanganan bencana di Sumatra yang digelar di Laund Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12).

"Ini kalau tentara namanya desersi, itu dalam keadaan bahaya meninggalkan anak buah. Aduh itu tidak bisa tuh, sorry tuh, saya enggak mau tanya partai mana," imbuh Prabowo.

Peringatan Prabowo tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS meninggalkan wilayahnya yang sedang dilanda bencana untuk melaksanakan ibadah umrah.

Tim pemeriksa dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  sudah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Mirwan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo tak lupa menyampaikan terima kasih kepada kepala daerah yang terus bekerja tanpa kenal lelah untuk menyelamatkan rakyat.

"Terima kasih para bupati, kalian yang terus berjuang untuk rakyat, memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan," ucap Prabowo.

 

***

 

Keputusan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, untuk menunaikan ibadah umrah pada Selasa, 2 Desember 2025, bertepatan dengan perayaan ulang tahun sang istri. Hal ini terungkap dari unggahan akun Instagram agen perjalanan umroh.

Unggahan itu memuat foto pasangan tersebut berlatar belakang Ka'bah dengan caption ucapan selamat ulang tahun. Ini membuat netizen semakin geram atas dugaan tidak adanya empati di masa duka.

Menurut media lokal di Aceh,Mirwan berangkat umroh pada 2 Desember 2025 tanpa persetujuan Gubernur Aceh meskipun sebelumnya menyatakan ketidakmampuan daerah menangani darurat.

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS tak henti hentinya menuai sorotan dan kritik publik, karena memilih untuk melaksanakan ibadah umroh bersama istrinya di tengah kondisi darurat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda 11 kecamatan di wilayahnya.

Kabag Prokopim Pemkab Ace Selatan Denny Herry Safputra saat dimintai konfirmasi detikSumut, Jumat (5/12) mengatakan

Keberangkatan Bupati Aceh Selatan beserta istri menjalani ibadah umrah ke Tanah Suci tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di pemukiman warga pada wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya.

Dilansir detikSumut, Jumat (5/12/2025), Juru bicara Pemprov Aceh Muhammad MTA mengatakan Mirwan memang telah mengajukan permohonan izin ke luar negeri kepada Mualem dengan alasan penting pada Senin (24/11). MTA mengatakan Mualem telah membalas surat yang isinya tidak mengabulkan permohonan Mirwan karena ada bencana yang terjadi setelah hujan super-deras pada 25 November.

"Gubernur sendiri telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi 2025 Aceh, maka Gubernur telah menyampaikan balasan tertulis permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan atau ditolak," kata MTA saat dimintai konfirmasi.

Nekad juga Bupati Aceh Selatan demi istri dan abaikan rakyatnya yang tertimpa banjir dan longsor.

 

***

 

Sebelum terbang ke Mekkah, Mirwan MS pada Kamis, 27 November 2025, telah menerbitkan surat resmi kepada Pemprov Aceh dan Pemerintah Pusat yang menyatakan ketidaksanggupan Pemkab Aceh Selatan dalam menangani tanggap darurat bencana banjir dan longsor.

Lima hari setelah surat itu dikirim, Mirwan justru pergi umroh (2 Desember 2025).

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan kekecewaannya, namun Mirwan tetap memilih berangkat ke Arab Saudi, mengabaikan persetujuan dari pimpinan tertinggi di provinsi tersebut.

Setelah ada unggahan foto umroh tersebut langsung viral, menyebabkan kata kunci "Bupati Mirwan" dan "Aceh Selatan" menjadi trending di platform media sosial seperti X.

Warganet meluapkan kekesalan, menuding Mirwan tidak peka dan mempertanyakan prioritas seorang kepala daerah yang meninggalkan warganya saat masa tanggap darurat.

Dikutip dari akun suara.com, pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Kabag Prokopim, Denny Herry Safputra, membela Mirwan, menyatakan bahwa bupati sudah meninjau lokasi bencana dan keberangkatan dilakukan setelah kondisi wilayah sudah stabil dan debit air surut.

Namun, pembelaan ini berbanding terbalik dengan fakta masih adanya warga yang mengungsi dan penolakan izin dari Gubernur.

Pekan ini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan

Aceh Selatan menjadi salah satu wilayah yang terdampak bencana banjir-longsor.

Apalagi pemerintah daerah Aceh Selatan menyatakan ketidaksanggupan menangani dampak bencana sehingga meminta bantuan pemerintah pusat untuk menanganinya.

Data update terbaru Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 18.29 WIB, menyebutkan ribuan warga terdampak dan sejumlah akses jalan nasional . Juga jembatan utama sempat lumpuh akibat material longsor dan tingginya debit air sungai.

Banjir merendam permukiman penduduk, selain itu banjir juga meluas hingga badan jalan nasional dan gampong.

Bahkan menggerus abutment Jembatan Darurat (Billy), yang telah memutus akses transportasi masyarakat di kawasan Trumon menuju Buloh Seuma.

Arus listrik sempat terganggu dan lampu padam di beberapa lokasi,” demikian laporan petugas Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan M. Iqbal, Kamis (27/11/2025) pukul 18.29 WIB.

Banjir merendam permukiman penduduk, selain itu banjir juga meluas hingga badan jalan nasional dan gampong.

BPBD mencatat sedikitnya lebih dari 3.500 jiwa terdampak, terutama di Kecamatan Kota Bahagia, Bakongan, dan Trumon.

 

***

 

Kasus Aceh Selatan mari kita jadikan sebagai pembelajaran bagi kita semua.

Mengingat Bupati bekerja atas nama rakyat. Ia bertutur dan bertindaklah yang sesuai dengan keinginan rakyat. Sebagaimana pesan Iwan Fals melalui lagunya yang sangat familiar di telinga kita "Wakil rakyat, seharusnya merakyat."

Ini contoh kepala Daerah yang tak punya Sense of Crisis. Ulah Bupati Aceh Selatan telah memantik reaksi dari banyak kalangan. Termasuk sejumlah aktivis dan politisj.

Menyimak pesan Prabowoz apa yang dilakukan si Bupati bisa merupakan kesalahan yang sulit dimaafkan. Terlebih, di saat masyarakat mengalami bencana alam.

Bupati cuek terhadap rakyatnya. Ia tidak punya sense of crisis. Masya Allah. ([email protected])

Berita Terbaru

Tekan Penggunaan BBM, Pemkot Surabaya Lanjutkan Penggunaan Mobil Listrik pada 2027 untuk Kendaraan Dinas

Tekan Penggunaan BBM, Pemkot Surabaya Lanjutkan Penggunaan Mobil Listrik pada 2027 untuk Kendaraan Dinas

Kamis, 01 Okt 2026 11:16 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinas akan terus dilanjutkan pada 2027,…

Pemkot Malang Selidiki Perubahan Warna Air Sungai Brantas, Siap Sanksi Pencabutan Izin Usaha

Pemkot Malang Selidiki Perubahan Warna Air Sungai Brantas, Siap Sanksi Pencabutan Izin Usaha

Kamis, 01 Okt 2026 11:05 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti adanya perubahan warna air di Sungai Brantas, di wilayah Mergosono, Kecamatan Kedungkandang menjadi keunguan, saat…

Penuhi Persyaratan ULFO, Tol Prosiwangi Resmi Dibuka Gratis Selama 14 Hari

Penuhi Persyaratan ULFO, Tol Prosiwangi Resmi Dibuka Gratis Selama 14 Hari

Kamis, 01 Okt 2026 10:58 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pengoperasian ruas tol sepanjang 23,515 kilometer di Jalan Tol Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending –…

Pemkot Surabaya Pastikan Distribusi Beras Premium Sesuai HET Rp14.900 per Kg

Pemkot Surabaya Pastikan Distribusi Beras Premium Sesuai HET Rp14.900 per Kg

Kamis, 01 Okt 2026 10:48 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi beras premium Bulog yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)…

Hingga Akhir September, Dinkes Ponorogo Catat 254 Anak di Bawah 14 Tahun Terdeteksi Idap TBC

Hingga Akhir September, Dinkes Ponorogo Catat 254 Anak di Bawah 14 Tahun Terdeteksi Idap TBC

Kamis, 01 Okt 2026 10:19 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 10:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hingga akhir September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mencatat 254 anak berusia di bawah 14 tahun…

Saksi JPU Sebut BPI Hanya Distributor Wire Rope, Kuasa Hukum Santoso Pertanyakan Unsur Kesengajaan

Saksi JPU Sebut BPI Hanya Distributor Wire Rope, Kuasa Hukum Santoso Pertanyakan Unsur Kesengajaan

Kamis, 01 Okt 2026 10:10 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan pelanggaran perdagangan dan sertifikasi wire rope yang menjerat Direktur Utama PT Bentang Persada I…