Berpotensi Mesin Mati Mendadak, Husqvarna Recall Global Model 401

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Husqvarna 401. SP/ JKT
Husqvarna 401. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Husqvarna, salah satu produsen motor asal Eropa mengumumkan kabar kurang menyenangkan pada model 401 yang diproduksi antara 2024 hingga yang terbaru, lantaran adanya masalah terhadap mesinnya yang berpotensi mati mendadak. Sehingga model tersebut terdampak penarikan kembali (recall) secara global.

Recall tersebut dilakukan untuk memperbarui perangkat lunak pada unit kontrol mesin (ECU) sebagai langkah preventif. Sebab ditemukan potensi masalah mesin mati mendadak pada putaran rendah. Ditemukan, mesin dapat berhenti bekerja ketika berada di putaran rendah. Misalnya saat kondisi macet atau berjalan pelan-pelan.

Meskipun jumlah insiden yang dilaporkan terbatas, perusahaan memilih mengambil tindakan proaktif demi mencegah risiko yang lebih luas. Melalui pembaruan ECU, Husqvarna menyatakan bahwa selain memperkecil kemungkinan stalling, update ini juga akan meningkatkan torsi rendah dan stabilitas mesin, Rabu (10/12/2025).

Sehingga, bagi pemilik motor 401 yang terdampak diimbau untuk segera menghubungi dealer resmi Husqvarna atau pusat layanan resmi guna menjadwalkan pembaruan ECU. Dan untuk prosedur recall dilakukan tanpa biaya alias gratis. 

Dan adanya recall ini dipandang sebagai langkah penting untuk menjaga keselamatan dan performa motor, terutama karena masalah stalling mesin dapat menimbulkan risiko.

Diketahui, menyoal spesifikasi, Husqvarna 401 sendiri menggunakan mesin satu silinder 373 cc berpendingin cairan dengan tenaga sekitar 42,9 hp, dipadukan transmisi manual enam percepatan. Pada model terbaru, sejumlah fitur tambahan seperti quickshifter dan kontrol traksi juga mulai disertakan. jk-05/dsy

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…