SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka mengantisipasi bencana alam di musim ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mitigasi pesisir Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dengan menyusun langkah teknis mitigasi.
Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam rangka menyusun langkah teknis mitigasi bencana tersebut, diantaranya serangkaian gladi kesiapsiagaan bencana di Pantai Tamban dengan melibatkan dinas perikanan, dinas pariwisata, TNI-Polri, pemerintah desa, dan relawan.
“Kegiatan ini meliputi sinkronisasi data risiko, identifikasi zona aman, jalur evakuasi, serta penyusunan rencana teknis mitigasi pesisir,” ungkap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Zainuddin, Minggu (14/12/2025).
Selain koordinasi, BPBD juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat pesisir agar memahami langkah penyelamatan ketika terjadi bencana. Pihaknya juga turut menegaskan bahwa edukasi publik menjadi kunci membangun budaya kesiapsiagaan yang lebih kuat di kawasan rawan tsunami tersebut.
Tak hanya itu, Polresta Malang Kota melalui Satuan Lalu Lintas sudah menyusun rekayasa lalu lintas, terutama di jalur yang memiliki potensi menjadi titik kemacetan, seperti di kawasan Kayutangan Heritage dan jalan akses menuju Kota Batu, Jawa Timur.
Kepolisian setempat juga mempersiapkan tim urai untuk pelaksanaan Operasi Lilin 2025. "Operasi Lilin dimulai tanggal 20 (Desember), jadi tim urai mulai di tanggal itu nanti," ungkap Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli.
Sedangkan, terkait pengamanan di obyek vital di Malang, dia menyatakan pelaksanaan polanya masih akan dilakukan pembahasan melalui rapat koordinasi (rakor) yang direncanakan diselenggarakan pada pekan depan. "Termasuk dengan pihak gereja, hotel, sampai tempat hiburan dan mall kami akan undang," kata dia. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu