SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi baru saja menggelar Festival Kita Bisa 2025 oleh Dinas Pendidikan setempat. Melalui festival tersebut Pemkab Banyuwangi konsisten mendorong kepercayaan diri dan pengembangan potensi anak penyandang disabilitas.
Diketahui, Festival Kita Bisa merupakan kegiatan yang menjadi wadah apresiasi karya sekaligus ekspresi peserta didik berkebutuhan khusus yang digelar di Gedung Theater Banyuwangi Park, Kecamatan Kabat. Sebanyak ribuan siswa dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah tampak memadati area acara sejak pagi hari.
Berbagai produk kreatif seperti batik, lukisan, dan kerajinan tangan dipajang, menunjukkan kemampuan serta daya cipta anak-anak disabilitas yang tak kalah dengan peserta didik lainnya. Pasalnya, Festival Kita Bisa dirancang sebagai agenda rutin tahunan untuk mendukung tumbuh kembang potensi peserta didik inklusif.
“Anak-anak berkebutuhan khusus perlu difasilitasi agar percaya diri dan berani menunjukkan kemampuannya. Melalui festival ini, mereka mendapat ruang untuk tampil, berkompetisi, dan diapresiasi,” jelas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (14/12/2025).
Selain menjadi ajang unjuk bakat, Pemkab Banyuwangi juga memanfaatkan momentum ini sebagai sarana dialog. Aspirasi dari siswa disabilitas dan para pendamping dihimpun melalui forum rembuk untuk menjadi bahan penyusunan kebijakan dan program ke depan.
Festival Kita Bisa diperuntukkan secara khusus bagi pelajar penyandang disabilitas. Dan hingga kini, Pemkab Banyuwangi telah menyandang status kabupaten inklusif sejak 2014, sehingga melalui pendidikan inklusif, anak-anak disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di sekolah reguler maupun sekolah umum.
Festival Kita Bisa merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Rangkaian tersebut mencakup peningkatan kompetensi Guru Pembimbing Khusus (GPK), fasilitasi asesmen siswa berkebutuhan khusus oleh Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI), hingga pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) pada akhir November 2025. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu