SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, dunia otomotif Inggris tengah diselimuti duka dan kemarahan. Pasalnya, motor Riley produksi 1904 yang merupakan warisan satu-satunya unit yang masih tersisa di Inggris Raya hilang dicuri dari sebuah properti di Ousden, kawasan pedesaan tak jauh dari Newmarket, Suffolk. Kehilangannya pun sontak menjadi pukulan besar, bukan hanya bagi pemilik, tetapi juga bagi warisan industri otomotif Inggris.
Diketahui, jika aksi pencurian itu diduga terjadi di bawah lindung kegelapan malam, antara Senin sore, 15 Desember, hingga Selasa pagi, 16 Desember. Sedangkan para pelaku tampaknya harus melewati sejumlah pengamanan. Pasalnya, kompleks properti yang terkunci dibobol, gudang beton tempat penyimpanan ditembus, hingga trailer yang juga terkunci dibongkar satu per satu.
Meski terlihat terencana, Bill Fellowes selaku pemilik motor sekaligus cicit pendiri Riley Motor Company, menduga pencurian ini lebih bersifat oportunistik. Dugaan itu muncul seiring maraknya pencurian serupa yang belakangan menyasar properti pedesaan di wilayah Suffolk.
Lebih lanjut, Fellowes menegaskan bahwa motor tersebut nyaris mustahil untuk dikendarai oleh orang awam. Sabuk penggeraknya bahkan tidak terpasang, dan sekalipun lengkap, motor ini harus dinyalakan dengan cara digowes layaknya moped kuno. Bahkan, tidak ada kopling seperti motor modern; ketika mesin hidup, roda langsung berputar.
Pengendara harus mengatur tuas dekompresi, kecepatan pedal, hingga campuran bahan bakar dan sistem pengapian secara manual, pastinya sebuah prosedur rumit yang hanya dipahami segelintir orang, Jumat (19/12/2025).
Perlu diketahui, lebih dari sekadar kendaraan, motor Riley ini merupakan simbol perjalanan panjang industri keluarga Fellowes yang sebelum beralih ke sepeda, lalu memproduksi sepeda motor dan mobil yang namanya bertahan hingga dekade 1970-an.
Warisan inilah yang ingin dijaga dan diwariskan Fellowes kepada generasi berikutnya. Sedangkan secara nominal, motor tersebut ditaksir bernilai sekitar 10.000 poundsterling atau setara Rp223 juta. Fellowes kini menawarkan imbalan bagi siapa pun yang dapat mengembalikan motor bersejarah tersebut. Ia berharap tidak ada kolektor yang mau menampung barang curian seikonik ini jika mengetahui asal-usulnya. jk-06/dsy
Editor : Desy Ayu