Batasi Kapasitas Kapal 50%, Pelni Upayakan Prokes Berjalan Lancar

Salah satu kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang beroperasi di Surabaya. SP/ Pelni

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya mengatasi penyebaran virus covid-19 di Indonesia terus dilakukan oleh perusahan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Salah satunya adalah dengan meningkatkan protokol kesehatan (prokes) di kapal milik perusahaan plat merah tersebut.

Kepala Urusan Pelayanan Penumpang dan Barang kapal Penumpang dan Perintis, Mohamad Sholeh menjelaskan, selama masa kebiasaan baru transportasi laut, Pelni senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi penumpang dan kru kapal.

"Jadi seluruh kapal Pelni itu rutin dilakukan penyemprotan disinfektan, tujuannya untuk memastikan kapal steril," kata Sholeh kepada Surabaya Pagi, Jumat (16/04/2021).

Bagi para penumpang kata Sholeh, penerapan prokes diatur lebih lanjut dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor: SE 18 tahun 2021. Berdasar aturan tersebut, setiap penumpang kapal Pelni diwajibkan menggunakan masker dan menunjukkan surat keterangan RT-PCR Test atau Rapid Test Antigen dengan hasil negatif yang pengambilan sampelnya dilakukan maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Tak hanya itu, penjualan tiket kapal Pelni hingga saat ini pun masih dibatasi. Menurut Sholeh, pembatasan tersebut kurang lebih sekitar 50 persen dari kapasitas kapal.

"Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga agar penerapan jaga jarak sosial atau social distancing dapat berjalan di kapal," katanya

Sebelum pandemi covid-19, jumlah penumpang kapal Pelni bisa mencapai 1.500 orang hingga 3.000 orang. Namun setelah pandemi, jumlah angkut penumpang kapal dibatasi. Tujuannya adalah untuk menjaga jarak penumpang saat berada di dalam kapal.

"Cuma karena kita mengupayakan penerapan protokol kesehatan, ada pembatasan kapasitas (penumpang) hingga 50 persen," katanya

Dari jumlah armada sendiri, kurang lebih ada sekitar 15 kapal Pelni yang masuk ke Surabaya. Kapal-kapal ini sebelumnya berhenti beroperasi mengangkut penumpang khususnya pada awal pandemi.

Selain pembatasan bagi penumpang, seluruh kru kapal Pelni pun rutin melaksanakan Rapid Test Antigen untuk memonitor kesehatan kru dan memastikan setiap perjalanan kapal PELNI dengan selamat dan aman. Sem