Beras BPNT Gresik Kembali Viral, Dianggap Makanan Ayam dan Bebek

Beras BPNT yang berkualitas rendah yang diposting di akun Facebook Mas Memet. SP/Grs

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Penyaluran Bantuan Pangan Nontunai atau lebih dikenal dengan sebutan BPNT kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Gresik.

Pasalnya, bantuan bagi masyarakat miskin itu diduga disimpangkan oleh oknum-oknum terkait. Bermula seorang netizen bernama Mas Memet yang menyampaikan curhatannya mengenai kualitas BPNT di akun Facebook-nya pada 7 Januari lalu.

Dia menulis kualitas beras BPNT menjadi makanan ayam dan bebek.

Curhatan ini kemudian mengundang beragam tanggapan dari lainnya sehingga menjadi viral. Dalam unggahan yang dibagikan di sejumlah grup Facebook, Mas Memet kesal dengan kualitas bantuan BPNT yang layak dijadikan makanan ayam dan bebek.

"JANGAN SAMPAI NIAT BAIK MENJADI KOTOR. Ibarat warga sejatinya mendapatkan BERAS yang layak untuk dikonsumsi tapi realita mendapatkan BERAS PAKAN BEBEK karena ULAH SEGELINTIR ORANG GILA HARTA, " tulisnya.

Lebih lanjut Mas Memet menulis, warga Gresik diam dan menerima bantuan dengan lega, karena dijanjikan kualitasnya akan diperbaiki kedepannya.

"Tapi kalo warga gresik mendapatkan masalah seperti itu, mungkin dengan dijanjikan kalau kedepan akan diperbaiki dengan memberikan barang/beras yang baik, dan itu mungkin sudah lega dan menerima," lanjutnya.

Namun sayang, Mas Memet tidak mengungkap lokasi dan waktu kejadian. Hanya saja, saat ditanya netizen mengenai lokasinya, ia menjawab singkat, "Gresik".

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh saat dihubungi awak media mengaku tidak tahu mengenai kasus ini.

Bahkan, Ummi balik bertanya kepada awak media saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

"Mohon info kejadiannya kapan dan dimana nggih?" tanyanya.

Untuk diketahui, pada November 2021 lalu, BPNT di Gresik sempat menjadi sorotan publik karena diduga disunat oknum tertentu akibat tidak sesuai jumlah bantuan sebesar Rp 200.000.

Namun anehnya persoalan yang membelit masyarakat miskin ini tak juga disentuh oleh aparat penegak hukum. grs