DPD NasDem Minta Awey Dampingi Mahfud Arifin

Irjen Pol (purn) Machfud Arifin (MA) (Kiri) dan Vinsensius Awey (Kanan). SP/ALQ

SURABAYA PAGI, Surabaya - DPD Partai NasDem Surabaya menginginkan Vinsensius Awey menjadi pendamping Irjen Pol (purn) Machfud Arifin (MA) dalam Pilwali Surabaya 2020. Hal ini karena basic massa Awey cukup kuat.

Sekretaris DPD Partai NasDem Surabaya, Hari Santosa mengatakan, partainya memiliki sejumlah kader potensial yang layak disandingkan dengan mantan Kapolda Jatim tersebut. Nama yang digadang-gadang warga NasDem adalah Vinsensius Awey yang perolehan suaranya di Pileg 2019 cukup tinggi.

“Jadi ini keinginan warga NasDem. Kalau penentuan wakil pak MA kesepakatan bersama, kami tak akan memaksakan kader sendiri dipakai pak MA. Tapi kalau terpilih, ya kami sangat bersyukur. Karena ada kader partai kami yang dipandang mampu untuk mendampingi pak MA untuk pilkada ke depan,” jelasnya.

Ditanya soal kelebihan Awey, Hari Santosa yang juga anggota Komisi D DPRD Surabaya ini menuturkan, selama menjadi anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019, masyarakat tahu betul siapa Awey.

“Pak Awey itu dikenal di mana-mana. Bahkan, ketika tidak jadi di DPR RI, dia tetap aktif berkomunikasi dengan konstituen atau elemen masyarakat lainnya,” terangnya.

Lebih jauh, dia menuturkan, meski Awey muncul dari daerah pemilihan (dapil) 5 Surabaya, tapi warga Surabaya mengenalnya dan merasakan apa yang telah dilakukan Awey. “Ini fakta, karena ketika saya keliling, ternyata semua dapil dipikirkan. Jadi, basic massa Awey jelas,” ucapnya.

Hari Santosa menegaskan, ini potensi yang bagus dan bisa jadi pertimbangan MA dalam memilih calon wakilnya.”Tapi kembali lagi, NasDem menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada MA. Kalau Awey dilirik silakan, diambil juga diperbolehkan,” tukasnya.

Sementara itu, Vinsensius Awey mengaku siap mendampingi MA jika ditugasi partai. Tapi semua kembali ke keputusan bersama partai koalisi pengusung Machfud Arifin.

Awey mengaku, calon pendamping MA harus dikembalikan ke keputusan tertinggi partai koalisi. “Ini harus dibicarakan bersama dengan partai koalisi, dan tentu memperhatikan usulan pak MA,” terangnya. Alq