GOR Indoor GBT Disiapkan Jadi RS Darurat Covid-19

Pemkot Surabaya menyiapkan GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai RS darurat.SP/TN/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY

SURABAYAPAGI, Surabaya - GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (GBT) bakal disiapkan menjadi rumah sakit darurat. Tempat ini nantinya akan menjadi rujukan bagi pasien Covid-19. RS Darurat ini bisa menampung sekitar 200 orang.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran pun meninjau kesiapan fasilitas olahraga milik Pemkot ini. Sebelum memutuskan GOR Indoor di GBT menjadi rumah sakit darurat, pihaknya sempat melakukan rapat koordinasi. 

Usia sepakat menyiapkan RS darurat, Cak Eri kemudian menerjunkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR). Ini untuk menyiapkan berbagai fasilitas kesehatannya di tempat tersebut. 

GOR itu akan dilengkapi tempat tidur beserta tabung oksigen. GOR juga dibersihkan. Terobosan ini untuk mewujudkan satu kelurahan memiliki satu tempat isolasi mandiri atau rumah sakit darurat. Sehingga, penanganan pasien Covid-19 bisa lebih cepat di berbagai kawasan. 

Untuk kecamatan yang memiliki gedung besar, bisa dikonsentrasikan di satu tempat. Seperti halnya seperti halnya di Kecamatan Pakal dan Benowo yang dekat dengan GBT. 

“Sebaliknya, kalau tidak ada tempat yang besar, maka tempat isolasi mandiri dibuat per kelurahan. Tempat isolasi mandiri itu kita lengkapi dengan bed dan oksigen,” kata Cak Eri.

Ia memastikan, pihaknya belum akan mengoperasikan RS darurat apabila ketersediaan oksigen dan fasilitas kesehatan siap. Termasuk, di GOR Indoor kompleks GBT tersebut. 

“Warga yang isolasi mandiri biasanya membutuhkan bantuan oksigen. Sehingga, kalau nanti sudah siap beserta oksigennya, kita langsung buka,” tegasnya.

Apabila telah beroperasi, warga di Kecamatan Pakal yang terindikasi Covid-19 bisa dirawat di GOR Indoor GBT. Tak perlu jauh ke Rumah Sakit darurat lainnya, misalnya RS Darurat Lapangan Tembak (RSLT). 

Selain di GOR Indoor GBT, Cak Eri juga mengubah Lapangan Kalibokor Gubeng menjadi RS Darurat. “Namun, di Kalibokor itu menggunakan tenda dengan dilengkapi toilet portable,” katanya.

Dibanding RS Darurat di GOR Indoor GBT, kapasitas dj lapangan Kalibokor lebih kecil. Rencananya, hanya akan menampung sekitar 50 orang, 

Sebagai RS darurat, fasilitas kesehatan ini hanya dilengkapi bed, tabung oksigen dan obat. "Bukan malah minta per kamar, ruangan khusus, pelayanan kesehatan khusus, atau permintaan lainnya," katanya. 

"Sebab,memang ini namanya rumah sakit darurat dan lapangan. Artinya, kondisi darurat,” kata dia.

Bagi warga yang memiliki komorbid, sebaiknya tidak dibawa ke rumah sakit lapangan. Namun, bisa langsung dirawat di rumah sakit dengan pelayanan kesehatan lengkap, seperti di RSUD Sowandhie.

“Nah, tempat-tempat ini nanti akan diisi oleh pasien yang kondisinya ringan hingga sedang, termasuk yang sesak nafas juga bisa dirawat di sini, karena kita sudah persiapkan oksigennya juga,” pungkasnya.sb4/na