Hanya 30 Menit, 1.000 Liter Minyak Goreng Ludes Diserbu Warga

Warga menyerbu minyak goreng yang disediakan pemerintah dalam operasi pasar di Blitar.

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Operasi pasar yang digelar Dinas Perdagangan Pemkab Blitar ludes diserbu warga Blitar. Hanya butuh waktu 30 menit, stok minyak goreng yang tersedia habis. Pasalnya, sebelum operasi pasar dibuka, beberapa warga sudah bersiap si lokasi untuk bisa memanfaatkan operasi pasar tersebut.

"Tadi sengaja datang ke pasar jam 6 pagi. Sambil jalan-jalan tapi tujuannya ke Pasar Wlingi. Alhamdulillah dapat 2 liter. Bisa buat masak dua bulan," ujar warga Desa Beru, Wiwik Undayani, Rabu (26/1/2022).

Sementara Dwi, pelaku UKM produsen keripik pisang mengaku sangat terbantu dengan operasi pasar minyak goreng ini. Pasalnya, dia tidak bisa menaikkan harga jual keripik pisangnya .

Padahal biaya produksinya naik sampai 20 persen. Selain harga minyak goreng naik sampai Rp 4.000 per liter, harga elpiji 3 kg juga naik di kisaran Rp 3.000.

"Ya sangat terbantu kalau ada minyak harga Rp 14.000 per liter. Semoga saja ini ndak cuma sekali. Paling tidak sebulan dua kali digelar operasi pasar seperti ini. Biar kami pelaku UKM bisa bertahan tidak sampai gulung tikar," tuturnya.

Warga memang dibatasi hanya bisa membeli dua liter per orang. Warga diminta membawa foto kopi KTP untuk memastikan, lebih diutamakan warga sekitar dan tidak ada aksi borong yang dilakukan oleh orang yang sama.

Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Eka Purwanta mengatakan harga minyak goreng di Kabupaten Blitar belum bisa diterapkan satu harga. Ini karena para pedagang masih banyak stok dengan harga kulakan lama yang lebih tinggi.

"Insya Allah kami akan gelar operasi pasar lagi. Tentu berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk ketersediaan barangnya. Karena kita juga belum tahu, kapan harga minyak goreng bisa stabil lagi," pungkasnya.

Dinas Perdagangan (Disnag) Pemkab Blitar akan rutin menggelar operasi pasar selama harga minyak goreng belum stabil enam bulan ke depan.

Operasi pasar minyak goreng ini digelar di lima lokasi. Yakni di pasar Wlingi, Srengat, Kademangan, Kanigoro, dan di Desa Tegalasri Kecamatan Wlingi. Masing-masing lokasi disediakan 1.000 liter minyak goreng.