JMP Surabaya, Sepi dan Kondisinya Memprihatinkan

Kondisi JMP yang kini sepi. Foto diambil Rabu (15/9/2021). FotoSP/Gawang Tangguh

SURABAYAPAGI, Surabaya - PPKM di Indonesia yang dimulai dari tanggal 11 Januari 2021 hingga berlanjut sampai sekarang, berdampak yang besar pada Jembatan Merah Plaza (JMP). Di samping sepi pengunjung dan penjual, kondisi JMP kini memprihatinkan. Lantai pecah-pecah hingga plafon jebol, tampak ditangani seadanya dengan pihak manajemen mall.

Plafon JMP yang jebol, diperbaiki seadanya.
Penjual yang bertahan di sana pun mengeluh. "Iya mas dalam kondisi sepi pengujung seperti ini jadi banyak toko yang tutup, karena jarang pula yang memperhatikan beberapa sudut (bangunan) sehingga banyak yang rusak," ujar salah satu pedagang JMP, sebut saja Joko, pada Surabaya Pagi, Rabu (15/9/2021).'

Lantai keramik JMP yang pecah-pecah tak terawat.
Tragisnya, terpantau dari aplikasi PeduliLindungi rata rata pengunjung diperkirakan kurang dari 50 orang. Karena hal tersebut beberapa pemilik bahkan ada yang sampai menjual stand atau menyewakan standnya.

Sebagian pedagang yang bertahan, mengeluh sepinya pembeli.
Menurut pedagang yang lain, sebut saja Nina, kerugian yang dia alami sangat besar. Ia hanya bisa berharap, dengan PPKM yang sudah di level 2, dagangannya kembali ramai. “Seharusnya sekarang toko sudah boleh buka, meskipun beberapa pedagang sudah terlanjur gulung tikar,” tegas Nina. ge